TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Kabupaten Mamuju resmi mengoperasikan fasilitas hunian bagi mahasiswi asal Mamuju yang tengah menempuh pendidikan di Kota Makassar.
Fasilitas Asrama Putri Manakarra ini diresmikan Bupati Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi, pada Jumat (6/2/2026).
Terletak di Jalan Buakana VIII, Kelurahan Buakana, Kecamatan Rappocini, asrama ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan hunian yang layak, aman, dan terjangkau bagi para mahasiswa rantau.
Baca juga: Ramadan 2026 Segera Tiba, Begini Cara Mengajarkan Puasa pada Anak Tanpa Paksaan
Baca juga: KemenHAM Sulbar Laporkan SPBU Bulucindolo Pasangkayu Diduga Salahgunakan BBM Subsidi
Bangunan Asrama Putri Manakarra tampil dengan arsitektur modern minimalis yang didominasi warna abu-abu dipadukan dengan aksen biru cerah pada pilar-pilar bagian depan.
Secara visual, gedung dua lantai ini dirancang dengan konsep sirkulasi udara yang baik, terlihat dari deretan jendela kaca di bagian atas dan penggunaan panel garis-garis vertikal pada fasad lantai dua.
Keamanan penghuni menjadi prioritas, ditandai dengan pagar tembok kokoh yang dikombinasikan dengan gerbang kayu vertikal yang elegan.
Di lantai dua, terdapat area balkon yang dilindungi pagar pengaman minimalis, memberikan ruang terbuka bagi mahasiswi untuk beraktivitas di luar kamar namun tetap dalam lingkungan yang privat.
Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Mamuju (Hipermaju), Aksan Iskandar, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Kabupaten Mamuju tersebut.
Menurutnya, peresmian asrama ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi sumber daya manusia.
"Kehadiran asrama ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan mahasiswa, khususnya bagi teman-teman mahasiswa Mamuju yang berkuliah di Makassar," ujar Aksan, Sabtu (7/2/2026).
Aksan menambahkan asrama ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi inkubator bagi pengembangan diri mahasiswa.
"Asrama tidak hanya menjadi tempat tinggal yang layak dan aman, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter, penguatan solidaritas, serta pengembangan potensi mahasiswa sebagai generasi penerus daerah," lanjutnya.
Harapan Pengelolaan Berkelanjutan
Pihak PP HIPERMAJU meyakini dengan adanya fasilitas ini, kendala biaya hunian yang sering dihadapi mahasiswa rantau dapat teratasi, sehingga mereka bisa lebih fokus pada prestasi akademik.
"Kami berharap asrama ini dapat dikelola dengan baik dan dimanfaatkan secara maksimal. Sinergi antara pemerintah dan mahasiswa harus terus terjaga demi kemajuan SDM daerah secara berkelanjutan," tutup Aksan.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi