TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG – PSIS Semarang bergerak agresif di penghujung bursa transfer paruh musim Pegadaian Championship 2025/2026 dengan meresmikan tiga amunisi baru untuk memperkuat kedalaman skuat.
Langkah ini menjadi upaya serius manajemen "Mahesa Jenar" guna mendongkrak performa tim yang saat ini masih tertahan di papan bawah klasemen.
Dua nama terakhir yang resmi didaftarkan ke operator kompetisi adalah penyerang Thaufan Hidayat (eks Deltras Sidoarjo FC) dan gelandang bertahan senior Fridolin Kristof Yoku (eks Persipura Jayapura).
Sebelumnya, PSIS juga telah mengamankan jasa bek berpengalaman Ibrahim Sanjaya dengan status pinjaman dari Persis Solo.
Baca juga: Jelang Penutupan Bursa Transfer Pemain, PSIS Rekrut Striker Deltras FC dan Gelandang Persipura
Profil dan Statistik Amunisi Baru
Thaufan Hidayat diproyeksikan mempertajam lini serang setelah mencatatkan 13 penampilan dan mengoleksi 2 gol pada musim ini.
Sementara itu, Fridolin Yoku yang berusia 29 tahun diharapkan mampu menjaga stabilitas lini tengah dengan pengalaman panjangnya di kompetisi nasional.
Meski Thaufan dan Yoku sudah terdaftar secara resmi di situs operator kompetisi, keduanya belum terlihat bergabung dengan tim. Sebaliknya, Ibrahim Sanjaya sudah langsung terjun dalam program latihan intensif.
Fokus Bertahan di Liga
Ibrahim Sanjaya, yang saat ini mengikuti pemusatan latihan di Yogyakarta (4–10 Februari 2026), menegaskan komitmennya untuk membawa PSIS keluar dari zona merah.
Menurutnya, reputasi besar PSIS tidak sebanding dengan posisi mereka saat ini.
"Saya akan memberikan yang terbaik untuk tim agar bagaimana nanti tim ini bisa tetap bertahan. PSIS tim besar dan tidak pantas berada di posisi papan bawah," tegas Ibrahim.
Baca juga: Diduga Rem Blong, Truk Box Tabrak Truk Engkel di Turunan Kemranjen Banyumas, Kondisi Mobil Ringsek
Rekonstruksi Besar-besaran
Masuknya ketiga pemain ini menandai perombakan besar yang dilakukan manajemen musim ini.
Hingga paruh musim 2025/2026, PSIS Semarang tercatat telah mendatangkan total 19 pemain baru.
Agresivitas di bursa transfer ini mencerminkan desakan publik dan evaluasi internal atas hasil minor di putaran pertama.
Ujian perdana bagi para pemain baru ini akan segera tersaji saat kompetisi kembali bergulir setelah masa jeda pemusatan latihan berakhir. (arl)