TRIBUNNEWSSULTRA, KENDARI- Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin resmi menetapkan Kabupaten Muna sebagai "medan tempur" utama dalam peta politik Bumi Anoa.
Tak tanggung-tanggung, Darwin mematok target ambisius yakni merebut 12 kursi dari enam daerah pemilihan (dapil) pada Pemilu 2029 mendatang.
Pernyataan tersebut ditegaskan Darwin di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Muna yang digelar di Resto Kun-Kun, Kota Raha, Sabtu (7/2/2026).
Momentum ini juga menjadi panggung pengukuhan kembali LM Natsir Ido untuk menakhodai Golkar di Kabupaten Muna selama tiga periode berturut-turut.
Bagi Darwin, angka 12 kursi bukan sekadar statistik, melainkan tolok ukur kesuksesannya memimpin Golkar di level provinsi.
Ia secara terbuka menyebut bahwa Muna adalah cerminan martabat politiknya.
"Penilaian keberhasilan saya memimpin Golkar Sultra akan dilihat dari sejauh mana perolehan kursi di DPRD Muna. Jika gagal di sini, tentu akan menjadi rapor merah untuk kabupaten lainnya," tegas Darwin
Baca juga: Biodata La Ode Darwin Bupati Muna Barat Jadi Ketua Golkar Sulawesi Tenggara, Harta Kekayaan
Target ini terbilang sangat berani. Pasalnya, Darwin menuntut lompatan tiga kali lipat dari raihan saat ini yang hanya menyentuh 4 kursi.
Untuk mewujudkannya, Golkar harus mampu mengamankan rata-rata dua kursi di setiap dapil (double seat).
Berdasarkan analisis peta politik terbaru, tantangan terberat Golkar berada di Dapil Muna 1 (Katobu, Batalaiworu) & Dapil Muna 6 (Duruka, Lohia), di mana wilayah ini merupakan basis tradisional PDI-P dan NasDem yang dikenal memiliki akar rumput solid.
Kemudian Dapil Muna 4 dan Muna 5. Meski secara historis menyumbang suara bagi Golkar, Darwin mendesak adanya ekspansi suara besar-besaran agar tidak hanya stagnan di satu kursi.
Menyadari posisi Natsir Ido yang sudah memasuki periode ketiga, Darwin menyiapkan strategi "intervensi" dari tingkat provinsi guna memastikan mesin partai tidak mengalami keausan.
Ia berencana melakukan kurasi ketat terhadap komposisi calon legislatif (caleg).
"Nanti dalam penyusunan caleg akan ada intervensi dari DPD I. Target saya, Desember 2026 komposisi 200 persen caleg sudah siap. Penentuan final (100 persen) akan didasarkan pada basis dukungan nyata serta kesiapan finansial operasional kampanye," ungkapnya.
Selain memperketat seleksi, Darwin juga menyoroti pentingnya regenerasi. Ia mendorong perekrutan kader muda secara masif untuk menggaet pemilih dari kalangan Gen Z, yang diprediksi akan menjadi kunci kemenangan di masa depan.
Kini, publik menunggu apakah kolaborasi antara pengalaman panjang Natsir Ido dan agresi politik La Ode Darwin mampu mengubah wajah Golkar di Muna.
Jika berhasil, Golkar tidak lagi sekadar menjadi wakil pimpinan, melainkan penguasa tunggal di parlemen Kabupaten Muna (*)
(TribunnewsSultra/Sugi Hartono)