TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Semarang - Penyebab Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto meninggal dunia akhirnya terungkap, sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Ya, Wabup Benny berpulang setelah berjuang melawan sakit kanker yang dideritanya. Benny meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026) di RSUP Dr Kariadi.
Wabup Benny "mondok" di RSUP Dr Kariadi sejak Kamis (29/1/2026).
Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali di dalam tubuh, yang dapat menyerang jaringan lain (menyebar/metastasis) dan mengganggu fungsi organ.
Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunJateng.com, Humas RSUP Dr Kariadi Kota Semarang, Aditya Kandu Warendra mengatakan, mendiang Benny tutup usia sekitar pukul 11.00 siang.
Baca juga: Sosok Benny Indra Ardhianto, Wabup Klaten yang Meninggal di Usia 33 Tahun
"Betul informasinya. Almarhum meninggal dunia hari ini sekitar jam 11 siang. Sempat dirawat di Paviliun Garuda Lantai 5 sejak tanggal 29 Februari 2026," katanya kepada tribunjateng.com, Sabtu (6/2/2026) siang.
Dia menambahkan, wabup Benny meninggal setelah menjalani sejumlah perawatan untuk penyembuhan sakit kanker yang dideritanya.
"Beliau sudah bolak balik mondok dan kemo," jelasnya. Informasi dari perawatan pasien di Paviliun Garuda, diagnosa sakit kanker," kata dia.
Sementara itu, pantauan tribunjateng.com di RSUP Dr Kariadi, jenazah wabup Klaten sudah keluar dari kamar jenazah sekira pukul 13.00 dan langsung dibawa ke rumah duka di Klaten menggunakan ambulance.
Selain staff, beberapa pejabat juga menyempatkan ke RSUP Kariadi.
Satu di antaranya anggota DPRD Jateng dari Fraksi Partai Gerindra, Sri Hartini.
"Ya ini kita juga langsung ikut ke Klaten, karena ternyata jenazah baru saja diberangkatkan ke rumah duka," ujarnya.
Sri Hartini mengaku tak menyangka mendengar kabar duka almarhum wabup Klaten meninggal dunia.
"Beliau itu adalah sosok muda yang energik dan dia baik. Malah saya kaget sekali karena selama ini saya tidak pernah mendengar kalau beliau sakit," ungkapnya.
Saat tiba di RSUP Kariadi, ia menyebut baru saja mengetahui kabar duka tersebut.
"Tadi saya pas ada acara dikabarin kalau beliau meninggal.
Terus kita langsung menyusul ke Karyadi di ruang jenazah dan ini beliau almarhum sudah dibawa pulang ke Klaten, tapi almarhum insyaallah orang baik," katanya saat tiba di Kamar Jenazah RSUP Kariadi masih mengenakan rompi DPD Papera (Pedagang Pejuang Indonesia Raya) Jateng.
"Pas acara kemudian mendapatkan kabar itu baru 5 menit yang lalu meninggalnya terus kami acara dibubarkan terus kita nyusul ke sini sekarang almarhum eh almarhum sudah dibawa ke Klaten," ungkapnya.
Kabar duka kembali menyelimuti Kabupaten Klaten. Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardianto, dilaporkan meninggal dunia pada Sabtu (7/2/2026) siang.
Almarhum mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di RSUP dr Kariadi, Kota Semarang.
Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Jateng, jenazah Benny Indra Ardianto disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Dukuh Tegalrejo RT 21 RW 06, Desa Karang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Sejumlah kerabat dan pelayat mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026.
Almarhum akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jonggranggan, Ngreden, Wonosari, dengan jadwal pemakaman pada pukul 11.00 WIB.
Benny Indra Ardianto tutup usia pada umur 33 tahun.
Kepergian sosok muda yang menjabat sebagai Wakil Bupati Klaten tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Hingga saat ini, ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak yang mengenal dan pernah bekerja bersama Benny selama menjalankan tugas pemerintahan.
Benny Indra Ardhianto resmi menjabat sebagai Wakil Bupati Klaten untuk periode 2024–2029.
Sosok muda kelahiran Klaten ini dikenal sebagai pengusaha sekaligus kader Partai Gerindra yang mulai terjun ke dunia politik dalam beberapa tahun terakhir.
