UMY Tambah Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi
Hari Susmayanti February 07, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta resmi membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yakni Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi.

Pembukaan kedua program studi tersebut ditetapkan setelah terbitnya Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia tentang izin penyelenggaraan program pendidikan dokter spesialis di UMY.

Wakil Rektor UMY Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Faris Al-Fadhat mengatakan pembukaan PPDS Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi merupakan bagian dari pengembangan institusi yang telah dipersiapkan secara matang, seiring dengan kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit pendidikan.

"Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY memiliki pengalaman panjang serta sumber daya manusia yang terus berkembang di berbagai bidang keahlian, termasuk ilmu kesehatan mata dan neurologi. Kesiapan ini menjadi landasan kuat bagi UMY untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis,” katanya.

Ia melanjutkan UMY juga telah dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi dan wajib menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis sesuai dengan standar nasional pendidikan kedokteran. 

Ketentuan ini mencakup pelibatan fakultas kedokteran pembina, rumah sakit pendidikan, serta pelaksanaan evaluasi dan pengawasan berkala sebagaimana diatur dalam keputusan menteri.

Penyelenggaraan PPDS ini juga didukung oleh Rumah Sakit Pendidikan Utama PKU Muhammadiyah Gamping, serta jejaring rumah sakit pendidikan lainnya. Kolaborasi ini menjadi elemen penting dalam menjamin mutu pendidikan klinik bagi para peserta didik PPDS.

Baca juga: Ini Susunan Kepengurusan MUI 2025-2030, Ketum KH M. Anwar Iskandar, Sekjen Amirsyah Tambunan

Pada tahap awal, kuota maksimal mahasiswa PPDS ditetapkan sebanyak lima mahasiswa per semester untuk masing-masing program studi. Proses seleksi dilakukan secara ketat guna menjaga kualitas pendidikan serta rasio ideal antara peserta didik dan pembimbing klinik.

Selain penguasaan kompetensi klinis, pendidikan PPDS di UMY juga diarahkan untuk membentuk dokter spesialis yang memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta literasi teknologi dan analisis data. 

Seluruh aspek tersebut dikembangkan selaras dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kebermanfaatan dan dampak sosial.

“Spirit kami adalah menghadirkan pendidikan yang berdampak. Melalui PPDS ini, UMY ingin berkontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan sekaligus pengembangan sumber daya manusia dokter spesialis di Indonesia,” terangnya.

Dengan hadirnya dua program baru tersebut, UMY kini telah memiliki 12 PPDS, sekaligus memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi aktif dalam pengembangan pendidikan kedokteran spesialis di tingkat nasional. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.