BANJARMASINPOST.CO.ID - Mimpi Indonesia menjadi negara ketiga dalam sejarah yang menjuarai Piala Asia Futsal pupus di detik terakhir drama adu penalti.
Setelah bermain 5–5 melalui pertandingan penuh tensi dan aksi heroik namun kalah saat adu penalti 5-6 skor akhir total 10-11.
Langkah Indonesia terhenti oleh eksekusi terakhir Iran. Meski gagal mengangkat trofi, skuad Garuda tetap mengukir sejarah: untuk pertama kalinya Indonesia menembus final dan memaksa raja Asia, Iran, hingga babak tos-tosan.
Setelah Israr membuat Indonesia unggul 5–4, Iran membalas hanya beberapa detik kemudian melalui sepakan Salar Aghapour yang memanfaatkan ruang kecil di sisi kiri pertahanan Indonesia.
Skor kembali 5–5, dan pertandingan dilanjutkan ke adu penalti sesuai regulasi final tanpa golden goal.
Baca juga: Skor 4-4! Hasil Timnas Futsal Indonesia vs Iran: Final Piala Asia 2026 Berlanjut ke Babak Tambahan
Jalannya laga
Indonesia mendapatkan peluang emas pertama di menit ke-3, ketika Rio Pangestu mendapat ruang tembak di depan garis penalti. Sepakannya mengarah keras ke pojok kiri, namun kiper Iran Bagher Mohammadi berhasil menepis bola dan menggagalkan peluang pembuka Garuda.
Hanya beberapa detik berselang, Indonesia lengah. Saat pertahanan fokus mengawal pergerakan pemain lain, Hossein Tayebibidgoli (Tayebi) menyelinap bebas di tiang jauh dan menyontek bola ke gawang kosong. Iran memimpin cepat 1-0 di menit ke-3.
Iran terus menekan. Saeid Ahmad Abbasi sempat mengancam lewat sepakan menyilang yang melebar tipis dari gawang Ahmad Habiebie, yang tampil penuh tekanan di awal laga.
Namun Indonesia menjawab dengan mental juara. Pada menit ke-7, sepakan Habibie yang ditepis Mohammadi memantul liar di depan gawang. Reza Gunawan, yang masuk sebagai rotasi cepat, bergerak sigap dan menyambar bola muntah untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Belum sempat Iran menata ritme, Indonesia menghukum lagi. Semenit berselang (8’), Habibie melepaskan bola panjang akurat ke depan gawang Iran. Israr Megantara menang duel dengan pivot lawan dan melakukan sontekan halus yang membuat Mohammadi mati langkah. Indonesia berbalik unggul 2-1.
Ledakan Garuda belum berhenti. Pada menit ke-9, Indonesia kembali membuat Iran terkejut. Dari situasi build-up cepat, satu pemain Indonesia melepaskan tembakan jarak jauh keras yang tak mampu dijangkau Mohammadi, mengubah skor menjadi 3-1.
Iran tertekan. Indonesia—yang mengandalkan perpaduan pressing agresif, bola panjang efektif, dan transisi cepat—tampil sangat klinis memanfaatkan setiap momentum.
Hingga menit ke-10, papan skor menunjukkan:
Indonesia 3 – 1 Iran
Start impian untuk Timnas Futsal Indonesia di final terbesar sepanjang sejarah mereka di babak pertama itu.
Hingga menit ke-13, Indonesia masih mampu mempertahankan keunggulan 3-1 atas Iran. Tekanan tetap diberikan skuad Merah Putih melalui sepakan keras Syauqi Saud yang memaksa kiper Iran menepis bola liar.
Ardiansyah yang menyambar bola pantul tersebut belum beruntung karena tembakannya melambung tipis di atas mistar.
Hampir saja Indonesia menambah gol setelah Firman Adriansyah menyelinap dari ruang sempit untuk menyambar bola hasil skema tendangan sudut, namun sepakannya masih melebar tipis.
Iran sempat memperkecil ketertinggalan melalui aksi senior mereka, Saeid Ahmad Abbasi. Ia menguasai bola dengan leluasa dan menaklukkan Ahmad Habiebie lewat sepakan jarak dekat.
Namun Indonesia langsung meminta Challenge lewat tayangan ulang, meyakini bola lebih dulu keluar lapangan ketika Abbasi melakukan drag-back. Setelah peninjauan, wasit menyatakan bola memang keluar sehingga gol dianulir. Skor tetap 3-1 untuk Indonesia.
Petaka hampir datang setelah Indonesia mencatat enam pelanggaran dan memberikan second penalty bagi Iran. Namun Habiebie tampil heroik dengan menepis tembakan pemain Iran, membuat Indonesia Arena bergemuruh.
Memasuki sisa satu setengah menit, Iran mendapat tendangan bebas setelah Habibie terlalu lama memegang bola di dekat area tengah.
Mahdi Karimi menjadi algojo dan melepaskan sepakan kaki kiri yang menembus sela pagar betis Indonesia. Habiebie yang sudah terkecoh tak mampu membendung bola dan skor berubah menjadi 3-2.
Tak ada gol tambahan hingga babak pertama berakhir. Indonesia menutup 20 menit awal dengan keunggulan tipis 3-2 atas juara bertahan, membuat tensi duel final semakin panas memasuki babak kedua.
Di babak kedua
Iran langsung tampil agresif sejak menit awal babak kedua. Tekanan bertubi-tubi dilepaskan melalui kombinasi Mahdi Karimi dan Saeid Ahmad Abbasi yang beberapa kali memaksa Ahmad Habiebie bekerja ekstra keras di bawah mistar. Meski peluang datang silih berganti, Indonesia masih mampu meredamnya dengan blok dan organisasi bertahan yang rapi.
