Momen Dramatis Ketua PN Depok Terjaring OTT KPK, 7 Petugas Berbadan Kekar Merangsek ke Rumah Dinas
Feryanto Hadi February 07, 2026 05:14 PM

 

 


Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 


WARTAKOTALIVE.COM, CILODONG - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok, I Wayan Eka Mariarta terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (5/2/2026) malam.

Wayan ditangkap saat berada di rumah dinas, Jalan Taman Anyelir 2, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Warga di sekitar lokasi, Iwan (bukan nama asli) menceritakan detik-detik penangkapan Wayan kepada wartawan TribunnewsDepok.com.

Saat kejadian, Iwan sedang duduk santai di kursi depan rumahnya yang posisinya tak jauh dari rumah dinas Ketua PN Depok.

Tiba-tiba, petugas KPK mengendarai sebuah mobil datang ke rumah dinas tersebut sekira pukul 23.00 WIB.

Iwan melihat, setidaknya ada 7 orang turun dari mobil meskipun tidak semuanya masuk ke rumah dinas Ketua PN Depok.

Sebagian dari mereka juga berjaga-jaga di sekitaran rumah, sambil memantau keadaan sekeliling.

“Yang saya lihat sih ada 7 orang, badanya kekar-kekar,” kata Iwan saat ditemui di sekitar lokasi.

Selang beberapa lama, petugas KPK membawa Wayan dan langsung meninggalkan lokasi.

Baca juga: OTT KPK: Ketua, Wakil hingga Juru Sita PN Depok Diduga Terima Suap terkait Sidang Sengketa Lahan

OTT PN DEPOK - Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Hery Supriyono mendatanga PN Depok pada Jumat (6/2/2026). Tampak mobil dinas B 5 miliknya terparkir di halaman PN Depok. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy)
OTT PN DEPOK - Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Hery Supriyono mendatanga PN Depok pada Jumat (6/2/2026). Tampak mobil dinas B 5 miliknya terparkir di halaman PN Depok. (TribunnewsDepok.com/M Rifqi Ibnumasy) (Warta Kota/M. Rifqi Ibnumasy)

“Kalau saya kan tiap malam memang duduk di depan sering kan sampe jam 2 lihat-lihat keadaan,” ujarnya.

“Biasanya enggak pernah ada masalah ini, tamu-tamu ini biasanya nggak pernah sampe malam-malam,” sambungnya.

Pasca OTT tersebut, Iwan juga melihat sejumlah orang mengendarai sepeda motor datang, namun kembali pergi.

Rumah Dinas dalam Keadaan Sepi

Pantauan TribunnewsDepok.com, rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok di Jalan Taman Anyelir 2, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong tampak sepi pada Sabtu (7/2/2026), sekira pukul 09.44 WIB.

Lokasi rumah dinas tersebut persis bersebelahan dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Multicomp.

Dari arah Jalan Kalimulya, rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok berada di sebelah kiri jalan, tak jauh dari gerbang Taman Anyelir 2.

Tampak dari depan, rumah tersebut dikelilingi pagar tembok setinggi kurang lebih dua meter dengan dominasi warna cream dan garis kuning.

Pada akses masuk, berdiri pintu pagar dorong berwarna hitam, bermaterial besi kokoh dengan tinggi yang sama.

Gerbang tersebut terkunci rapat menggunakan gembok berukuran besar hingga tak dapat dimasuki.

Wartawan TribunnewsDepok.com sempat memanggil-manggil apakah ada orang di dalam, namun tak ada jawaban.

Dari lubang pagar, terlihat ada dua bangunan rumah dengan model dan tipe yang sama persis.

Rumah dinas PN Depok tersebut memiliki halaman luas, dengan kanopi yang menjorok ke depan. 

Tidak diketahui pasti luas rumah dinas tersebut, diperkirakan mencapai 900 meter persegi. 

Meski menduduki lahan cukup luas, kedua rumah dinas itu hanya memiliki satu lantai saja.

Warga setempat, Rudi (bukan nama asli) membenarkan, kedua rumah tersebut ditempati Ketua dan Wakil Ketua PN Depok.

Meski demikian, rumah dinas tersebut tidak ditempati oleh keluarga mereka, hanya bersama ajudan saja.

“Kalau Pak Wayan tinggal di sini, cuma wakilnya ma jarang-jarang,” kata Rudi kepada TribunnewsDepok.com. 

Rudi menyaksikan, Ketua PN Depok terakhir kali terlihat di rumah dinasnya pada Kamis (5/2/2026) siang.

“Ia malam Jumat (terakhir), habis itu nutup terus,” ungkapnya.

Bahkan, Rudi sempat melihat ramai-ramai di area rumah dinas Ketua dan Wakil Ketua PN Depok pada malam Jumat, meski tidak mengetahui peristiwa apa yang terjadi.

OTT KPK

Sebelumnya, KPK menangkap Ketua, Wakil Ketua PN Depok, serta juru sita dalam OTT yang digelar pada Kamis malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan, penangkapan mereka berkaitan dengan dugaan suap sengketa lahan yang sedang ditangani.

Sengketa lahan tersebut melibatkan PT KRB, badan usaha di ekosistem Kementerian Keuangan dengan masyarakat.

“Diamankan sejumlah 7 orang, 3 orang dari pihak PN Depok, salah satunya Ketua Pengadilan Negeri,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (6/2/2026).

“Kemudian 4 orang lainnya, pihak-pihak dari PT KRB, salah satunya direkturnya,” sambungnya.

Pada OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai ratusan juta rupiah. (m38)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.