Polisi Usut Penyebab Kematian PPPK RSPAU di Bekasi, Jenazah Korban Diotopsi di RS Polri
Satrio Sarwo Trengginas February 07, 2026 02:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Polisi masih mengusut penyebab kematian pria berinisial NH (33) yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU), Jakarta Timur.

Jasad korban ditemukan di kontrakan tempat tinggalnya di wilayah Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (4/2/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur untuk diotopsi.

"Jenazah korban dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban," kata Budi, Sabtu (7/2/2026).

Budi menjelaskan, polisi juga telah mengecek dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Hingga saat ini polisi masih mendalami peristiwa tersebut dengan meminta keterangan sejumlah saksi terkait," ujar Kabid Humas.

Adapun penemuan jasad NH bermula saat SR kesulitan menghubungi korban.

Selain itu, korban juga tidak masuk kerja selama beberapa hari.

"Rekan kerja korban curiga karena sejak Senin seharusnya korban masuk kerja, namun tidak ada kabar dan tidak dapat dihubungi," ungkap Kabid Humas.

SR lalu berinisiatif untuk mendatangi kontrakan tempat tinggal korban.

Namun, setibanya di lokasi, kontrakan tersebut dalam kondisi terkunci.

SR pun menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci serep.

Saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi berselimut dan tubuh yang sudah menghitam.

"Saat dibuka pintu kontrakan didapati korban sudah meninggal dunia dengan posisi telentang berselimut dan kondisi tubuh menghitam. Saat ini masih dilakukan penyelidikan," ujar Budi.

Berita terkait

  • Baca juga: 5 Fakta Pegawai PPPK RSPAU Tewas di Kontrakan Bekasi: Daftar Harta Menghilang, Tubuh Menghitam
  • Baca juga: Pria di Bekasi Ditemukan Tewas Berselimut di Rumah Kontrakan, Korban Pegawai PPPK
  • Baca juga: Motif Anak Tengah Tega Racun Satu Keluarganya hingga Tewas di Warakas, Merasa Diperlakukan Berbeda
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.