TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Ketenangan rumah tangga pasangan Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie mendadak terusik akibat rumor tak sedap yang berembus di aplikasi Threads.
Kabar miring ini bermula dari unggahan akun @dian_saras_sutrisno yang menuliskan narasi dugaan perselingkuhan yang menyeret nama Ardi Bakrie pada Februari 2026.
Spekulasi liar warganet pun tak terbendung hingga memunculkan isu perceraian terhadap pasangan yang telah membina mahligai rumah tangga selama 15 tahun tersebut.
Meski biasanya tampil tenang, kali ini Ardi Bakrie tak mampu menutupi kekesalannya melalui unggahan di Instagram Story pribadinya, Sabtu (7/2/2026).
Dalam video singkat tersebut, Ardi yang baru saja melepas rindu setelah menjalani hubungan jarak jauh (LDR) dengan sang istri, akhirnya buka suara soal gosip yang viral.
"Sebenernya nggak penting tapi lama-lama ngeselin juga sih," cetus bapak tiga anak tersebut.
Sementara itu, Nia Ramadhani awalnya mencoba bersikap acuh dan menganggap remeh gunjingan para netizen.
"Kalau segala sesuatu yang nggak penting nggak usah didengerin," timpal Nia dengan nada santai.
Namun, situasi berubah menjadi serius ketika dampak kabar hoaks ini mulai memengaruhi kondisi psikologis buah hati mereka.
Hingga memberikan dampak psikologis, terutama pada anak ketiga mereka, Magika Zalardi Bakrie yang masih berusia sembilan tahun itu.
Tak mau gosip semakin berlarut, Nia memutuskan untuk memberikan klarifikasi dan meminta publik berhenti menebar kabar hoaks itu.
"Tapi Magika sampai nangis-nangis, Jadi i need to say something 'stop this, bro'," tegas Nia.
"Gila aneh-aneh banget orang-orang," tambahnya lagi.
"Makanya ayo dong kita saling mendoakan yang baik-baik," kata Ardi.
Sebelumnya, asisten sekaligus sahabat dari Nia sempat memberikan klarifikasi terkait kabar perceraian itu.
Wanita yang akrab disapa Tere tersebut, menegaskan rumah tangga Nia dan Ardi baik-baik saja.
Lanjut, Tere menyebut hubungan Nia dan Ardi tetap harmonis dan tidak sedang menghadapi persoalan rumah tangga seperti yang diisukan.
Ia pun meminta publik untuk tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum jelas kebenarannya.