Jelang Ramadan 2026, Ketahui Hukum Buka Puasa Bersama dan Keutamaannya
Mia Della Vita February 08, 2026 12:34 AM

Grid.ID- Menjelang Ramadan 2026, tradisi buka puasa bersama kembali menjadi perhatian umat Muslim. Kegiatan yang akrab disebut bukber ini hampir selalu mewarnai bulan suci Ramadan di berbagai tempat.

Mulai dari masjid, musala, kantor, hingga lingkungan keluarga, buka puasa bersama menjadi momen yang dinanti. Namun, di balik kebiasaan tersebut, masih banyak yang bertanya tentang hukum dan tuntunan bukber dalam Islam.

Apakah buka puasa bersama hanya tradisi sosial atau memiliki dasar syariat? Menyambut Ramadan 2026, penting bagi umat Muslim untuk memahami hukum, adab, dan keutamaan buka puasa bersama secara utuh.

Tradisi Buka Puasa Bersama Menjelang Ramadan 2026

Buka puasa bersama merupakan tradisi yang telah lama berjalan di tengah masyarakat Muslim, terutama saat bulan Ramadan. Hampir di setiap masjid, musala, kantor, dan komunitas, kegiatan ini rutin digelar.

Menurut Muhammad Syahrawardi SHI, Sekretaris Umum MWC NU Banjarbaru Utara, sebagaimana dikutip dari Banjarmasin Post, Sabtu (7/2/2026), terdapat perbedaan sikap dalam memandang budaya bukber. Meski begitu, umat Islam sebaiknya melihat berbagai nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya.

Dalam konteks Ramadan 2026, buka puasa bersama tidak hanya menjadi ajang makan bersama, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan berbagi keberkahan. Tradisi ini sejalan dengan anjuran Nabi Muhammad SAW untuk makan bersama, meskipun tidak bersifat wajib.

Hukum Buka Puasa Bersama dalam Islam

Secara hukum, dikutip dari Rumah Zakat.org, buka puasa bersama dalam Islam adalah mubah atau diperbolehkan. Artinya, kegiatan ini tidak diwajibkan, tetapi juga tidak dilarang.

Nabi Muhammad SAW bahkan menganjurkan makan bersama karena diyakini mendatangkan keberkahan. Hal ini ditegaskan dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud.

Para sahabat pernah mengeluh karena merasa tidak kenyang meski sudah makan. Rasulullah SAW lalu bertanya, “Apakah kalian makan sendiri-sendiri?” Ketika para sahabat menjawab iya, Rasulullah SAW bersabda, “Makanlah kalian bersama-sama dan bacalah Basmalah, maka Allah akan memberikan berkah kepada kalian semua.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Imam Ahmad, dan Ibnu Hibban).

Keutamaan Memberi Makan Orang Berpuasa

Buka puasa bersama juga bermakna memberi makan orang yang sedang berpuasa. Dalam Islam, perbuatan ini memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya juga mengutip hadis panjang dari Salman Al-Farisi. Rasulullah SAW menyampaikan bahwa siapa pun yang memberi buka puasa kepada orang berpuasa di bulan Ramadan akan mendapatkan ampunan dosa dan pembebasan dari api neraka.

Bahkan, pahala tersebut tetap diberikan meski hanya dengan seteguk air, sepotong kurma, atau susu encer. Pesan ini menegaskan bahwa nilai bukber tidak terletak pada kemewahan hidangan, melainkan pada niat berbagi.

Mengundang orang untuk buka puasa bersama juga berarti menjamu tamu. Dalam kitab Irsyadul Ibad, Syaikh Zainudin Al-Malibari mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Ad-Dailami dari Anas. Nabi bersabda, “Bila seorang tamu mengunjungi suatu kaum, maka ia masuk dengan membawa rezekinya dan bila keluar ia keluar dengan membawa dosa-dosa kaum itu.”

Hadis lain yang diriwayatkan Ibnu Abi Dunya menyebutkan bahwa sedekah yang paling cepat sampai ke langit adalah menyiapkan makanan yang baik lalu mengundang saudara-saudara untuk menikmatinya. Nilai ini sangat sejalan dengan semangat Ramadan 2026, yakni berbagi dan memperkuat solidaritas sosial.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman, “…Tidak ada halangan bagimu untuk makan bersama mereka atau sendirian…” (QS An-Nur: 61). Ayat ini menunjukkan bahwa makan bersama, termasuk buka puasa bersama, adalah hal yang dibolehkan.

Nabi Muhammad SAW juga menegaskan bahwa makan bersama dapat mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan komunitas. Oleh karena itu, buka puasa bersama Ramadan 2026 dapat dipahami sebagai praktik yang sesuai dengan syariat Islam jika dilakukan dengan adab yang benar.

Buka puasa bersama juga menjadi sarana penting untuk menjaga silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga seorang yang memutuskan tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Karena itu, menjelang Ramadan 2026, bukber sebaiknya dimaknai sebagai momen mempererat hubungan, bukan sekadar ajang berkumpul atau bermewah-mewahan. Selama memenuhi syarat halal, menjaga suasana Islami, dan tidak melanggar norma agama, buka puasa bersama menjadi amalan yang penuh keberkahan.

Adab Buka Puasa Bersama

Islam memberikan tuntunan adab berbuka puasa yang perlu diperhatikan saat bukber. Pertama, menyegerakan berbuka ketika telah masuk waktu magrib.

Kedua, berbuka sebelum melaksanakan shalat magrib. Ketiga, membaca Basmalah sebelum makan, atau membaca Bismillâhi awwalahu wa âkhirahu jika lupa.

Disunahkan berbuka dengan kurma, terutama kurma basah, dalam jumlah ganjil. Jika tidak ada, dapat berbuka dengan air, termasuk air Zamzam jika tersedia. Setelah itu, dianjurkan membaca doa berbuka puasa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

Selain itu, umat Muslim dianjurkan makan dan minum secukupnya, tidak berlebihan, dan menghindari pemborosan. Prinsip ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS Al-A‘raf ayat 31 dan QS Al-Isra ayat 26–27.

Dengan memahami hukum, adab, dan keutamaannya, umat Muslim dapat menyambut Ramadan 2026 dengan tradisi buka puasa bersama yang lebih bermakna, bernilai ibadah, dan membawa kebaikan bagi semua.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.