Daftar 6 Proyek Hilirisasi Senilai 7 Miliar Dolar AS Digarap Danantara, Serap 6 Ribu Tenaga Kerja
Seno Tri Sulistiyono February 08, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Danantara Indonesia memulai pembangunan enam proyek hilirisasi yang tersebar di 13 lokasi di Indonesia dengan total nilai investasi mencapai 7 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Proyek lintas sektor energi, pangan, serta mineral dan logam ini ditargetkan menyerap lebih dari 6 ribu tenaga kerja langsung.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan program hilirisasi merupakan agenda strategis yang menjadi prioritas pemerintah.

Baca juga: Menkeu Purbaya Buka Peluang Ambil Alih PNM dari Danantara

Lewat hilirisasi, Rosan menilai pemerintah mempercepat transformasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan impor.

“Tahap awal proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi perekonomian Indonesia, baik melalui penciptaan nilai tambah industri maupun penyerapan tenaga kerja," katanya dikutip dari siaran pers pada Sabtu (7/2/2026).

"Ke depan, proyek-proyek hilirisasi ini diharapkan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” jelasnya.

Berikut daftar enam proyek hilirisasi yang mulai digarap:

Smelter Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah

MIND ID bersama anggotanya, INALUM dan ANTAM, membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat.

Fasilitas ini terdiri dari smelter aluminium baru berkapasitas 600 ribu metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery fase II berkapasitas 1 juta metrik ton per tahun.

Melalui proyek strategis nasional ini, MIND ID mendorong peningkatan nilai tambah hingga 70 kali lipat, dari bauksit menjadi alumina dan aluminium.

Hal itu didasari dari harga bauksit mentah berada di kisaran 40 dolar AS per metrik ton, meningkat menjadi sekitar 400 dolar AS per metrik ton setelah diolah menjadi alumina.

Lalu, kembali melonjak hinga sekitar 2.800 - 3.000 dolar AS per metrik ton ketika diproses menjadi aluminium.

Saat smelter aluminium baru beroperasi, diperkirakan cadangan devisa naik 394 persen dari Rp 11 triliun menjadi Rp 52 triliun per tahun.

Di samping itu, para pelaku industri manufaktur akan mendapat kepastian bahan baku dari dalam negeri.

Biorefinery Cilacap

PT Pertamina (Persero) meresmikan groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase I Biorefinery Cilacap yang berlokasi di Jawa Tengah.

Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 6 ribu barel per hari minyak jelantah.

Saat ini fasilitas tersebut telah menghasilkan 27 kilo liter Sustainable Aviation Fuel (SAF) per hari dan pada 2029 diproyeksikan meningkat menjadi 887 kilo liter per hari.

Proyek ini ditujukan untuk mendukung sektor energi, penerbangan, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Proyek ini diharapkan dapat mewujudkan transisi energi, berpotensi menurunkan impor avtur, mendukung peta jalan penggunaan SAF di Indonesia, serta mengurangi emisi hingga 600 ribu ton setara CO2 per tahun.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan memberikan peningkatan PDB dengan estimasi Rp 199 triliun per tahun dan penyerapan tenaga kerja tidak langsung hingga 5.900 orang.

Pabrik Bioetanol Glenmore

Pertamina melalui Subholding Pertamina New and Renewable Energy bersama PT Sinergi Gula Nusantara membangun pabrik bioetanol Glenmore di Banyuwangi, Jawa Timur.

Pabrik ini diharapkan memiliki kapasitas produksi bioethanol berbasis tebu mencapai 30 ribu kilo liter per tahun.

Proyek ini ditujukan untuk mendukung sektor energi transisi, pertanian, dan pelestarian lingkungan, sekaligus sebagai bagian dari penguatan rantai nilai industri nasional.

Proyek sinergi BUMN ini diharapkan menciptakan efek domino berupa potensi penurunan impor BBM dan penurunan emisi sebesar 66 ribu ton setara CO2 per tahun.

Selain itu, memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan masyarakat bagi lebih dari 4 ribu petani dan tenaga kerja lokal.

Proyek Bioetanol PTPN III

PTPN III (Persero) bersama Pertamina memulai proyek bioetanol di Banyuwangi yang dirancang memiliki kapasitas produksi 100 KLPD (kilo liter per day).

Proyek Bioethanol Glenmore diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui pengolahan komoditas, peningkatan ketahanan energi, penghematan devisa, serta mendukung komitmen pengurangan emisi.

Selain itu, proyek ini disebut akan menciptakan lapangan kerja dan secara tidak langsung meningkatkan kesejahteraan petani mitra, serta mendorong pengembangan wilayah dan lingkungan yang lebih bersih melalui energi terbarukan.

Fasilitas Hilirisasi Poultry Terintegrasi

PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD melalui anak perusahaannya PT Berdikari meresmikan fasilitas hilirisasi poultry terintegrasi yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 5,6 hektare diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan protein nasional, khususnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis.

Selain di Kabupaten Malang, kegiatan groundbreaking juga dilakukan di beberapa daerah lain.

Ada Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Lampung, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Barat yang juga melibatkan pemerintah daerah setempat.

Tiga Proyek Hilirisasi Garam

PT Garam melaksanakan groundbreaking tiga proyek hilirisasi fase I yang menjadi bagian dari transformasi industri garam nasional.

Pertama, pembangunan pabrik garam bahan baku industri berteknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) di Kabupaten Sampang berkapasitas 200.000 ton per tahun.

Kedua, pabrik garam bahan baku industri MVR di Manyar, Gresik berkapasitas 100.000 ton per tahun.

Ketiga, pabrik garam olahan Segoromadu 2 di Gresik dengan kapasitas 80.000 ton per tahun.

Ketiga fasilitas ini memiliki total kapasitas produksi sekitar 380 ribu ton per tahun.

Fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat pasokan garam industri, meningkatkan kualitas produk, serta mendorong optimalisasi utilisasi produksi dan penciptaan lapangan kerja. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.