Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, LEBONG – Wajah dingin Oga Yunanda (23) kini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa ia merupakan pelaku pembunuhan sadis terhadap istrinya sendiri, Aulia Zakrike (19), yang baru beberapa bulan dinikahinya di Kabupaten Lebong, Bengkulu.
Di balik skenario firasat buruk yang sempat disampaikan kepada keluarga korban, polisi menemukan fakta bahwa aksi keji tersebut dipicu dendam lama yang dipendam pelaku dalam rumah tangga mereka.
Alibi Pelaku
Awalnya, Oga memiliki alibi saat kejadian karena mengaku sedang berada di rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Lebong, Bengkulu.
Alibi adalah bukti atau keterangan yang menyatakan bahwa seseorang berada di tempat lain (tidak di lokasi kejadian) ketika suatu peristiwa pidana atau kejahatan terjadi.
Ia berupaya menutupi perbuatannya dengan skenario seolah-olah dirinya hanyalah seorang suami yang diliputi firasat buruk.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Oga menghubungi ayah mertuanya dan menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi Aulia.
Mendapat kabar tersebut, ayah korban bergegas pulang ke rumah Aulia untuk memastikan keadaan putrinya.
Namun, setibanya di rumah, ia justru mendapati Aulia telah tergeletak tak bernyawa di dalam kamar, dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.
Respons Ayah Korban dan Kedatangan Pelaku
Dalam kondisi panik, ayah korban kembali menghubungi Oga.
Namun, kepada menantunya itu, ia hanya menyampaikan bahwa Aulia mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan kondisi sebenarnya.
Tak lama kemudian, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya.
Saat tiba di lokasi, Oga mendapati istrinya telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.
Namun, kondisi kamar yang berantakan, adanya luka-luka di tubuh korban, serta posisi korban yang tidak wajar justru memunculkan kecurigaan kuat adanya perlawanan sebelum korban meregang nyawa.
Sikap Pelaku Dingin
Bahkan, saat awak media mewawancarai suami korban di lokasi kejadian, ia tampak seperti tidak memiliki perasaan bersalah atau terkesan dingin.
Ia menceritakan kejadian tersebut sepenuhnya tanpa menunjukkan rasa kesedihan.
Oga menceritakan bahwa istrinya ditemukan dalam kondisi berpakaian, namun celana yang dikenakannya sempat terlepas.
Ayah korban kemudian berinisiatif memakaikan kembali celana tersebut sebelum pihak lain tiba di lokasi.
"Aku kan di Lemeu, yang menemukan bapak mertua," ucap pelaku saat itu.
Pelaku bahkan berada di rumah duka hingga proses evakuasi jenazah korban selesai dan dibawa ke RSUD Lebong.
Selain itu, pelaku juga turut menemani proses pemeriksaan jenazah di rumah sakit.
Baca juga: Breaking News: Terungkap Pembunuh Pengantin Baru di Lebong Bengkulu, Ternyata Suami Sendiri
Alibi Pelaku Terbongkar
Saat menjalani pemeriksaan, pelaku masih beralasan dan berpura-pura tidak mengetahui kejadian sebenarnya.
Pelaku mengaku memiliki alibi, saat kejadian dia mengaku sedang berada di rumah orang tuanyaDesa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.
Pelaku mengaku hanya memiliki firasat buruk dan menyebut hubungan rumah tangganya dengan korban dalam kondisi baik-baik saja tanpa pernah cekcok.
Hingga kemudian alibi pelaku terbongkar, ternyata Oga yang dengan keji menghabisi nyawa istrinya sendiri yang sedang hamil muda.
Penetapan Tersangka
Kedok pelaku akhirnya terbongkar dan ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Lebong.
Hasil pemeriksaan kepolisian mengungkap bahwa kematian Aulia bukan akibat kecelakaan, melainkan pembunuhan.
Motif pelaku diduga kuat karena sakit hati yang telah lama dipendam.
Pelaku mengaku tersinggung atas ucapan serta perlakuan korban dan keluarga korban terhadap dirinya.
Motif Pelaku
Salah satu pemicu utama sakit hati tersebut berkaitan dengan status pelaku yang tidak memiliki pekerjaan.
Hal itu kerap menjadi bahan pembicaraan dan memicu pertengkaran dalam rumah tangga mereka.
Di hadapan penyidik, Oga juga mengakui bahwa dirinya dan korban sempat pisah ranjang.
Ia memilih pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sebelum akhirnya kembali dan menghabisi nyawa istrinya sendiri.
"Pelaku sudah mengakui aksinya, motifnya karena sakit hati berujung dendam," ungkap Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh.
Kasus ini kini telah ditangani aparat kepolisian.
Pelaku saat ini telah diamankan di Mapolres Lebong dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya atas pembunuhan terhadap istrinya sendiri.
"Pelaku sudah kita amankan dan kita tahan," tutup Kasat.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.
Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.
Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.
"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.
Perkiraan Waktu Kematian Korban
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.
“Sesuai keterangan dokter, korban sudah meninggal kurang lebih enam jam sebelum ditemukan. Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.
Postingan Terakhir
Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, kasus meninggalnya ibu muda ini juga menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.
Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.
Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.
Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”
Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas.
Kronologi Kejadian
Pihak kepolisian mengungkap kronologi penemuan jasad perempuan hamil berusia 19 tahun tewas bersimbah darah di Lebong, Bengkulu pada Kamis (5/2/2026) siang.
Korban bernama Aulia Zakrike (19) warga Desa Air Kopras Kecamatan Pinang Belapis, Lebong, Bengkulu.
Aulia diketahui merupakan pengantin muda yang baru sekitar tiga bulan menikah.
Korban juga disebut tengah mengandung bayi atau hamil.
Ia ditemukan tewas dengan kondisi leher tergorok di dalam kamarnya.
Kasi Humas Polres Lebong, Iptu Hadi Sutrisno, melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Syaiful Anwar menjelaskan kronologi penemuan korban bermula saat ayah korban pulang dari berjualan di Pasar Muara Aman.
Saat itu ayah korban masuk ke dalam rumah dan masuk ke kamar korban.
Saat masuk ke kamar anaknya, ayah korban menemukan korban telah dalam kondisi leher tersayat akibat senjata tajam jenis pisau dapur dengan posisi telentang.
"Saat itu kondisi korban sudah meninggal dunia dan berlumuran darah," jelas Syaiful.
Melihat kejadian tersebut, ayah korban langsung suami korban yang saat itu sedang bekerja.
Kemudian ayahnya menutupi jenazah anaknya dengan selimut dan memberi tahu tetangga tentang kejadian tersebut.
Korban diduga kuat menjadi korban tindak kekerasan atau pembunuhan.
Jenazah korban langsung dievakuasi aparat kepolisian dan dibawa ke RSUD Lebong untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses visum atau autopsi.
"Masih diduga, kita tunggu hasil pemeriksaan ya,jenazah korban sekarang di rumah sakit," lanjut Syaiful.
Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan luka sayatan senjata tajam pada leher korban.
Luka gorokan di leher korban cukup dalam dengan banyak dalam mengalir.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian tersebut," tutup Syaiful ketika itu.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini