BANJARMASINPOST.CO.ID - Sahur itu merupakan salah satu sunah orang berpuasa.
Banyak juga orang yang baru bersahur atau selepas salat kembali tidur. Bagaimana sebenarnya dalam pandangan Islam, orang yang sahur ataupun habis sholat subuh namun kembali tidur.
Ustadz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan tentang bagaimana hukumnya orang yang bersahur maupun usai salat subuh namun kembali melanjutkan tidur.
Simak penjelasan Ustadz Abdul Somad mengenai orang yang tidur setelah waktu subuh.
Sebagaimana diketahui, sahur dilakukan sebelum masuk waktu subuh tepatnya di sepertiga malam akhir.
Setelah sahur bersiap-siap masuk waktu fajar ditandai awal puasa, kemudian dilaksanakan shalat subuh.
Bagaimana hukumnya tidur setelah sahur dan shalat subuh?
Baca juga: Kejari Banjar Pastikan Proyek Rumah Sakit Tipe D Gambut Tetap Berjalan, Melalui Pengawasan Ketat
Baca juga: Dilempar Kursi dan Sekop Sampah oleh Kepsek, Guru Agama SD Lemas, Diduga Efek Tunjangan Rp45 Juta
Ustadz Abdul Somad menjelaskan sebaik-baiknya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW setelah sahur dan shalat subuh adalah memperbanyak amal shaleh.
"Sebaik-baiknya yang diajarkan Nabi Muhammad SAW setelah shalat subuh adalah berdzikir, berdoa, dan baca quran sebelum terbit matahari," jelas Ustadz Abdul Somad dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube As-salaam Studio.
Ustadz Abdul Somad juga mengungkapkan, tidur selepas shalat subuh adalah waktu tidur yang dibenci Allah SWT.
Tidur usai santap sahur atau setelah shalat subuh sangat tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena di rentang waktu itu terdapat keberkahan.
Nabi Muhammad SAW juga berdoa kepada Allah untuk umatnya; "Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka" (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah).
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata; "Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat shubuh hingga matahari terbit, karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak" (Madarijus Salikin).
Karena pada waktu tersebut, ada keberkahan dari Allah yang dibagikan kepada setiap umat manusia selain itu dari sisi medis juga menyebutkan, tidur usai menyantap sahur akan mengakibatkan beberapa penyakit seperti perut buncit dan berat badan menjadi naik.
Hal ini dikarenakan tubuh kehilangan waktunya untuk mencerna makanan yang masuk kedalamnya dengan baik, efek lain yang akan dialami ketika tidur setelah sahur atau setelah selesai shalat subuh yakni kerongkongan terasa terbakar dan mulut terasa pahit.
Ini terjadi karena saat makanan yang seharusnya berada di lambung kembali lagi ke kerongkongan, sehingga menyebabkan asam lambung meningkat dan mengakibatkan sensasi panas di dada.
Manfaat tak tidur selepas subuh adalah membuat semangat beraktivitas.
Baca juga: Buaya Sambar Warga di Desa Pantai Kotabaru, Korban Sempat Berjibaku Selamatkan Diri
"Kini penelitian dari dokter, tidur setelah shalat subuh bisa berakibat stroke ringan," terangnya.
Ini karena tubuh dipaksa bekerja lebih keras untuk memproses makanan bisa beresiko terkena penyakit maag dan meningkatkan penyakit stroke.
Sebuah penelitian mengatakan seseorang yang mempunyai jeda lebih panjang antara makan dan tidur resiko terkenan stroke lebih rendah dibanding seseorang yang selesai makan langsung tidur.
Ini membuktikan bahwa, larangan Rasulullah tidur setelah sahur bisa dibuktikan secara medis. Itulah alasan kenapa Rasulullah SAW melarang umatnya untuk tidur setelah sahur.
Karena jika kita tidur setelah sahur maka keberkahan di pagi hari akan hilang, dan pagi hari adalah waktu yang bagus untuk mencari dan menanam berbagai kebaikan.
Untuk mencegah tidur setelah sahur Rasulullah telah mengajarkan supaya mempergunakan waktu setelah sahur untuk menanti sholat subuh, yakni bisa dengan membaca Al-qur'an ataupun berdzikir.
Baca juga: Lanal Banjarmasin Bakti Kebersihan Bersama TNI-Polri dan Pemda Kalsel di Lapangan Kamboja
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha, Rasulullah SAW pernah bersabda; "Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras"
Pernah suatu ketika Rasulullah mendapati Fatimah yang sedang tiduran usai shalat subuh Kemudian Rasulullah menegur Fatimah.
"Wahai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan sampai masuk golongan orang lalai. Karena sesungguhnya Allah membagi rezeki hamba-Nya sejak habis munculnya waktu fajar hingga terbit matahari” (HR. Ibnu Hibban).
Kita sebagai umat muslim sangat tidak dianjurkan untuk langsung tidur setelah sahur dan setelah selesai shalat subuh sampai matahari terbit.
Apabila memang sangat mengantuk, usahakan untuk menunggu sampai matahari terbit atau sekitar 2-3 jam setelah sahur.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى
"Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa."
Artinya: Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di Bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta'aala.
Baca juga: Rakerwil I DMI Kalsel: Menghidupkan Kembali Semangat Masjid Sebagai Penggerak Masyarakat
Sholat Subuh
-Imam
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalliy fardha-ssubhi rak’ataini mustaqbilal-qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat imam karena Allah Ta’ala.”
-Makmum
أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
“Ushalliy fardha-ssubhi rak’ataini mustaqbilal-qiblati adaa-an ma’muman lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
-Niat Sholat subuh sendirian
أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
Ushalli fardhos shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa,an lillaahi ta'aala.
Artinya: Saya melakukan shalat fardhu subuh dua rakaat dengan menghadap kiblat, pada waktunya karena Allah Ta’ala.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)