Ramadan 2026 Segera Tiba, Begini Cara Mengajarkan Puasa pada Anak Tanpa Paksaan
Abd Rahman February 07, 2026 05:42 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM - Bulan Ramadhan menjadi momentum penting bagi keluarga Muslim untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak dini. 

Salah satu yang kerap diperkenalkan adalah ibadah puasa, bukan sebagai kewajiban, melainkan sebagai proses pembelajaran spiritual dan pembentukan karakter.

Tahun ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026, sementara 1 Syawal pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. 

Baca juga: KemenHAM Sulbar Laporkan SPBU Bulucindolo Pasangkayu Diduga Salahgunakan BBM Subsidi

Baca juga: Kunci Jawaban Pendidikan Agama Islam Kelas 11 Hal 291: Memahami Ketentuan Pernikahan dan Larangannya

Meski pemerintah masih menunggu Sidang Isbat Kementerian Agama untuk penetapan resmi, orang tua dapat mulai mempersiapkan anak menyambut Ramadhan dengan pengenalan ibadah secara bertahap.

Puasa bagi anak pada dasarnya belum bersifat wajib karena kewajiban tersebut baru berlaku setelah seseorang mencapai usia baligh. 

Namun demikian, para orang tua dianjurkan mengenalkan puasa secara perlahan agar anak memahami maknanya tanpa merasa terpaksa.

Mengacu pada sejumlah sumber kesehatan, anak usia sekitar lima tahun sudah dapat diperkenalkan pada konsep puasa dengan durasi singkat, misalnya menunda waktu sarapan selama beberapa jam. 

Pada usia tujuh hingga sepuluh tahun, anak dapat dilatih berpuasa setengah hari, dengan catatan orang tua tetap memantau kondisi fisik, seperti tanda-tanda lemas atau dehidrasi.

Apabila anak menunjukkan kondisi tubuh yang baik, latihan puasa penuh dapat mulai dicoba saat usia sekitar sepuluh tahun. 

Kendati demikian, kebutuhan gizi anak dalam masa pertumbuhan tetap harus menjadi perhatian utama agar puasa tidak mengganggu kesehatan dan perkembangan mereka.

Selain aspek fisik, Ramadhan juga menjadi sarana pembelajaran sosial dan emosional bagi anak. 

Melalui puasa, anak belajar menahan diri, memahami empati terhadap orang lain, serta memperkuat kebiasaan beribadah dan berbagi.

Agar proses belajar berjalan optimal, orang tua disarankan menciptakan suasana Ramadhan yang menyenangkan. 

Pendekatan melalui cerita, keterlibatan anak dalam persiapan sahur dan berbuka, serta pemberian apresiasi atas usaha anak dinilai lebih efektif dibandingkan pemaksaan.

Dengan pendampingan yang tepat, Ramadhan dapat menjadi pengalaman bermakna yang membantu membentuk karakter anak, sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap ibadah sejak usia dini.

Cara Mengajarkan Puasa pada Anak dengan Menyenangkan Mengajarkan puasa kepada anak bisa dilakukan dengan sejumlah cara, termasuk memberikan pemahaman anak lebih dulu.

Selain itu, memberikan apresiasi anak jika berhasil berpuasa, tetapi juga tidak memarahi saat gagal berpuasa.

Dikutip dari situs resmi Umsura (Universitas Muhammadiyah Surabaya), berikut beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk melatih anak berpuasa:

1. Memberikan Pemahaman Sesuai Usia

Pertama, Anda bisa mengajak untuk memahami makna puasa melalui cerita menarik tentang Nabi dan kisah-kisah inspiratif lainnya. 

2. Melatih Puasa Bertahap (Puasa Setengah Hari)

Anak-anak belum wajib puasa, jadi tidak perlu langsung puasa penuh seharian.

Ajari anak secara bertahap, misalnya puasa sampai waktu dzuhur atau ashar dulu. 

Nanti, waktu berpuasa dapat ditambah perlahan hingga maghrib. 

3. Ciptakan Suasana Ramadan Menyenangkan

Agar Ramadhan lebih menyenangkan, Anda bisa membuat permainan yang berkaitan dengan puasa.

Misalnya, menghitung hari puasa atau membuat kalender puasa bertema sesuatu yang disukai anak. 

Selain itu, Anda bisa melibatkan si kecil dalam menyiapkan makanan sahur dan berbuka puasa. 

4. Beri Apresiasi dan Pujian

Jangan lupa memberikan pujian kepada sang anak ketika berhasil berpuasa.

Untuk menambah keseruan, Anda bisa memberikan apresiasi berupa benda atau lainnya yang disukai si anak.

Para orang tua juga bisa mengadakan kegiatan bersama teman-teman mereka, seperti buka bersama.

JADWAL IMSAKIYAH - Gambar hasil olahan Ai menunjukkan ilustrasi bacaan doa selama bulan Ramadan, diunggah Selasa (4/3/2025).
JADWAL IMSAKIYAH - Gambar hasil olahan Ai menunjukkan ilustrasi bacaan doa selama bulan Ramadan, diunggah Selasa (4/3/2025). (Freepik)

Pengaruh Puasa terhadap Kehidupan Sosial Anak

Selama bulan Ramadan, anak-anak belajar untuk menahan diri dari makan dan minum. Hal itu, dapat mendorong si kecil untuk lebih memahami perasaan orang-orang yang kurang beruntung.  

Kegiatan berbuka puasa bersama keluarga dan teman pun menciptakan momen kebersamaan, bisa memperkuat silaturahmi.

Selain itu, melalui kegiatan keagamaan dan sosial di bulan Ramadhan, anak-anak juga belajar untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.

Aktivitas positif di bulan Ramadhan inilah yang diharapkan dapat membentuk karakter yang lebih baik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.