Gubernur Aceh Lantik Pengurus Keluarga Negara Antara Periode 2025-2030 di Banda Aceh 
Mursal Ismail February 08, 2026 02:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yarmen Dinamika | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, diwakili Asisten I Sekda Aceh, Drs Syakir MSi melantik Pengurus Keluarga Negara Antara (KNA) Periode 2025-2030.

Pelantikan yang diketuai Marah Halim ini berlangsung di Balroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Sabtu (7/2/2026) malam, dihadiri sekitar 400 peserta.

Pengurus yang dilantik mencapai puluhan personel, diketuai oleh Sofyan SH MH. Sekretaris Umum dan Bendahara Umum masing-masing Drs Syahreza Putra dan Dr Harbiah A Gani.

Pelantikan ini berkelas karena dihadiri tiga kepala daerah sekaligus, masing-masing Bupati Aceh Tengah, Drs Haili Yoga MSi, Bupati Aceh Besar, Syekh Muharram Idris, Wali Kota Banda Illiza Sa'auddin Djamal SE; dan pejabat yang mewakili Bupati Bener Meriah.

Di jajaran pengawas terlihat hadir Prof Dr Alyasa' Abubakar MA dan Prof Dr Ir Abdi Abdul Wahab MSc. 

Juga hadir Prof Dr Syahrizal Abbas MA selaku pembina.

Baca juga: KNA Siap Gelar Mubes Ke-13, Tiga Calon Ketua Mencuat, Catat Jadwalnya

Menurut Ketua Umum KNA, Sofyan MH, dalam struktur Pengurus KNA periode ini terdapat 18 profesor, terutama di jajaran pengawas, pembina, dan dewan pakar, serta 30 orang doktor.

"KNA ini didukung oleh barisan sumber daya insani yang panjang dan siap berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak lainnya untuk kemaslahatan bersama,"  kata Sofyan.

Sebelumnya, Syakir yang mewakili Gubernur Aceh mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan.

Ia mengatakan, organisasi seperti KNA tidak saja berfungsi sebagai wadah untuk memupuk kekompakan dan persaudaraan, tetapi juga untuk melatih manajerial dan berfungsi sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda berbasis  budayanya.

"Organisasi harus dirasakan manfaatnya oleh pengurus, anggota, dan masyarakat. Maka, pengurus harus aktif melaksanakan program kegiatan yang bermanfaat luas bagi masyarakat," ujarnya. 

Syakir juga menyebut bahwa pelantikan pengurus KNA ini berlangsung  dalam kondisi yang tidak ringan, mengingat kondisi Aceh Tengah dan Bener Meriah akibat banjir dan longsor kini belum sepenuhnya pulih.

Baca juga: Menteri PPPA Sebut Kasus Murid SD di NTT Cukup Sekali dan Terakhir

Ia berharap, kehadiran KNA hendaknya dapat membantu meringankan beban warga Aceh Tengan dan Bener Meriah yang terdampak bencana.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal memuji kekompakan warga Negeri Antara, yang tidak saja kompak di daerah asalnya, tetapi juga di perantauan.  Termasuk di Banda Aceh dan Aceh Besar. 

Ia juga menyinggung keunggulan kopi dan nilam dari Negeri Antara sebagai kopi dan nilam terbaik di dunia.

Banda Aceh sebagai "Kota Seribu Warung", lanjut Illiza, juga menerima manfaat langsung dari pasokan kopi yang berasal dari Tanah Gayo.

Kini, kata Illiza, Banda Aceh juga sudah dideklarasikan sebagai "Kota Parfum".

Kebutuhan terhadap minyak nilam (patchouli) sebagai bahan baku pembuatan  parfum lagi-lagi membuat Banda Aceh bergantung pada Negeri Antara dan daerah penghasil minyak nilam lainnya di Aceh.

Baca juga: KUHAP Baru Berlaku 2026, Dunia Usaha Diminta Perkuat Kepatuhan dan Mitigasi Risiko Hukum

Illiza juga berucap selamat kepada pengurus yang baru dilantik, bahkan membacakan sejumlah pantun untuk menyemangati kepengurusan KNA di bawah kepemimpinan Sofyan MH. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.