Benny Indra Ardhianto lahir di Klaten pada 14 April 1992. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pendidikan sarjananya diselesaikan di Program Studi Manajemen Ekonomi, Fakultas Bisnis dan Ekonomi UGM pada periode 2010–2015.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi magister di bidang Administrasi Bisnis di fakultas yang sama pada tahun 2015 hingga 2019.
Dalam kehidupan profesional, Benny dikenal sebagai pengusaha di sektor distribusi gas elpiji 3 kilogram.
Latar belakang dunia usaha tersebut menjadi salah satu modalnya dalam memahami persoalan ekonomi dan kebutuhan masyarakat di daerah.
Benny merupakan putra dari Hariyanto, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Klaten.
Pria asal Desa Karang, Kecamatan Delanggu ini mengungkapkan bahwa dirinya telah menjadi kader Partai Gerindra sejak 2019.
Meski berasal dari keluarga politisi, Benny sebelumnya belum pernah maju dalam kontestasi pemilu.
Ia mengaku sengaja menahan diri karena tidak ingin berhadapan secara langsung dengan sang ayah dalam dinamika politik internal.
"Kalau saya masuk di bursa Cawabup memang sebetulnya dari iklimnya internal partai, yang diajukan atau yang mendaftarkan itu baru saya untuk internal partai," ujar Benny.
Terkait anggapan nepotisme, Benny menegaskan bahwa dirinya mengikuti seluruh mekanisme dan aturan yang berlaku di internal partai.
Ia menilai proses tersebut penting untuk menjaga marwah organisasi politik.
"Kita mengisi biar marwahnya partai keluar," jelas dia.
"Tapi ke depan ada tes, ada seleksi, ya saya ikut aturan saja," imbuhnya.
Lebih lanjut, Benny menyampaikan bahwa motivasi utamanya maju dalam kontestasi Pilkada Klaten adalah keinginan untuk mendorong kemajuan daerah.
Ia juga ingin memperjuangkan aspirasi generasi muda agar lebih didengar dan diimplementasikan dalam berbagai sektor pembangunan.
Benny mencontohkan Kota Solo sebagai daerah yang berhasil melibatkan peran anak muda dalam proses pembangunan, sehingga mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Meski demikian, Benny menegaskan bahwa seluruh proses pencalonan tetap diserahkan sepenuhnya kepada keputusan partai, termasuk dalam hal rekomendasi resmi.
"Saya sudah bilang bapak harus obyektif sebagai ketua DPC, entah siapa itu yang mendaftar, internal maupun eksternal," ucapnya.
"Entah siapa itu orangnya, kalau yang sekiranya itu bagus, baik, diangkat oleh partai Gerindra. Tetap saya dukung," pungkasnya.
Wakil Bupati klaten Benny Indra Ardhianto sekaligus kader partai Gerindra meninggal dunia di RSUP dr Kariadi Semarang, Sabtu (7/2/2026) siang.
Kabar duka ini dibenarkan oleh pengurus DPD Gerindra Jateng.
"Iya betul, baru saja," ujar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Tengah, Sri Hartini kepada Tribun.
Ia belum mengetahui agenda pemakaman kadernya tersebut. Sebab, informasi kematian almarhum juga baru diterimanya. "Belum tahu," katanya.
Meskipun begitu, sejumlah kader Gerindra bakal melakukan takziah ke rumah duka selepas agenda internal. "Pastinya kami akan kunjungan ke sana," bebernya.
Hartini mengaku berduka atas kematian almarhum. Ia pun tak menyangka sosok pemuda aktif ini pergi begitu cepat. Ia melihat almarhum sebagai sosok kader yang baik. "Ia kader Gerindra terbaik di Klaten," ungkapnya.
Bersumber dari website resmi Pemkab Klaten berikut Profil Wakil Bupati Klaten:
Nama: H. BENNY INDRA ARDHIANTO, S.E., M.B.A
Tempat/Tanggal Lahir: BOYOLALI/14 Apr, 1992
Riwayat Pendidikan
1. SMA N 1 KLATEN (2007-2010)
2. S1 UNIVERSITAS GAJAH MADA (2010-2015)
3. S2 UNIVERSITAS GAJAH MADA (2015-2019)
Sementara dinukil dari situs KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada), Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto resmi terpilih sebagai Ketua Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Klaten periode 2025–2030.
Benny merupakan alumnus Fakultas Ekonomi UGM angkatan 2015 dan melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di almamater yang sama.