TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI - Perjalanan panjang kiper Timnas Futsal Indonesia, Ahmad Habibie, menuju partai final Piala Asia Futsal 2026 bukanlah kisah instan.
Di balik kesuksesannya membawa skuad Garuda melaju ke partai puncak, tersimpan cerita perjuangan sejak masa sekolah hingga meniti karier dari turnamen kecil.
Timnas Futsal Indonesia sendiri mencetak sejarah baru setelah menaklukkan Jepang dengan skor 5-3 dalam laga semifinal yang berlangsung di Indonesia Arena, Kamis (5/2/2026) malam lalu.
Kemenangan dramatis hingga babak extra time itu mengantar Indonesia melaju ke final untuk menghadapi raksasa Asia, Iran.
Di balik gemilangnya performa tim, keluarga pemain turut merasakan kebanggaan mendalam.
Istri Ahmad Habibie, Eka Dwiyanti, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian sang suami yang kini mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.
"Sebagai supporter pasti senang banget ya. Syukur alhamdulillah Futsal Indonesia bisa masuk final dan mencetak sejarah di AFC 2026 ini," ujar Eka, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Eka menceritakan, perjalanan Habibie di dunia futsal dimulai sejak bangku sekolah menengah pertama.
Saat itu, ia aktif mengikuti berbagai turnamen kecil di sekitar kediamannya di Kampung Utan Ceger, Bekasi Selatan, sebelum akhirnya menekuni futsal secara lebih serius setelah lulus sekolah.
"Kayaknya mulai dari SMP dia sudah main futsal, ikut turnamen-turnamen kecil. Setelah lulus baru intens. Dia memang rajin latihan dan dari dulu sering ikut kompetisi," katanya.
Kesuksesan Habibie saat ini juga tak lepas dari dukungan keluarga yang selalu mendampingi setiap prosesnya.
Bahkan, Eka mengaku telah menemani perjalanan suaminya sejak sebelum dikenal luas di dunia futsal.
"Saya temani dia dari dulu, dari sebelum kenal futsal sampai sekarang namanya makin naik. Senang banget melihat perjalanan dia sampai sejauh ini," ucapnya.
Bakat olahraga rupanya mengalir dari keluarga.
Almarhum ayah Habibie, Khalid, diketahui juga pernah menjadi pemain sepak bola dengan posisi kiper dan cukup dikenal di lingkungan kampungnya di Ceger, Bekasi Selatan.
Selain pengalaman panjang, Habibie juga telah mengoleksi sejumlah medali dan prestasi, termasuk medali emas di ajang SEA Games 2025 lalu.
Semua pencapaian tersebut menjadi bekal penting dalam mengawal gawang Indonesia hingga menembus final Piala Asia Futsal 2026.
Di tengah kesibukan turnamen, Habibie tetap menjaga komunikasi dengan keluarga.
Menurut Eka, sang suami selalu menghubungi keluarga usai pertandingan, termasuk setelah kemenangan atas Jepang.
"Setiap habis tanding dia selalu telepon keluarga, bilang alhamdulillah menang lagi dan terima kasih sudah terus support," katanya.
Menjelang laga final melawan Iran, keluarga hanya bisa memberikan doa dan dukungan penuh.
Eka berharap Habibie dan seluruh pemain Timnas Futsal Indonesia dapat tampil maksimal serta menjaga kondisi fisik tetap prima.
"Kita percaya tidak ada yang tidak mungkin. Semoga Indonesia bisa kasih yang terbaik, pemain sehat tanpa cedera dan bisa membanggakan rakyat Indonesia," ujarnya.
Keluarga pun berencana hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan penuh pada laga final.
Mereka berharap momen bersejarah tersebut dapat menjadi bukti nyata perjuangan panjang Habibie, dari turnamen kecil hingga berdiri di panggung final Asia.