Dokter Respons Pasien Cuci Darah Gagal Berobat gegara PBI BPJS Nonaktif
GH News February 07, 2026 02:09 PM
Jakarta -

Belum lama ini netizen dihebohkan dengan kabar penonaktifan kepesertaan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) yang membuat beberapa pengguna BPJS Kesehatan terhambat penanganannya. Kejadian itu muncul pertama kali akibat adanya pemutakhiran data penerima PBI di Kementerian Sosial dengan tujuan memberikan bantuan pada masyarakat secara lebih tepat sasaran.

Imbasnya, setidaknya 160 orang dengan masalah ginjal sempat tertunda perawatan cuci darahnya. Padahal perawatan ini sangat krusial bagi pasien gagal ginjal.

Spesialis penyakit dalam dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH menjelaskan prosedur dialisis atau cuci darah secara umum sangat penting bagi pasien gagal ginjal. Alat cuci darah digunakan menggantikan peran ginjal yang sudah tidak berfungsi dengan baik.

"Untuk memberi kecukupan dialisis atau adequate dialysis, dibutuhkan 10- 15 jam per minggu umumnya 2x5 jam atau 3x4 jam," ucap dr Tunggul sambil menambahkan pentingnya prosedur ini dilakukan secara teratur, ketika dihubungi detikcom, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan kondisi pasien yang membutuhkan cuci darah bisa berbeda, tergantung derajat keparahan dari pasien. Ini juga dapat dipengaruhi penyebab pasien tertentu mengalami gagal ginjal.

Faktor lain yang dapat memengaruhi adalah penyakit penyerta atau komorbid, pola makan, jumlah cairan diminum, dan perilaku pasien itu sendiri. Apabila pasien gagal ginjal tidak menjalani cuci darah, maka ini bisa berakibat fatal hingga kematian.

"Jika tidak cuci darah dan yang bersangkutan sudah gagal ginjal, maka fatal dan bisa meninggal. Karena berbagai komplikasi utamanya jantung. Jelas bahwa tatalaksana terhadap setiap pasien berbeda-beda sesuai masalah yg dihadapi," tandasnya.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini bisa disebabkan oleh banyak kondisi, misalnya diabetes, tekanan darah tinggi, hingga lupus.

Pada sebagian orang, gangguan fungsi ginjal dapat terjadi tanpa penyebab yang pasti. Gagal ginjal bisa berkembang secara perlahan dan berlangsung lama, atau muncul secara mendadak atau setelah seseorang mengalami penyakit berat atau cedera.

Pada kondisi tertentu, gagal ginjal akut masih berpeluang pulih.

Secara medis, penyakit ginjal diklasifikasikan ke dalam lima stadium. Seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal ketika telah mencapai stadium 5, yaitu saat fungsi ginjal tersisa kurang dari 15 persen dari kondisi normal. Pada tahap ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti dialisis atau transplantasi ginjal, agar dapat mempertahankan hidup.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.