Orangtua Histeris Saksikan 4 Bocah Tewas Tenggelam, Sungai Lebihi Tinggi Badan Korban
Kiki Novilia February 07, 2026 06:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Ponorogo - Empat bocah ditemukan tewas tenggelam di sebuah sungai kecil di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026).

Keempatnya adalah JN (7), AP (4), SK (4) dan Alwi (4). Mereka adalah 3 perempuan dan 1 laki-laki.

Jasad para korban ditemukan orangtuanya dalam kondisi mengapung setelah mereka tak kunjung pulang. Sontak orangtua korban histeris melihat pemandangan tersebut. 

“Ditemukan jam 11 sebelum jumatan. Orang tuanya mencari karena memang main tapi ndak pulang. Tahu-tahu ketemu di sini,” ungkap salah satu tetangga korban, Sumaji, dikutip dari TribunJatim, Sabtu (7/2/2026).

"Dua mengapung, dua lainnya masih di dalam begitu,” sambung dia.

Baca juga: 2 Bocah SD Terseret Arus Sungai ke Lubang Galian Pasir hingga Meninggal Tenggelam

Dia menjelaskan bahwa kedalaman sungai kecil itu sekitar 140 sentimeter. Sedangkan tinggi keempat korban tidak ada yang sampai 140 sentimeter.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menyatakan, korps bhayangkara telah melakukan olah TKP. 

“Yang jelas memang kecelakaan murni,” katanya.

Setelah kejadian, empat bocah tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Jambon oleh orang tuanya. Namun, nyawa mereka tak tertolong. Pantauan Tribunjatim Network di Puskesmas Jambon, orang tua menangis histeris.

Tangis histeris keluarga juga pecah saat jenazah empat bocah korban tenggelam tiba di rumah duka masing-masing.

Pantauan Tribunjatim Network, di salah satu rumah duka, orang tua korban menangis karena anak satu-satunya meninggal dunia dengan cara tragis. 

Tangisannya semakin pecah saat ambulans yang membawa jenazah anaknya sampai di rumah. Beberapa keluarga dekat nampak menenangkan.

“Setelah selesai dilakukan identifikasi, keempat korban kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing untuk disemayamkan,” ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Sabtu (7/2/2026).

AKBP Andin mengatakan bahwa keluarga korban masih shock atau kaget. Hal itu bukan tanpa sebab. Mereka masing-masing adalah anak tunggal. Pihak keluarga belum ada yang bisa memberikan keterangan. 

“Kami mendampingi polres dan polsek. Kami bantu proses pemakaman. Intinya kita meringankan lah. Ini murni kecelakaan,” tegas AKBP Andin.

Dia menjelaskan, lokasi tenggelamnya 4 bocil itu sebuah sungai kecil. Namun di tengah-tengah ada sebuah cekungan tempat bertemunya air.

“Kedalaman air itu setelah kami olah TKP 140 sentimeter. Padahal tinggi anak-anak yang menjadi korban itu tadi yang paling tinggi 116 sentimeter,” urainya.

Menurut AKBP Andin, keempat bocah itu baru pertama kali bermain di lokasi. Mereka, jelas dia, baru sampai rumah dari sekolah kemudian bermain.

“Keempat orang tua juga tidak menyangka anak-anak mereka main di lokasi. Biasanya di bawah, yang air dangkal tadi lo,” papar AKBP Andin.

Diduga, karena baru pertama, keempat anak tersebut tidak tahu kedalaman air.

“Yang menemukan korban itu salah satu orang tua. Keempat-empatnya meninggal dunia di lokasi,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.