BANGKAPOS.COM - Nama Ida Fauziyah kembali menjadi sorotan publik setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Mantan Menteri Ketenagakerjaan era Presiden Joko Widodo itu diungkap saksi menerima aliran uang saat masih menjabat sebagai Menaker.
Di tengah mencuatnya kasus yang juga menyeret sejumlah pejabat dan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, perhatian publik pun tertuju pada sosok Ida Fauziyah, rekam jejak politiknya, hingga total kekayaan yang dilaporkannya ke LHKPN dengan nilai puluhan miliar rupiah.
Berikut ulasan lengkapnya
Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), hingga kini terus berjalan.
Baca juga: Nasib Bripda NIR dan Bripda SR, Dua Polisi yang Rudapaksa Remaja 18 Tahun di Jambi
Kasus ini menyeret 11 orang, termasuk eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel dan sejumlah pejabat.
Dalam sidang terbaru yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (6/2/2026), muncul nama baru.
PPPK Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemenaker, Dayuna Ivon Muriyono yang menjadi saksi mengaku Ida Fauziyah, yang kala itu menjabat sebagai Menaker, ikut menerima uang.
Dayuna membeberkan uang diberikan dalam pecahan mata uang asing dengan total Rp50 juta.
Berdasarkan keterangan saksi, uang diterima Ida Fauziyah lewat Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025, Hery Sutanto.
“Uang tersebut beliau meminta saya untuk menyampaikan ke Bu Dirjen, dan nantinya akan ditujukan kepada Ibu Menteri,” ujar Dayuna
"Saat itu (Menterinya) Ibu Ida Fauziyah," tambahnya.
Informasi tambahan, Noel sendiri terjaring OTT KPK pada Rabu, 20 Agustus 2025 malam.
Noel terancam pidana yang diatur dalam Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 huruf b dan Pasal 12 B juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 jo. Pasal 20 huruf c jo. Pasal 127 ayat (1) KUHP Nasional.
Profil Ida Fauziyah
Dikutip dari mpr.go.id, Ida Fauziyah lahir pada 17 Juli 1969 di Mojokerto, Jawa Timur.
Dia kini telah berusia 57 tahun.
Sejak kecil, Ida Fauziyah sudah digembleng dengan ilmu agama.
Ia bersekolah di:
MIN Walisongo (1982)
MTSN Tambak Beras (1986)
MAN Tambak Beras (1989)
IAIN Sunan Ampel (1993)
Universitas Setyagama Jakarta (2012)
Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) (2020)
Ida Fauziyah terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota DPR pada 1999-2018.
Semenjak itu dia aktif di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Bahkan, ia pernah dipercaya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (2010).
Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, Ida Fauziyah diberi amanah Menteri Ketenagakerjaan pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Usai jadi menteri, dia maju di Pileg 2024.
Ia menang di Dapil DKI Jakarta II dengan perolehan 25.712 suara.
Ida Fauziyah lalu dilantik jadi DPR 2024-2029.
Dirinya bertugas di Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Kawasan Perdagangan dan Pengawasan Persaingan Usaha, dan BUMN.
Riwayat Organisasi:
Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Mojokerto (1990)
Wakil Ketua DPD II KNPI (1991)
Ketua PW IPPNU (1996)
Ketua Presidium Kaukus (2001)
Sekertaris Forum Parlemen (2004)
Ketua Umum PP LKKNU PBNU (2010)
Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU (2010)
Wakil Ketua Umum DPP PKB (2019)
Ida Fauziyah memiliki harta kekayaan mencapai Rp.22.145.720.758.
Jumlah tersebut dilaporkanya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 31 Desember 2024.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah Dan Bangunan Rp. 13.515.600.000
Tanah Seluas 1.755 M2 Di Kab / Kota Mojokerto, Rp. 829.237.500
Tanah Seluas 330 M2 Di Kab / Kota Mojokerto, Rp. 232.050.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 410 M2/350 M2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp. 9.391.200.000
Tanah Seluas 1.500 M2 Di Kab / Kota Mojokerto, Rp. 858.900.000
Tanah Seluas 3.110 M2 Di Kab / Kota Banjarnegara, Hasil Sendiri Rp. 2.204.212.500
Alat Transportasi Dan Mesin Rp. 850.000.000
Mobil, Toyota Fortuner Tahun 2018, Hasil Sendiri Rp. 212.500.000
Mobil, Toyota Alphard Tahun 2019, Hasil Sendiri Rp. 595.000.000
Motor, Vespa Piaggio Tahun 2021, Hasil Sendiri Rp. 42.500.000
Harta Bergerak Lainnya Rp. 248.312.500
Surat Berharga Rp. ----
Kas Dan Setara Kas Rp. 7.531.808.258
Harta Lainnya Rp. ----
Sub Total Rp. 22.145.720.758
Utang Rp. ----
Total Harta Kekayaan Rp. 22.145.720.758
(Tribunnews.com/Endra/Fahmi Ramadhan)