TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang nahkoda kapal nelayan ditemukan meninggal dunia di ruang kemudi ketika sedang melaut di perairan Sungai Lumpur, Kabupaten OKI, Sabtu (7/2/2026).
Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang ABK.
Jenazah korban dievakuasi oleh anggota pos pangkalan sandaran Upang Ditpolairud Polda Sumsel.
Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho, mengatakan berdasarkan laporan yang diterima dari anggotanya nahkoda tersebut bernama Rudi, yang sedang melaut meninggal dunia diatas kapal KM Kurnia.
"Kami mendapat laporan dari keluarga yang bersangkutan kalau korban meninggal dunia dan meminta bantuan anggota di Pos Sandar Upang untuk menjemput jenazah dibawa ke Desa Upang, Banyuasin," ujarnya.
Dari keterangan saksi yakni salah satu ABK, almarhum Rudi terakhir kali masih terlihat mengemudikan kapal pada Jumat sekitar pukul 21:00 WIB malam.
Saat itu almarhum sedang menarik jaring ikan, sebelum meninggal dunia Rudi juga sempat mengeluhkan sakit di bagian dada.
"Keterangan ABK yang satu kapal dengan almarhum menyebut kalau, dia (Rudi) sempat mengeluh masuk angin dan sakit di bagian dada," katanya.
Ketika pagi hari saksi merasa heran mengapa kapal tetap terus berjalan meski sudah diberi aba-aba.
Karena curiga, akhirnya ia mencoba memeriksa ke ruang kemudi.
"ABK merasa heran mengapa kapal motor berjalan maju terus walaupun sudah dikasih aba-aba untuk berhenti merasa curiga salah satu ABK menghampiri ruang kemudi dan didapati Rudi dalam keadaan terguling setelah dicek sudah tidak ada denyut nadi dan dinyatakan meninggal," jelasnya.
Setelah menerima laporan tersebut, anggota Pangkalan pos sandar Upang yang dipimpin Aipda Ardianto menuju ke lokasi. Dalam perjalanan menempuh waktu kurang lebih 3 jam.
"Ketika menerima kabar anggota langsung menjemput jenazah dari kapal KM Kurnia. Kemudian jenazah dipindahkan ke ambulans apung untuk dibawa ke rumah duka di Desa Upang," tutupnya.