TRIBUNMANADO.CO.ID - Persatuan Olahraga Beladiri Ishikawa Karatedo Indonesia (Porbikawa) Sulawesi Utara (Sulut) menggelar prosesi naik sabuk dari coklat ke hitam dan 1.
Kegiatan ini berlangsung di pantai New Triple "M" Beach di Kolongan I, Kecamatan Kombi, Kabupaten Minahasa, Sulut, Sabtu (7/2/2025).
Sebanyak 42 anggota Porbikawa Sulut naik sabuk hitam dan 1.
Ketua Porbikawa Sulut Shihan Susanto Saada menjelaskan proses penyamatan sabuk ini biasa digelar.
"Mereka yang naik sabuk hitam dan 1 ini tidak sembarangan karena telah mengikuti berbagai ujian dan tantangan yang berat.
Bahkan mereka harus menguasai meteri dan ujian sabuk hitam jadi memang tidak gampang," jelas Susanto.
Susanto menjelaskan dengan mengusung motto “Kasih Menembus Perbedaan”, Porbikawa hadir memberikan nuansa baru dalam dunia karate.
"Sehingga dengan kenaikan sabuk hitam, diharapkan semua anggota bisa menjaga etika yang diajarkan di Porbikawa," ungkapnya.
Menurut Susanto, Porbikawa Sulut sudah sangat siap tampil diberbagai kejuaraan tingkat regional maupun Nasional.
"Jadi setiap anggota kita latih menjadi seorang atlet yang berprestasi yang bisa membawa nama daerah sampai di kancah Nasional," tandasnya.
Dia pun berterima kasih kepada semua orang tua yang telah memberikan support penuh sehingga kegiatan ini bisa berjalan baik.
"Terima kasih kasih kepada orang tua juga yang hadir dan ikut meramaikan kegiatan ini," pungkasnya.
Ilmu aliran Porbikawa pertama kali dibawa oleh seorang tentara Jepang bernama ISHIKAWA, pada saat pendudukan Indonesia oleh Jepang.
Didasari naluri ISHIKAWA sebagai seorang guru Karate, maka dia mengajarkan ilmunya pada pemuda pribumi.
Saat itulah ilmu aliran karate mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia, dan mungkin saat itulah pertama kali ilmu karate masuk Indonesia.
Sebuah ilmu beladiri yang sangat berbeda dengan aliran yang telah ada sebelumnya, sebagai contoh pencak silat atau kungfu.
Karena teknik Karate yang menghasilkan gerakan serangan, tangkisan dan sikap yang bagai halilintar ini, akhirnya menarik perhatian seorang pemuda bernama SOETIKNO WIJAYA untuk mempelajarinya.
Sebagai seorang yang telah mempelajari berbagai aliran beladiri sebelumnya, tentu akan sangat antusias jika melihat aliran beladiri baru, itulah yang terjadi pada Soetikno waktu itu.
Daftar nama nama 42 Anggota Porbikawa Sulut Manado dan Kabupaten Talaud yang ikut naik sabuk hitam Dan 1:
1. Bill Aldrich Vandevano Maloho
2. Khairun Muhammad Fadhil Irwan syah
3. Clarisha Syalomitha Madondaeng
4. Tangguh Prabowo Supriyanto
5. Alya Azizah Supriyanto
6.Syalomicheel Felove Syella Smith
7. Israfil Sarwana Satima
8. Keira Jemima Sundalangi
9. Syallom Liffya Sundalagi
10.Claudia Rafika Rasubala
11.Keane Arya Conary Rindengan
12. Kent Edrick Wong Wala
13. Azrael V. N. Piri
14. Bernadus Senohadi
15. Clei Wuntu
16.Daniel Varrel David Taroreh
17.Ferry Taroreh
18. La Kaynseghulu
19. Nesto Temorubun
20. George Clive Supit
21. Margaretha Wongso
22. Alfonsus Rizal Montolalu
23. Sumarni Mangune
24. Glend N.F. Ladi
25. Rani Cia Timpalen
26. Anggun Hosian Horman
27. Alvha Romeo Lembong
28. Andris Maarial
29. Noldy Rellu
30. Kevin Gianfranco Harindah
31. Gabriel Arsene Muhat
32. Witmar Ambana Gemeh
33. Ananda Syalomita Tamengge
34. Syeli Mariani Walensendouw
35.Syela Mariana Walensendouw
36. Juliani Sumaili
37. Nelvi Ribka Timpalen
38. Ariel Manaida
39. Febrianus Mangune Gawe
40. Brayen Maarial
41. Yuusgianto Muhat
42. Ipda. Eycman Virchow Gagola