TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Program pengembangan hilirisasi industri ayam terintegrasi resmi dimulai di Provinsi Lampung melibatkan PTPN I.
Kegiatan groundbreaking yang di lahan HGU milik PTPN I Regional 7 Kebun Kedaton, tepatnya Afdeling Trikora, Jumat (6/2/2026).
Program ini merupakan bagian dari agenda nasional yakni Mandiri Protein di Setiap Provinsi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian.
Pelaksanaannya melibatkan Danantara sebagai pemegang mandat menggandeng Holding Perkebunan Nusantara (HPN) melalui PTPN I sebagai penyedia aset lahan dan dukungan pengembangan industri.
Groundbreaking dilakukan secara daring serentak dari Jakarta bersamaan dengan beberapa titik lokasi pengembangan industri ayam terintegrasi di berbagai provinsi lainnya.
Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Tri Melasari mengatakan, program ini merupakan upaya strategis mendukung swasembada pangan protein hewani yang dirancang dilaksanakan di 30 provinsi.
’’Untuk tahap pertama ini kita alokasikan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di enam provinsi, salah satunya Provinsi Lampung,” kata Tri secara tertulis,Sabtu (7/2/2026).
Tri menjelaskan, khusus di Lampung pengembangan direncanakan berada di tiga lokasi lahan PTPN, mencakup pembangunan RPHU dan cold storage, pabrik pakan, pengelolaan tepung telur dan daging, hingga pembangunan hatchery sebagai penyedia DOC ayam petelur.
Tri menambahkan, program ini juga diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja besar-besaran.
’’Kita harapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sekitar 1,5 juta orang. Selain itu, program ini juga meng-hire peternak yang ada di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Menurut Tri, Lampung dipilih karena memiliki potensi besar sebagai daerah pemasok, baik untuk kebutuhan lokal maupun wilayah lain.
’’Lampung potensial sebagai pemasok untuk Lampung sendiri, Jabodetabek, bahkan provinsi-provinsi di Sumatera,” jelasnya.
Dalam tahap awal, pemerintah menyiapkan anggaran nasional sekitar Rp20 triliun, sedangkan khusus untuk Lampung dialokasikan sekitar Rp600 miliar untuk tiga lokasi pengembangan.
Sementara Sekretaris Provinsi Lampung Marindo Kurniawan menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan penuh agar program strategis nasional tersebut berjalan optimal.
’’Provinsi Lampung tentunya sangat berbangga menjadi salah satu lokasi program strategis pusat. Kami bersama pemerintah kabupaten akan mendukung dari sisi wilayah, perizinan, hingga memastikan hulunya seperti industri jagung sebagai bahan baku pakan,” kata Marindo.
Marindo juga memastikan Pemprov Lampung siap memfasilitasi seluruh kebutuhan akses komunikasi dan perizinan agar investasi pembangunan berjalan lancar.
Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas menambahkan, pihaknya mendukung penuh program pemerintah dengan menyiapkan lahan yang diperlukan, termasuk di Lampung yang menjadi salah satu titik prioritas tahap pertama.
’’PTPN sangat mendukung program ini. Di Lampung ada tiga lokasi lahan yang disediakan PTPN. Program ini harus kolaborasi dengan baik antara pemerintah provinsi, kabupaten, forkopimda, dan Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Ia menyebut groundbreaking di Lampung Selatan difokuskan pada pembangunan RPHU dan cold storage dengan target penyelesaian sekitar satu tahun sebelum dilanjutkan dengan pengembangan fasilitas lainnya.
Diketahui, program hilirisasi ini dirancang untuk memperkuat ekosistem produksi pangan nasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung.
Berdasarkan estimasi pemenuhan kebutuhan MBG, Lampung membutuhkan telur 24.429 ton dan daging ayam 35.830 ton.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan final stock ayam petelur sekitar 1,4 juta ekor per tahun serta final stock ayam pedaging mencapai 29,5 juta ekor per tahun.
Selain itu, kebutuhan parent stock juga dihitung, yakni PS petelur 14.697 ekor dan PS pedaging 213.853 ekor. Dalam proses produksi, diperlukan fasilitas RPHU berkapasitas 2.000 ekor per jam yang mampu menghasilkan produksi daging hingga 6.134 ton per tahun.
Program hilirisasi ayam terintegrasi ini diharapkan menjadi langkah strategis memperkuat ketahanan pangan Lampung sekaligus menopang pasokan protein hewani nasional.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)