Batam (ANTARA) - Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menghadirkan layanan tindakan intervensi penyakit jantung bawaan (PJB) bagi pasien dewasa, yang sebelumnya hanya tersedia untuk pasien anak.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSBP Batam dr. Muhammad Yanto menyampaikan bahwa selama ini tindakan PJB di Batam umumnya hanya tersedia untuk pasien anak dan sebagian dilakukan di rumah sakit swasta.
“Ini yang pertama kali di RSBP Batam untuk tindakan PJB pada pasien dewasa. Kalau sebelumnya tindakan ini sudah ada untuk anak-anak, sekarang usia di atas 18 tahun sudah bisa dilakukan di sini,” ujar dr. Yanto di Batam, Sabtu.
Ia menjelaskan, pada hari pelaksanaan perdana tersebut, RSBP Batam menangani pasien dengan rentang usia yang luas, mulai dari bayi berusia delapan hari hingga pasien dewasa.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Fellowship Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan dr. Priyandini Wulandari menjelaskan bahwa tindakan perdana pada pasien dewasa dilakukan dengan metode intervensi nonbedah.
“Alhamdulillah, kami baru saja menyelesaikan tindakan intervensi nonbedah pada pasien penyakit jantung bawaan dewasa yang pertama di RSBP Batam,” ujarnya.
Menurut dia, pasien dewasa tersebut datang tanpa keluhan dan awalnya dirujuk setelah hasil pemeriksaan rontgen saat medical check-up menunjukkan pembesaran jantung.
Dari pemeriksaan lanjutan diketahui pasien tersebut telah hidup dengan penyakit jantung bawaan selama 22 tahun tanpa terdiagnosis.
“Kami melakukan tindakan penutupan dengan diagnosis patent ductus arteriosus menggunakan metode kateterisasi tanpa operasi. Alhamdulillah tindakan berjalan lancar, pasien sudah selesai ditangani, dan insya Allah besok sudah boleh pulang,” kata dr. Priyandini.
“Mulai sekarang dan seterusnya, RSBP Batam sudah bisa melayani tindakan intervensi penyakit jantung bawaan dari usia neonatus hingga dewasa,” ujarnya.
Salah satu pasien dewasa, Nurdiana asal Tanjungpinang, mengaku baru mengetahui dirinya memiliki penyakit jantung bawaan sejak lahir setelah menjalani pemeriksaan dan akhirnya dirujuk ke RSBP Batam.
“Alhamdulillah bisa ditangani di RSBP Batam. Saya pakai BPJS Kesehatan. Semoga teman-teman yang punya penyakit sama tidak putus asa dan bisa berobat di sini,” ujarnya.
Berdasarkan data medis, angka temuan penyakit jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8 kasus dari 1.000 kelahiran.
Kehadiran layanan intervensi PJB dewasa di RSBP Batam diharapkan dapat memperluas akses layanan jantung bawaan, dan mengurangi rujukan keluar daerah.







