BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Suasana haru menyelimuti ruang jenazah RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, Bangka, Provibsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), Sabtu (7/2/2026) sore. Keluarga Soleh (34), korban longsor di kawasan eks tambang Pondi, Kecamatan Pemali, menunggu proses pembersihan jenazah sebelum dipulangkan ke kampung halaman di Provinsi Banten.
Adik korban, Siti Nurhayati (26), tampak terpukul dan tak kuasa menahan tangis. Ia duduk termenung di dekat pintu ruang jenazah, ditemani suaminya, Wahyudi (30), serta kerabat lainnya yang berusaha menenangkan.
Rasa trauma dan syok masih sangat jelas dirasakan Siti. Hari ini, dia menyaksikan secara langsung jenazah kakak kandungnya yang ditemukan meninggal dunia dan tertimbun material longsor.
Siti dan Wahyudi datang dari Provinsi Banten menumpangi pesawat untuk melihat langsung proses pencarian jenazah kakaknya. Mereka tiba di Bangka Belitung sekira pukul 10.00 WIB pagi tadi.
Setibanya di Bangka Belitung, Siti dan Wahyudi langsung bergegas menuju TKP kawasan eks tambang Pondi Pemali dan tiba sekira pukul 12.24 WIB.
Tak berselang lama, sekira pukul 13.33 WIB, jenazah Soleh akhirnya ditemukan, seakan menunggu dijemput oleh pihak keluarga.
Pemandangan yang menyayat hati itu disaksikan langsung oleh Siti hingga membuatnya sempat jatuh pingsan di TKP.
Baca juga: Soleh Ditemukan Tak Lama Setelah Sang Adik Tiba dari Banten, Operasi SAR Resmi Ditutup
“Iya pingsan karena syok melihat kakaknya sendiri,”kata Wahyudi saat diwawancarai Bangkapos.com.
Wahyudi menceritakan, Soleh, kakak iparnya tersebut merupakan anak sulung dari dua orang bersaudara.
Selama ini, Soleh memang merupakan tulang punggung keluarga lantaran sudah ditinggal sang ayah sejak lama.
“Beliau (soleh-red) dan adiknya anak yatim, jadi tinggal ibunya saja di Banten,” jelasnya.
“Beliau itu tulang punggung keluarga dan orangnya sangat baik,” ujarnya.
Soleh diketahui masih lajang atau belum menikah. Kata Wahyudi, Soleh berencana akan menikahi pacarnya yang ada di Banten tahun ini.
“Tahun ini rencanya mau menikah. Ada pacarnya di kampung halaman. Tadi juga rencananya mau ikut kesini, tapi terkendala biaya,” sambungnya.
Lebih lanjut, Soleh juga sempat mengabarkan kepada pihak keluarga bahwa akan berencana pulang kampung atau mudik lebaran tahun ini.
Namun, kini Soleh telah tiada. Jenazahnya akan dipulang malam ini lewat jalur laut menggunakan mobil ambulans.
“Kami dari pihak keluarga berduka cita, menyesali kenapa harus sampai seperti ini. Tapi kembali lagi ke takdir, kita tidak bisa memilih yang mana yang harus jadi korban. Jalan utamanya kita bersabar, bertawakal bahwa ini sudah jalannya bagi si Aa (kakak-red),” ucapnya.
Diakui Wahyudi, dia dan istrinya pun akan ikut bersama ambulans untuk mendampingi jenazah kakaknya dalam perjalanan menuju kampung halaman.
Dirinya pun telah mengabarkan hal ini kepada ibu korban yang berada di Banten dan tentunya merasa sedih.
“Yang pertama sedih, tapi alangkah sedihnya lagi kalau si Aa (Soleh-red) tidak ditemukan. Dan setelah ditemukan berharap sesegera mungkin jenazahnya segera dipulang ke kampung halaman,” imbuhnya.
Sekedar informasi, Soleh merupakan satu diantara tujuh korban meninggal dunia insiden tanah longsor yang terjadi di kawasan eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (2/2/2026) lalu. Setelah dilakukan pencarian selama enam hari, korban terakhir atas nama Soleh akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia hari ini, Sabtu (7/2/2026) sekira pukul 13.33 WIB.
Sedangkan enam korban lainnya atas nama Abeng (40), Alex (40), Abdul manap (50), Abat (43), Samson (40) dan Sanam (40) sudah lebih dulu ditemukan jenazahnya dan telah dipulangkan ke Provinsi Banten menggunakan jalur laut, Selasa (3/2/2026) malam. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)