Tekanan Iran akhirnya berbuah hasil melalui situasi kick-in yang menembus celah pertahanan Indonesia. Saeid Ahmad Abbasi kembali menjadi momok, memanfaatkan ruang terbuka dan menyontek bola ke tiang jauh tanpa bisa dijangkau Habiebie. Skor berubah 3-3.
Samuel Eko Bawa Indonesia Unggul 4-3
Tak butuh lama bagi Indonesia merespons. Kesalahan build-up Iran membuat bola lepas di area sendiri, dan Samuel Eko langsung menghukum blunder tersebut lewat sepakan keras yang mengubah skor menjadi 4-3 untuk Indonesia pada menit ke-4 babak kedua. Suasana Indonesia Arena kembali menggema.
Iran meningkatkan intensitas tekanan untuk mencari gol balasan. Dua kali tembakan pemain Iran membentur mistar gawang, membuat Indonesia benar-benar beruntung dalam situasi genting. Habibie, yang sudah mati langkah pada satu kesempatan, terselamatkan oleh tiang gawang yang menjadi “penolong” kedua Indonesia selain pertahanan solid.
Kurang dari tiga menit menuju akhir pertandingan waktu normal, Iran akhirnya menyamakan kedudukan. Mahdi Karimi melepaskan tembakan terukur dari sisi kiri yang menembus sela kaki pemain bertahan dan melesak ke pojok gawang Habiebie. Skor berubah menjadi 4-4, membuat tensi final kembali memuncak.
Hanya 30 detik setelah gol tersebut, Indonesia kembali berada di ujung tanduk ketika sepakan keras Iran menghantam tiang gawang lagi — untuk ketiga kalinya di babak ini. Indonesia benar-benar diuji secara mental di penghujung pertandingan.
Pertandingan Berlanjut ke Extra Time
Di babak tambahan, peluang emas Indonesia datang dari Rio Pangestu memanfaatkan umpan Habiebie, namun tembakannya melenceng.
Dua menit sebelum extra time kedua berakhir, Israr Megantara mencetak gol penentu dengan sontekan ke sudut tiang jauh, membawa Indonesia unggul 5-4. Iran terus menekan, namun beberapa tembakan membentur mistar gawang.
Sementara Habiebie dan pertahanan Indonesia tampil disiplin. Beberapa detik kemudian, Iran kembali menyamakan skor melalui Salar Aghapour, menutup extra time dengan skor 5-5.
Rangkaian Penalti
Penendang 1
Indonesia — Firman Adriansyah
Gol.
Sepakan ke pojok kanan mengecoh Bagher Mohammadi.
Iran — Penendang 1
Gagal.
Nizar, yang menggantikan Habiebie khusus penalti, melakukan penyelamatan gemilang.
Skor: Indonesia 1–0 Iran
Penendang 2
Indonesia — Rio Pangestu
Gol telak.
Tembakan keras mendatar tak mampu ditepis kiper Iran.
Iran — Penendang 2
Kali ini Nizar tak kuasa menahan sepakan akurat pemain Iran.
Skor: Indonesia 2–1 Iran
Penendang 3
Indonesia — Rizky Xavier
Gol mulus.
Sang anchor menendang dengan sangat tenang.
Iran — Saeid Ahmad Abbasi
Gol.
Habibie kembali masuk untuk membaca arah tembakan, namun Abbasi terlalu klinis.
Skor: Indonesia 3–2 Iran
Penendang 4
Indonesia — Dewa Rizky
Gagal.
Sepakannya terlalu mudah ditebak dan ditepis Mohammadi.
Iran — Gafiur
Gol.
Sepakan keras menembus gawang Nizar.
Skor: Indonesia 3–3 Iran
Penendang 5
Indonesia — Adriansyah Nur
Gol dingin.
Mendatar ke tengah, keeper terkecoh.
Iran — Tayebi
Gol.
Sang kapten Iran menuntaskan dengan sepakan keras.
Skor: 4–4 (Lima penendang pertama). Lanjut sudden death.
Sudden Death
Penendang 6
Indonesia — Israr Megantara
Gagal.
Pahlawan hattrick Indonesia justru tak beruntung. Sepakannya melebar ke kiri.
Iran — Hossein Sabzi
Gol penentu.
Menaklukkan Nizar dengan sepakan ke pojok kanan.
Iran menang 5–4 dalam adu penalti (total 6–5).
Susunan pemain
Timnas Futsal Indonesia: 2-Ahmad Habiebie (PG); Rizki Xavier (anchor); Mochammad Iqbal (flank/ala) (K), Firman Adriansyah (flank/ala); Israr Megantara (pivot).
Cadangan: Muhammad Nizar (PG), Samuel Eko, Syauqi Saud, Ardiansyah Nur, Rio Pangestu, Reza Gunawan, Dewa Rizki, Wendy Brian Ick, dan Yogi Saputra.
Pelatih: Hector Souto
Iran: 1-Bagher Mohammadi (PG), 5-Mohammadhossein Derakhshani, 7-Mahdi Karimi, 12-Salar Aghapour, 14-Behrooz Azimihematabadi.
Cadangan: 2-Mahdi Rostami Ha (PG), 3-Amirhossein Gholami, 4-Hossein Sabzi, 6-Mehdi Mehdikhani, 8-Moslem Oladghobad, 9-Saeid Ahmad Abbasi, 10-Hossein Tayebibidgoli (K), 11-Ali Khalilvandi, 13-Masoud Yousef Shavardazi.
Pelatih: Vahid Shamsei
(Banjarmasinpost.co.id)