Wisata Religi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, Pilihan Rekreasi Selama Ramadan 2026
Amelda Devi Indriyani February 07, 2026 05:40 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Berikut destinasi wisata religi di Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra), bisa dikunjungi selama Ramadan 2026.

Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026.

Jika dihitung hari ini, Sabtu (7/2/2026), maka puasa Ramadan tersisa 11 hari lagi.

Awal Ramadan biasanya ditetapkan dalam sidang isbat Kementerian Agama, setelah pemantauan hilal.

Selama Ramadan, banyak aktivitas yang bisa dilakukan, salah satunya berekreasi ke wisata religi.

Di Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra, ada sejumlah destinasi wisata religi ikonik hingga unik.

Baca juga: Ide Menu Buka Puasa Ramadan, Kapusu Nosu Kuliner Khas Kepulauan Buton Sulawesi Tenggara, Cara Buat

Ada masjid di tengah teluk hingga masjid dengan interior yang unik.

Berikut di antaranya destinasi wisata religi di Kendari:

- Masjid Agung Al Kautsar

Masjid Agung Al Kautsar berada di Jalan Drs H Abdullah Silondae, Kelurahan Mandonga, Kecamatan Mandonga.

Hanya berjarak sekira 2 kilometer dari pusat kota, kawasan Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.

Pada tahun 1962, masjid tersebut dikenal sebagai masjid tentara, karena lokasinya berada di Markas Komando Resor Militer (Korem).

Bangunan masjid sarat cerita sejak mulai dicetuskan berdirinya sekitar tahun 70-an oleh Edy Sabara di Kota Kendari.

Sosok ini dikenal masyarakat sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara ketiga.

Baca juga: Kumpulan Ide Tema Perayaan Isra Miraj 1447 Hijriah/2026 Masehi di Sekolah, Kantor ataupun Masjid

Banyak yang belum tahu, di dekat lahan masjid yang kini berdiri megah, dahulu merupakan rawa-rawa.

Selanjutnya, lokasinya mulai ditimbun saat pembangunan masjid mulai dikerjakan pertama kali pada masa Ir H Alala, Gubernur Sulawesi Tenggara keempat.

Masjid tersebut berada di Jalan Abdullah Silondae Kendari dengan luas bangunan 2.475 meter persegi.

Masjid Raya Al Kautsar Kendari merupakan bangunan monumental bagi rakyat Sulawesi Tenggara menjadi pusat kegiatan ibadah dan dakwah.

Di samping kemegahan bangunannya, Masjid Raya Al Kautsar juga memiliki kelebihan dalam hal lokasi.

Di mana, posisinya yang berada di atas bukit membuat masjid ini terlihat sangat memukau.

- Masjid Al Alam

Masjid yang terbangun di atas teluk Kendari tersebut juga dikenal dengan sebutan Masjid Terapung.

Letak masjid dengan bibir pantai berjarak sekira 1,5 kilometer beralamat di Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Provinsi Sultra.

Masjid Al Alam Kendari ini dibuat tiga lantai dan mampu menampung jamaah hingga 10.000 orang.

Masjid Terapung tersebut memiliki halaman parkir yang luas ditambah spot kuliner dengan berbagai sajian kudapan.

Tak heran, Masjid Al Alam Kendari menjadi destinasi wisata yang patut dikunjungi masyarakat pada saat akhir pekan maupun libur Lebaran.

Pintu Masjid Al Alam dengan dominasi warna coklat-emas menyerupai pintu Masjid Nabawi ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan.

Baca juga: Jadwal Sidang Isbat Digelar Kementerian Agama, Penentuan Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah

- Masjid Pink Haji Latjinta

Masjid ini berada di bilangan jalan Poros Bandara Haluoleo, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga.

Masjid Haji Latjinta Hidayatullah ini dibangun pada tahun 2016 lalu.

