WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Aroma busuk tajam masih menyengat di udara sekitar rumah kontrakan di Jalan Setia 2, Gang H Enting, Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi.
Padahal, kapur barus dan serbuk kopi telah ditaburkan di sepanjang celah dinding rumah tersebut.
Garis kuning polisi pun melintang menyegel rumah petak sederhana itu.
Baca juga: Misteri Pegawai PPPK RSPAU Jakarta Timur Tewas di Rumah Kontrakan, Tubuh Menghitam hingga Motor Raib
Rumah kontrakan ini merupakan tempat tewasnya NHW (33), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU).
NHW ditemukan tewas pada Rabu (4/2/2025).
"Bau busuknya kuat, sampai ke luar gang," kata Ayu (29), salah satu tetangga yang ditemui Kompas.com, Sabtu (7/2/2026), di rumahnya yang berhadapan langsung dengan kontrakan NHW.
Baca juga: Pegawai PPPK RSPAU Tewas Membusuk di Rumah Kontrakan Pondok Gede, Sejumlah Barang Korban Hilang
Bangunan sederhana berukuran sekitar 3 meter kali 9 meter itu tampak kontras dengan lingkungan padat di sekitarnya.
Pintu kayu cokelat tua tertutup rapat di balik pagar besi hitam.
Di teras sempit terlihat beberapa helai pakaian serta alat kebersihan yang tertinggal, seolah penghuni meninggalkan tempat secara mendadak.
Baca juga: Tak Masuk Kerja Beberapa Hari, Pegawai PPPK RSUD di Jaktim Ditemukan Tewas Berselimut di Kontrakan
Slamet (62), pemilik kontrakan, mengatakan, NHW menempati rumah kontrakannya selama sekitar dua tahun.
Dia paham NHW gemar berolahraga hingga nge-gym.
"Orangnya baik dan sopan, memang pendiam, tapi teman-temannya banyak, karena dia senang olahraga, lari dan ikut lari-lari 5K atau 10K," kata Slamet saat ditemui di bengkel miliknya tidak jauh dari lokasi kontrakan, Sabtu.
Baca juga: Terungkap, Ini Pelaku hingga Penyebab Tewas Satu Keluarga di Warakas Tanjung Priok Jakarta Utara
Selama tinggal di kontrakan, Slamet memastikan data pekerjaan NHW tercatat lengkap, termasuk KTP dan administrasi lain.
"Sejak kontrak mulai Juli 2023, saya tidak pernah curiga, karena dia rajin olahraga dan bersih," ujar dia.
Slamet terakhir bertemu NHW sekitar seminggu sebelum jasad pria itu ditemukan.
Baca juga: Gagal Menyalip Angkot, Penumpang Motor Tewas Terlindas Bus di Depan Terminal Jatijajar Depok
Saat itu korban baru pulang dari membeli makan dan tidak terlihat tanda-tanda NHW sakit atau memiliki masalah.
Selama dua tahun tinggal di kontrakan, NHW disebut hanya pulang kampung saat Lebaran.
"Dia jarang komunikasi dengan keluarga, terakhir komunikasi tanggal 15 Januari," kata Slamet.
Baca juga: Rumah di Tanjung Barat Jaksel Terbakar, Seorang Lansia Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Mengenai barang berharga milik korban, Slamet menuturkan NHW memiliki motor, laptop, dan dua ponsel.
"Motor biasanya diteras, tapi saat ditemukan, motor dan barang-barang lain tidak ada," ujar Slamet.
Kontrakannya itu hanya memiliki satu petak dengan kamar di belakang, dapur, dan teras depan.
Baca juga: Pegawai Peruri Tewas Dibunuh Anak Kandung di Karawang, Wajah dan Dada Ditikam Pisau Bertubi-tubi
Akses pintu hanya dari satu sisi, ada jendela samping juga.
"Lampu dan AC mati saat ditemukan, mungkin karena token listriknya habis," kata Slamet.
Kecurigaan Teman
Kapolsek Pondok Gede Kompol Bambang Sugiharto menjelaskan, penemuan jasad NHW berawal dari kecurigaan rekan kerjanya, SR (30).
Korban tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi sejak Senin (2/2/2026).
Pada Rabu (4/2/2026), saksi SR mencoba mengecek kontrakan korban.
Pintu terkunci, lalu SR menghubungi pemilik kontrakan untuk meminta kunci cadangan.
"Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah meninggal di kamar kontrakan," kata Bambang, Jumat (6/2/2026).
Korban ditemukan dalam kondisi telentang, berselimut, dan tubuh menghitam.
Polisi menyebut beberapa barang milik korban tidak ditemukan di TKP.
Kasus itu kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
Sumber: Kompas.com