Herman Fernandez, Putra Terbaik Flores yang Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Yogyakarta
Yoseph Hary W February 08, 2026 01:14 AM

 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM,YOGYA- Nama Herman Yoseph Fernandez terukir di Makam Pahlawan Kusumanegara Yogyakarta. 

Di Yogyakarta, nama H Fernandez juga terpahat pada prasasti raksasa di Monumen Kembali Yogya Kembali (Monjali). Prasasti raksasa itu memuat nama 422 pahlawan yang gugur periode 1945-1949.

Tak hanya itu, nama yang sama juga tercatat di Monumen Sidobunder dan Monumen Tentara Pelajar di Kebumen.

Belum Pahlawan Nasional

Meski nama putra Flores kelahiran 3 Juni 1925 tercatat di sejumlah prasasti bersejarah, hingga kini belum dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.

Upaya untuk melengkapi kepingan sejarah revolusi Indonesia itulah yang kini terus diperjuangkan.

Diperjuangkan keluarga

Keponakan kandung Herman Fernandez, Grace Siahaan Njo mengungkapkan keluarga Herman Fernandez menginisiasi untuk penganugerahan gelar Pahlawan Nasional sejak 2023.

Diawali dengan pembuatan biografi, sosialisasi berjenjang, dokumen persyaratan hingga naskah akademik. Tahun 2026 ini, pihak keluarga dan panitia masih akan mengupayakan gelar Pahlawan Nasional untuk Herman Fernandez.

“Secara administrasi ketentuan gelar, beliau sangat memenuhi persyaratan. Beliau dimakamkan di taman makam pahlawan. Lalu nama beliau juga dipakai untuk sarana publik, jalan, nama sekolah, dan sebagainya. Jadi orang di Larantuka itu pakai nama itu sudah lama sekali, bahkan sebelum usulan ini,” katanya di Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026) malam.

“Kalau tidak ada yang menggagas ini (gelar pahlawan nasional), maka kemudian hari perjuangan Herman akan pupus. Orang tidak akan lagi mengenal Herman dan perjuangannya. Dengan kita mengangkat ini, kita juga mengangkat soal Palagan Sidobunder yang tenggelam dalam sejarah Indonesia,” sambungnya.

Simbol perjuangan kaum muda

Menurut Grace, Herman Fernandez bisa menjadi simbol perjuangan kaum muda. Dulu, Herman memiliki cita-cita menjadi guru dan bersekolah di Van Lith Muntilan. 

Alih-alih menjadi guru di sekolah, Herman Fernandez mengajarkan tentang patriotisme dan cinta tanah air. Herman gugur di usia muda yakni 23 tahun demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Sama-sama mengajar, tetapi dengan cara yang berbeda. Herman bisa menjadi simbol pahlawan muda, menjadi contoh perjuangan kaum muda,” ujarnya.

Setara Yos Sudarso

Sementara itu, Ketua Tim Penulis Naskah Akademik Herman Yoseph Fernandez, Yoseph Yapi Taum menerangkan Herman Yoseph Fernandez memiliki profil yang setara dengan pahlawan muda lainnya, seperti Yos Sudarso yang tak lain teman sekelas Herman.

Selain Yos Sudarso, kisah Herman juga serupa dengan Robert Wolter Monginsidi. Di pengadilan militer Belanda, Herman mengakui menembak Kapten Nex untuk menyelamatkan rekannya, La Sinrang.

Saat menjadi romusha di tambang batu bara Bayah, Herman menyisihkan upahnya untuk membiayai studi sahabatnya, Frans Seda. Tujuannya mulia, agar pendidikan generasi bangsa tidak putus meski dalam tekanan penjajah.

Dieksekusi Belanda

Dalam pertempuran Sidobunder pada 2 September 1947, Herman tetap maju mencari sahabatnya yang terluka, Alex Rumambi. Herman tertangkap setelah tertembak di kaki saat membopong sahabatnya tersebut. Dan akhirnya Herman dieksekusi Belanda pada 31 Desember 1948.

“Jika Yos Sudarso dan Monginsidi telah diakui secara de jure sebagai Pahlawan Nasional, Herman Fernandez, yang memiliki kualitas heroisme serupa, sudah sepatutnya mendapatkan pengakuan formal yang sama dari negara,” terangnya.

Lawan buta sejarah

Di sisi lain, perjuangan Herman Fernandez juga membuktikan kemerdekaan Indonesia diperjuangkan oleh pemuda dari seluruh negeri, tak terkecuali Flores.

“Kisah Herman Fernandez adalah pengingat bagi generasi muda saat ini untuk melawan buta sejarah dan memudarnya patriotisme. Ia mengajarkan bahwa mati ditembak musuh jauh lebih baik daripada mati konyol.

Pengakuan resmi terhadapnya sebagai Pahlawan Nasional akan menjadi suluh yang terus menerangi semangat kebangsaan kita,” pungkasnya. (maw)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.