TRIBUNJATENG.COM, CILACAP – Bangunan Rita Pasaraya Cilacap tampak gelap dan tertutup rapat pasca kebakaran, dengan bekas asap hitam masih membekas di bagian dalam gedung serta area sekitar yang dipasangi pembatas pengaman.
Sejumlah akses menuju pusat perbelanjaan tersebut masih ditutup, sementara aktivitas di dalam gedung berhenti total dan suasana lengang terasa di kawasan yang biasanya ramai pengunjung itu.
Di tengah kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Cilacap, Suyatno, turun tangan memperjuangkan nasib ratusan karyawan Rita Pasaraya yang terancam kehilangan mata pencaharian akibat kebakaran.
Suyatno mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Cilacap terkait jumlah karyawan terdampak yang mencapai 188 orang.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Disnakerin, realnya karyawan Rita Pasaraya Cilacap itu ada 188 orang, dan soal nasib mereka nanti akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Suyatno.
Ia menjelaskan, selama masa tidak bekerja, para karyawan Rita Pasaraya Cilacap akan menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan selama enam bulan.
Selain itu, Suyatno juga mengungkapkan adanya peluang relokasi kerja bagi karyawan ke cabang Rita Pasaraya di daerah lain.
Baca juga: BREAKING NEWS: Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Baca juga: Prabowo Perintahkan Tertibkan Bendera Partai, Gerindra Ngeyel Tetap Pasang Bendera di Semarang
“Saya mendapat informasi dari manajemen Rita, walaupun belum secara resmi,” ungkapnya.
Menurut Suyatno, Rita Pasaraya memiliki sejumlah cabang di Purwokerto, Purbalingga, hingga Kato di Kroya yang memungkinkan menjadi alternatif penempatan karyawan.
“Apabila mereka mau, bisa dialihkan ke cabang-cabangnya Rita,” lanjutnya.
Meski demikian, Suyatno menegaskan bahwa opsi tersebut tetap membutuhkan kesepakatan bersama antara manajemen dan karyawan.
Ia memastikan pemerintah daerah bersama manajemen Rita Pasaraya tidak akan lepas tangan dalam menyikapi dampak sosial pasca kebakaran ini.
“Yang jelas pemerintah daerah dan manajemen Rita tetap memikirkan nasib mereka,” tegasnya.
Suyatno juga berkomitmen mengawal langkah eksekutif, mulai dari Bupati, Sekda hingga dinas terkait agar permasalahan karyawan segera mendapat solusi konkret.
“Intinya bagaimana karyawan Rita Pasaraya Cilacap yang jumlahnya ratusan ini supaya tidak terlantar,” katanya.
Ia pun mendorong adanya bantuan dari pemerintah daerah berupa penghasilan pengganti bagi karyawan yang belum bisa kembali bekerja.
“Mereka ini punya tanggungan keluarga, jadi perlu ada fasilitas semacam gaji pengganti,” jelas Suyatno.
Suyatno menambahkan bahwa Sekda Cilacap telah memberikan lampu hijau dan mendapat arahan langsung dari Bupati untuk mengintensifkan penanganan persoalan tersebut.
“Saya sebagai wakil rakyat akan terus berkomunikasi dan mengawal persoalan ini hingga tuntas,” pungkasnya.
Sebelumnya kebakaran hebat melanda Rita Pasaraya Cilacap, Senin (2/2/2026). Bangunan tiga lantai itu ludes terbakar. (ray)