TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Satuan Gugus Tugas (Satgas) Pengentasan Kemiskinan dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember menyelidiki keracunan massal siswa SMPN 1 Umbulsari, Jawa Timur.
Penyelidikan ini sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi hidangan MBG yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ketua Satgas Pengentasan Kemiskinan dan MBG Pemkab Jember, Akhmad Helmi Lukman, mengungkapkan adanya perbedaan keterangan antara pihak penyedia makanan dan tenaga kesehatan.
“Dari pihak SPPG disebutkan ada makanan bercampur susu yang menyebabkan gangguan pencernaan. Namun pihak puskesmas menyangkal, karena ada guru yang tidak minum susu tapi juga mengalami mual. Kesimpulannya, ada dugaan masalah dalam pengolahan makanan,” ujar Helmi, Sabtu (7/2/2026).
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa
Helmi yang juga menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Jember menegaskan, Satgas menemukan indikasi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) oleh pihak SPPG, khususnya terkait kewajiban penyimpanan sampel makanan.
“Seharusnya ada sampling makanan selama dua hari berturut-turut. Sampel itu tidak boleh dibuang karena sangat penting jika terjadi kejadian luar biasa,” jelasnya.
Menurut Helmi, sampel makanan berfungsi sebagai bahan uji laboratorium apabila muncul masalah kesehatan setelah konsumsi.
“Sampel itu nantinya diuji di laboratorium Dinas Kesehatan kabupaten atau provinsi. Tapi setelah dicek, ternyata tidak ada sampel yang disimpan. Karena itu kami berikan teguran,” imbuhnya.
Baca juga: Di Tengah Wacana Karyawan MBG jadi PPPK, Ada Guru 18 Tahun Mengabdi di Bondowoso Berhonor Rp 350.000
Kepala SMPN 1 Umbulsari, Mamik Sasmiati, berharap pihak penyedia MBG dapat lebih memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa.
“Demi anak bangsa, makanan bergizi seharusnya membuat anak-anak semakin sehat. Tapi justru terjadi hal yang tidak kami inginkan. Ini baru pertama kali terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, Mamik menegaskan pihak sekolah tidak ingin saling menyalahkan karena penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan.
“Pihak puskesmas juga belum bisa menyimpulkan karena tidak ada uji laboratorium terhadap makanan yang diduga menyebabkan gejala,” tambahnya.
Baca juga: Dimediasi PN Pasuruan, Gugatan Pengadaan Kendaraan MBG Berakhir Damai
Terpisah, Kapolsek Umbulsari AKP Setyono Budhi memastikan para siswa yang diduga mengalami keracunan telah mendapatkan penanganan medis.
“Korban sudah ditangani dan satu per satu mulai pulih. Keluhan mual sudah bisa diatasi,” katanya.
Satgas memastikan penyelidikan akan terus dilakukan guna memastikan keamanan program MBG serta mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.