Beda Motif Peristiwa di Banjarmasin, Suami Bunuh Istri yang Hamil Muda, Lampiaskan Dendam Terpendam
Murhan February 07, 2026 09:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus pembunuhan yang melibatkan suami dan istri kembali terjadi. Hal ini juga pernah terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Juli 2025.

Kali ini, pembunuhan terjadi pada Aulia Zakrike (19) di Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Perempuan yang sedang hamil ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya pada Kamis (5/2/2026) siang.

Ketika itu, warga Desa Air Kopras, Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, itu diketahui baru tiga bulan menikah dengan Oga Yunanda (23).

Usut punya usut, ternyata Aulia Zakrike tewas dibunuh oleh suaminya sendiri.

Sang suami tak bisa lagi mengelak setelah polisi menemukan alat bukti yang cukup.

Baca juga: Pembunuhan Pelajar di Barabai HST, Begini Sosok Terduga Pelaku di Mata Warga

Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian penyelidikan mengarah kepada suami korban.

Dari hasil tersebut, penyidik kemudian menetapkan suami korban sebagai pelaku pembunuhan.

“Dari hasil pemeriksaan, semua petunjuk dan alat bukti mengarah ke suami korban,” ungkap Darmawel, Sabtu (7/2/2026) dikutip dari TribunBengkulu.com.

Ia menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik, Oga Yunanda akhirnya mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa sang istri.

Pelaku membunuh korban dengan cara mencekik dan menggorok lehernya.

AKP Darmawel mengungkapkan bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa sakit hati yang telah lama dipendam pelaku terhadap korban.

Entah karena diremehkan karena nganggur, pelaku tertekan.

“Dari hasil pemeriksaan, faktor utamanya karena sakit hati. Pelaku merasa tertekan akibat berbagai permasalahan rumah tangga yang terjadi,” ujarnya.

Oga Yunanda tidak memiliki pekerjaan tetap. Kondisi tersebut memicu konflik berkepanjangan dalam rumah tangga mereka.

Bahkan, pihak keluarga korban sempat meminta agar pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, sembari mencari pekerjaan.

Selain persoalan ekonomi, hubungan rumah tangga pasangan muda ini juga kerap diwarnai cekcok dan keributan.

Sejumlah perkataan dan perlakuan tak pantas yang diterima pelaku semakin menumpuk menjadi dendam.

“Pelaku mengaku sakit hati, permasalahan keluarga, sehingga dendam,” lanjut Kasat.

Saat peristiwa terjadi korban diketahui berada sendirian di rumah.

Ibu korban yang berprofesi sebagai guru tengah mengajar di salah satu sekolah, sementara ayahnya berjualan di pasar.

Adapun suami korban, Oga, juga tidak berada di lokasi kejadian.

Diketahui pula, korban dan suaminya sudah beberapa hari tidak tinggal serumah.

Suami korban disebut pulang ke rumah orang tuanya di Desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya.

Warga sekitar mengaku tidak mendengar adanya suara mencurigakan maupun keributan sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Ibunya guru, bapaknya jualan. Dia anak tunggal. Kami tidak dengar ada ribut-ribut sebelumnya,” sampai seorang warga setempat.

Berdasarkan keterangan suami korban kepada penyidik, sekitar pukul 11.00 WIB ia menghubungi ayah mertuanya.

Saat itu, Oga mengaku memiliki firasat buruk terkait kondisi istrinya.

Mendapat kabar tersebut, ayah korban langsung pulang ke rumah untuk memastikan keadaan putrinya. 

Setibanya di rumah, ia mendapati Aulia telah tergeletak tidak bernyawa di dalam kamar dengan luka sayatan di bagian leher serta darah berceceran di sekitar tubuh korban.

Ayah korban kemudian menghubungi kembali menantunya dan menyampaikan bahwa putrinya mengalami kecelakaan, tanpa menjelaskan secara rinci kondisi sebenarnya. 

Tak lama berselang, Oga datang ke rumah korban bersama ibunya dan mendapati sang istri telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Kondisi kamar korban yang berantakan serta sejumlah luka di tubuh korban semakin menguatkan dugaan adanya perlawanan sebelum korban meninggal dunia.

AKP Darmawel Saleh mengungkapkan kondisi korban saat pertama kali ditemukan sangat mengenaskan.

Pada bagian leher korban terdapat luka sayatan yang cukup parah.

Korban ditemukan dalam kondisi batang tenggorokan nyaris putus.

"Selain luka sayatan, juga didapati adanya bekas cengkeraman kuku di sekitar luka pada leher korban,” ungkap Darmawel.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

“Hal itu diperkuat dengan kondisi mayat yang sudah mulai kaku,” jelasnya.

Kasus meninggalnya ibu muda ini menjadi sorotan setelah sebuah unggahan media sosial yang diduga milik korban mendadak viral di kalangan warganet.

Unggahan tersebut dinilai memiliki makna mendalam dan disebut-sebut sebagai postingan terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

Akun Facebook bernama Sesadd, yang diketahui merupakan akun pribadi milik korban, tercatat sempat memperbarui foto profil pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 10.04 WIB.

Dalam unggahan tersebut, korban menuliskan caption bernada pilu, “Seribu yang datang tidak akan sama seperti satu yang hilang.”

Kalimat itu kini ramai ditafsirkan warganet setelah kabar kematian korban menyebar luas. 

Imbas Terbakar Cemburu

Peristiwa Serupa Terjadi di Banjarmasin, Kalimantan selatan. Kejadian memilukan itu terjadi di rumah mereka di Jalan Mantuil, Kelurahan Basirih Selatan, Banjarmasin Selatan pada, Senin (30/6/2025).

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Banjarmasin Selatan, Iptu Sudirno mengatakan, korban berinisial MA (48) tewas ditempat kejadian setelah ditikam berkali-kali oleh MS yang tak lain adalah suaminya sendiri.

"Dalam insiden tragis ini seorang wanita berinisial MA tewas di tempat kejadian," ujar Sudirno kepada wartawan, Selasa (1/7/2025).

Tak hanya menikam istrinya, pelaku juga melukai anak mereka MS (18) yang saat itu berusaha menolong ibunya.

MS kini dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.

Sudirno menjelaskan awal mula penganiyaan yang dialami kedua korban.

Sebelum kejadian, MS pulang ke rumah dalam keadaan emosi.

"Menurut keterangan saksi, pelaku MS sudah menunggu korban di depan rumah, yang saat itu tak ada di rumah," jelas Sudirno.

Saat korban dan anaknya pulang, pelaku langsung menghampiri istrinya, cekcok mulut pun terjadi.

Lantaran sudah terlanjur emosi, pelaku mengeluarkan senjata tajam miliknya dan langsung menikam korban.

Melihat kejadian itu, sang anak berusaha melerai, namun pelaku juga menyerangnya menggunakan sajam.

"Akibat serangan membabi buta ini, korban MA meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, SM mengalami luka tusuk di bagian perut dan kini masih dalam perawatan medis," ungkap Sudirno.

Usai melampiaskan emosinya, pelaku kabur meninggalkan rumah.

Petugas Polsek Banjarmasin Selatan yang mendapat laporan kasus pembunuhan segera ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan barang bukti.

Tak butuh waktu lama, pelaku akhirnya berhasil dibekuk tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya telah menganiaya istrinya hingga tewas.

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif pelaku melakukan penganiayaan ini adalah karena sakit hati dan cemburu," pungkasnya.

Pelaku kini mendekam di sel tahanan Polsek Banjarmasin Selatan.

Pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunbengkulu.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.