TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Bek muda Kroasia, Branimir Mlacic, mengungkap alasan mengapa dirinya lebih memilih bergabung dengan tim papan tengah Liga Italia ketimbang Inter Milan.
Seperti yang diketahui, Branimir Mlacic telah menjadi incaran Inter Milan dalam beberapa waktu terakhir.
Sejatinya, Inter Milan telah mencapai kesepakatan untuk merekrut Branimir Mlacic.
Namun, sang pemain mengganti agen saat proses transfer berlangsung.
Baca juga: Bayern Munchen Berniat Regenerasi Lini Belakang, Bek Inter Milan Jadi Incaran
Baca juga: Sempat Santer Dikaitkan dengan Tim Inggris, 3 Pemain Kans Bertahan di Inter Milan
Oleh karena itu, transfer Branimir Mlacic ke Inter Milan tak terjadi.
Tak lama setelah batal gabung Inter Milan, Branimir Mlacic lantas santer dikabarkan kian dekat dengan tim papan tengah Liga Italia, Udinese.
Bek Kroasia itu ini malah menyelesaikan transfer dari Hajduk Split ke klub yang berbasis di Friuli tersebut.
Kini, Branimir Mlacic telah resmi jadi pemain Udinese.
Peresmian Mlacic sebagai pemain Udinese diumumkan pihak klub pada Selasa (3/2/2026).
Saat resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Udinese, pemain kelahiran 2007 ini menguraikan pemikiran di balik keputusannya, melalui FCInterNews.
“Saya memilih klub ini karena saya merasa ini adalah langkah yang tepat untuk saya,” kata Branimir Mlacic.
“Banyak pemain hebat telah lahir di sini dan, menurut saya, ini adalah tahap yang tepat dalam karier saya.”
Kepala bidang teknis Udinese, Gokhan Inler, juga berbicara tentang ketertarikan jangka panjang klub terhadap bek tersebut.
“Mengenai Mlacic, saya dapat mengatakan bahwa kami telah mengikutinya sejak lama. Dia adalah pemain yang menarik dan sangat kuat yang telah mengambil langkah penting dengan datang ke sini bersama kami,” jelas Inler.
“Saya berbicara dengan Ivan Rakitic, yang bercerita tentang anak itu dan menggambarkannya sebagai pekerja keras yang ingin berkembang selangkah demi selangkah. Penting untuk tidak mengambil langkah yang terlalu besar.”
Bagi Inter Milan, kehilangan Branimir Mlacic berarti kehilangan profil pemain bertahan yang menjanjikan.
Tetapi, bagi sang pemain sendiri, reputasi Udinese sebagai pusat pengembangan pemain terbukti sangat menentukan dalam membentuk pilihannya.
Meski kerap menghuni papan tengah di Liga Italia, Udinese juga tak kalah dalam hal mengembangkan pemain.
Beberapa nama besar seperti Alexis Sanchez, Bruno Fernandes, Rodrigo De Paul, David Pizzaro, Mauricio Isla, Fabio Quagliarela, hingga kiper legendaris Italia, Dino Zoff, sempat berseragam tim asal Friuli tersebut.
(TribunJatimTimur.com)