Seorang pengusaha minyak sekaligus Pemilik SPBU di Bonggoeya dan pangkalan LPG Anil Lasaka,  menjadi donatur tunggal pembangunan masjid ini.

Semua serba merah muda, mulai dari warna kubah, cat dinding luar dan dalam bangunan, ubin, kotak amal, beberapa mukena dan hanger.

Selain itu, mimbar, tempat berwudhu, hingga ember dan timba juga berwarna merah muda.

Warna merah muda ini merupakan warna favorit Anil beserta istrinya.

Selain itu, Anil juga terinspirasi dari masjid di Filipina yang berwarna merah muda.

Peresmian masjid pada 29 Sya'ban 1441 Hijriyah atau 23 April 2020 lalu, direncanakan akan dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi.

Namun, saat itu masih awal pandemi Covid-19. Peresmian dilaksanakan langsung oleh Alin Lasaka. 

Baca juga: 5 Obyek Wisata Dalam Kota Kendari Sulawesi Tenggara Saat Long Weekend, Mulai Rp5 Ribu

- Masjid Jami Syeikh Oudah Al Bredi

Masjid Jami Syeikh Oudah Al Bredi berada di Jalan Chairil Anwar Kelurahan Wua-Wua Kecamatan Wua-Wua.

Jaraknya 5,5 kilometer atau 13 menit berkendara dari kawasan pusat kota, Tugu Religi Eks MTQ Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga.

Masjid Jami Syeikh Oudah Al Bredi tersebut memiliki sisi unik yang tidak dimiliki masjid lain di Kota Kendari, yakni mimbar yang bisa dilipat.

Ketika dilipat, mimbar ini akan menyatu dengan tembok sehingga tidak mengambil ruang atau shaf salat.

Masjid ini menyatu dengan pondok pesantren dan panti asuhan di bawah Yayasan Sahabat Mu'adz Indonesia.

Ketua Yayasan Sahabat Mu'adz Indonesia Ustaz H Zenzen Zaenal Mursalin mengatakan, konsep tersebut terinspirasi dari sebuah masjid di Turki.

Ustaz Zenzen menyebut, ingin menyediakan sarana dan prasarana ibadah yang nyaman sehingga bisa khusyuk.

Baca juga: Kendari Jadi Tuan Rumah Forum UCLG ASPAC 2026, Sekjen Bernadia Tinjau 3 Destinasi Wisata

"Mimbar itu memang ada sedikit power of kepepet, sehingga kita berfikir bagaimana memanfaatkan area yang berkenaan dengan shaf salat," ungkapnya.

- Masjid Raudhatul Jannah

Masjid tersebut terletak di Jalan Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari.

Bentuknya yang menyerupai Masjid Al Aqsa menuai pujian dari setiap orang yang berkunjung.

Pantauan TribunnewsSultra.com, Rabu (27/3/2024), kubah Masjid Raudhatul Jannah Kendari seolah dilapisi emas.

Gradasi warna emas, krem, dan putih nampak sangat indah jika dilihat pada siang hari di bawah langit biru.

Di bagian depan, terdapat ornamen air mancur berbentuk bola raksasa pada kedua sisi halaman masjid.

Tidak jauh dengan ornamen tersebut, nampak pohon kurma yang menambah kesan bak berada di Timur Tengah.

Masjid tersebut memiliki kamar mandi yang bersih serta sejumlah keran air untuk berwudhu.

Bahkan, Masjid Raudhatul Jannah mempunyai puluhan lemari loker yang bisa digunakan pengunjung menyimpan barang bawaannya.

Di tempat salat wanita, tersedia mukenah, Al-Qur'an, hingga buku bacaan berjudul Ensiklopedia Shalat.

Selain itu, adanya sejumlah penyejuk udara alias AC membuat seisi ruangan terasa lebih sejuk dan nyaman.(*)

(TribunnewsSultra.com/Amelda Devi Indriyani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.