Pemuda Malang Hilang di Pantai Sine Tulungagung Usai Selamatkan 2 Orang
Cak Sur February 07, 2026 07:49 PM

 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Nasib nahas menimpa M Attaya Ulum (20) wisatawan asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang dilaporkan hilang di Pantai Sine, Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim).

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Korban hilang terseret ombak setelah melakukan aksi heroik menyelamatkan wisatawan lain yang tenggelam.

Peristiwa bermula saat dua wisatawan asal Ponorogo, Andri (49) dan Resta (25), berenang di area dekat bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Tiba-tiba, ombak besar datang dan menyeret keduanya ke tengah laut.

Niat Menolong Berujung Musibah

Melihat kejadian tersebut, Attaya yang saat itu berkunjung bersama tiga temannya langsung berinisiatif memberikan pertolongan meskipun tidak mengenal korban.

Aksi penyelamatan tersebut sebenarnya membuahkan hasil, karena Andri dan Resta berhasil dibawa ke tepi pantai. Namun, Attaya diduga kehabisan tenaga saat mencoba kembali ke daratan.

Berikut adalah rincian saksi dan korban dalam kejadian tersebut:

  • Korban Hilang: M Attaya Ulum (20), warga Kota Malang.
  • Korban Selamat: Andri (49) dan Resta (25), warga Kabupaten Ponorogo.
  • Rekan Korban: Achmad Wildani, Fikri dan Ahmad Riskilah.

Proses Pencarian Tim SAR Gabungan

Warga sekitar dan nelayan sempat berusaha melakukan pencarian sesaat setelah korban berteriak minta tolong, namun Attaya dengan cepat hilang ditelan ombak.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Sudarmaji menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan Pos Basarnas Trenggalek.

"Kami sedang menyusun strategi pencarian bersama Basarnas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan arus di Pantai Sine," jelas Sudarmaji kepada SURYA.co.id di lokasi kejadian.

Karakteristik Pantai Sine

Pantai Sine dikenal memiliki ombak yang cukup ganas karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Area di sekitar TPI seringkali memiliki palung atau arus balik (rip current) yang membahayakan bagi wisatawan yang berenang.

Berdasarkan data keamanan laut, wisatawan kerap diingatkan untuk tidak berenang terlalu jauh ke tengah, terutama di area yang tidak dijaga secara ketat oleh penjaga pantai.

Imbauan: Bagi pengunjung pantai selatan Jawa, diharapkan selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan mematuhi rambu larangan berenang guna menghindari kecelakaan laut yang serupa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.