SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (7/2/2026) sore sekitar pukul 14.30 WIB.
Hempasan angin kencang ini mengakibatkan sedikitnya 59 rumah warga mengalami kerusakan parah hingga satu rumah milik warga di Desa Sumberingin Kulon, Kecamatan Ngunut, ambruk total.
Rumah tersebut milik Jali (55), yang kini terpaksa harus bertahan di bagian dapur rumahnya karena bangunan utama sudah rata dengan tanah.
Kepala Desa Sumberingin Kulon, Panggih Mujiono, menjelaskan bahwa rumah Jali ambruk pada bagian depan karena tidak kuat menahan terjangan angin yang sangat kuat.
Panggih menyebutkan, tembok sisi barat GOR sepanjang 20 meter dan tinggi 7 meter kini dalam kondisi miring hingga 5 meter ke arah luar.
"Kerugian GOR diperkirakan mencapai Rp 100 juta. Temboknya harus dirobohkan total dan dibangun ulang karena sangat berisiko," ujar Panggih, Sabtu sore.
Sementara itu, di Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, dampak puting beliung juga tidak kalah hebat dengan merusak sekitar 40 rumah warga.
Salah satu warga, Haji Sari (60), melaporkan rumahnya tertimpa pohon mangga pakel berukuran besar yang ambruk ke arah utara akibat dorongan angin.
"Pohon itu menimpa gudang tempat penyimpanan perabot dan kayu. Dua sepeda motor juga terjepit reruntuhan, satu masih terjebak di bawah," kata Sari.
Koordinator Pusdalops BPBD Tulungagung, Noval Hamami, menyatakan mayoritas kerusakan di Desa Bendilwungu berupa atap genteng yang rontok dan asbes yang terbawa angin.
Berdasarkan catatan meteorologi, wilayah Tulungagung termasuk daerah yang rawan mengalami fenomena cuaca ekstrem saat masa pancaroba. Kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 45-60 km/jam dalam waktu singkat.
BPBD Tulungagung mengimbau warga untuk secara rutin memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar pemukiman guna meminimalisir risiko pohon tumbang saat angin kencang melanda.
Bagi warga yang tinggal di wilayah rawan, berikut adalah beberapa tips jika terjadi angin kencang: