TRIBUNNEWS.COM - Layaknya seorang ayah, Hansi Flick tidak terima atas insiden yang menimpa pemain mudanya, Lamine Yamal pada jornada 23 Liga Spanyol 2025/2026.
Hasil LaLiga antara Barca vs Mallorca di Stadion Camp Nou, Spanyol, berkesudahan dengan skor 3-0, Minggu (8/2) dini hari WIB.
Kemenangan Barca atas Mallorca terukir melalui gol Robert Lewandowski di babak pertama, serta Lamine Yamal dan Marc Bernal pada babak kedua.
Dengan tambahan tiga poin ini, Barcelona kukuh di posisi pertama klasemen Liga Spanyol dengan 58 poin dari 23 laga, unggul empat angka dari Real Madrid yang punya satu pertandingan simpanan.
Insiden di laga yang mengundang perdebatan melibatkan Lamine Yamal.
Pada awal babak kedua, tepatnya di menit 47', Lamine Yamal mendapatkan ganjalan bek Mallorca, Johan Mojica, di dalam kotak penalti. Namun wasit tidak meng-call itu sebagai pelanggaran.
Momen tersebut jadi bahan olol-olokan di media sosial, khususnya bagi pendukung Barcelona. Tak sedikit yang menyindir jersey putih yang dikenakan Mallorca, tak ubahnya Real Madrid yang dianggap selalu diuntungkan VAR.
Beberapa pemain Barcelona bereaksi atas keputusan wasit yang tak menghadiahi penalti bagi timnya. Termasuk Marc Bernal.
Pencetak gol terakhir kemenangan Barcelona ini mempertanyakan kinerja wasit.
"Ya, kami yang meminta itu. Saya tidak melihatnya dengan jelas, tetapi itu adalah keputusan wasit dan saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak," terang Marc Bernal setelah laga, dikutip dari laman Diario AS.
Meski demikian, Bernal tak ingin meributkan hal tersebut karena poin utamanya adalah Barcelona meraih kemenangan.
"Namun jika memang demikian, saya rasa setiap orang bisa melakukan kesalahan; itu tidak mengubah apa pun karena kami berhasil memenangkan pertandingan," sambung pemain berusia 18 tahun.
Baca juga: Hasil Barcelona vs Mallorca - Warna Pesta 3 Poin Blaugrana, Lamine Yamal Masuk Geng Legenda Madrid
Namun respons berbeda disampaikan entrenador Barcelona, Hansi Flick. Di momen konferensi pers pasca-laga, pelatih asal Jerman ini menyebut jelas Barcelona harusnya memperoleh hadiah penalti.
"Pertahanan Mallorca sangat rapat dan mungkin itu menghalangi (pandangan-red) wasit," buka Hansi Flick, dikutip dari sumber yang sama.
"Tetapi yang bisa saya katakan itu jelas, Yamal dilanggar, dan seharunys penalti," tegas Hansi Flick meminta.
Sebagai seorang pelatih, mantan nakhoda tim Bayern Munchen ini berperan sebagai seorang ayah. Apalagi Lamine Yamal, pemain baru berusia 18 tahun yang perlu perlindungan, mengingat dia menjadi pemain dengan persentase dapat pelanggaran salah satu tertinggi di LaLiga.
Lamine Yamal tidak bermain full 90 menit di laga melawan Mallorca.
Dia digantikan oleh Roony Bardghji di menit 78'. Menariknya, dalam sudut pandang Hansi Flick menilai Yamal memiliki sikap dewasa dari usianya.
Hansi Flick mengaku kagum dengan sikap legowo Lamine Yamal yang diganti, dan bisa menerima keputusan tersebut.
"Lamine berada di level yang luar biasa, dia menikmati permainannya. Kami ingin mengatur waktu bermainnya. Kami bertanya kepadanya bagaimana perasaannya dan dia juga menghargai kesempatan untuk diganti." aku Hansi Flick takjub.
Ditariknya Lamine Yamal dianggap wajar. Apalagi sang wonderkid dibutuhkan untuk laga super big match tengah pekan depan melawan Atletico Madrid di semifinal Copa del Rey, Jumat (13/2).
Dengan memberikan waktu recovery lebih lama, Hansi Flick berharap Lamine Yamal dalam kondisi fit dan prima untuk menghadapi Los Rojiblancos pada leg pertama.
(Tribunnews.com/Giri)