Ide Menu Buka Puasa Ramadan, Kapusu Nosu Kuliner Khas Kepulauan Buton Sulawesi Tenggara, Cara Buat
Amelda Devi Indriyani February 07, 2026 03:50 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut ide sajian menu berbuka puasa, rasa tradisional khas Sulawsesi Tenggara (Sultra).

Makanan tradisional bernama kapusu nosu, cocok dihidangkan saat buka puasa.

Puasa Ramadan 1447 Hijriah sisa menghitung hari.

Diperkirakan puasa dimulai 18 Februari 2026.

Jika dihitung mulai hari ini, Sabtu (7/2/2026), maka tersisa 11 hari lagi.

Namun penentuan awal Ramadan biasanya menunggu keputusan sidang isbat oleh Kementerian Agama sehari sebelum puasa dimulai.

Kapusu nosu, kuliner khas Kepulauan Buton ini biasa disajikan bersama lauk pendamping.

Seperti sayur bening, ikan kering serta sambal terasi.

Baca juga: Promo Harga Sirup, Susu Full Cream hingga Minuman Soda di Kendari Sulawesi Tenggara Jelang Ramadan

Berbahan dasar dari jagung, santan kental dan garam.

Teksturnya seperti bubur, dengan rasa sedikit manis dari jagung, asin dan gurih.

Bisa menjadi pengganti nasi karena kaya nutrisi seperti karbohidrat hingga kandungan serat yang lebih tinggi.

Ada pula kandungan vitamin dan mineral, antioksidan serta rendah kalori.

Sehingga cocok untuk mengembalikan stamina tubuh setelah seharian berpuasa.

Lantas bagaimana membuat sajian kapusu nosu untuk berbuka puasa?

Simak berikut cara membuat kapusu nosu dilansir dari dapur-the-enur.blogspot.co.id.

Baca juga: Cara Bikin Klepon Klasik, Kuliner Legendaris Mudah Dibuat, Cocok Jadi Camilan saat Sore Hari

Cara Buat Kapusu Nosu

Bahan-bahan:

Jagung tua 1 kg

Santan kelapa 750cc 

Garam secukupnya.

Proses pembuatan:

Jagung ditumbuk, biar lebih gampang bantu dengan sedikit air.

Rebus jagung, lalu tumbuk hingga terlihat lunak. 

Baca juga: Dompo Pisang Jemur Kuliner Khas Bombana Sulawesi Tenggara Cocok Jadi Oleh-oleh, Punya Cita Rasa Unik

Air rebusannya dibuang.

Campurkan santan kental bersama jagung. 

Sambil menunggu proses masak aduk terus dan beri garam secukupnya.

Setelah terlihat mengental, angkat dan sajikan.

Sumber resep: https://dapur-the-enur.blogspot.co.id/2016/06/cara-membuat-kapusu-nosu-kuliner-khasbuton-dan-wakatobi.html.

Mengenal Kaposu Nosu

Kaposu nosu berasal dari kata kapusu yang dalam bahasa Buton bermakna pipilan jagung yang sudah sudah terlepas dari kulit arinya.

Nosu berarti lesung yang merupakan alat untuk menumbuk jagung maupun gabah.

Kuliner khas yang sekilas mirip bubur jagung ini berasal dari Pulau Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Terdapat 4 kabupaten/ kota di wilayah pulau yang dikenal memiliki kandungan cadangan aspal alami satu-satunya di Indonesia.

Kabupaten/kota tersebut di pulau seluas 4.408 kilometer persegi (km2) tersebut yakni Kota Baubau.

Kabupaten Buton, Buton Selatan (Busel), dan Buton Tengah (Buteng).

Busel dan Buteng adalah kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Buton, masing-masing berdiri pada 23 Juli 2014.

Baubau menjadi kota terbesar di Pulau Buton sekaligus kedua di Provinsi Sultra dan terbesar ke delapan di Pulau Sulawesi.

Pulau Buton bisa diakses melalui jalur laut dari Kota Kendari, ibu kota Sulawesi Tenggara.

Dengan menggunakan kapal cepat seperti jetliner atau super jet dari Pelabuhan Nusantara Kendari ke Pelabuhan Murhum Baubau dengan durasi sekitar 5-6 jam.

Bisa pula ditempuh dengan berkendara melalui jalur darat kemudian menyeberangi laut menumpang kapal feri.

Dari Kota Kendari dengan roda dua atau roda empat ke Pelabuhan Amolengu, Konawe Selatan, sekitar 1-1,5 jam.

Kendaraan naik kapal feri ke Pelabuhan Fery Labuan di Wakorumba, Buton Utara (Butur) sekitar 20-30 menit.

Untuk jalur udara bisa ditempuh dengan durasi penerbangan sekitar 35-40 menit dari Bandara Hasanuddin Makassar di Sulawesi Selatan.

Baubau sudah memiliki bandar udara atau Bandara Betoambari.(*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.