Kabar Baik, Gubernur Bali Koster Siapkan Insentif Pecalang Rp 50 Juta Tiap Desa Adat
Putu Dewi Adi Damayanthi February 08, 2026 08:17 AM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gubernur Bali, Wayan Koster, bertatap muka dengan pecalang di Desa Adat Buleleng di Setra Desa Adat Buleleng, Kabupaten Buleleng, Sabtu 7 Februari 2026.

Di hadapan para pecalang, Gubernur Koster menyatakan mengalokasikan insentif kepada pecalang senilai Rp 50 juta di setiap desa adat di Bali.

Dalam kesempatan itu, Koster juga menyerahkan bantuan seragam kepada 503 pecalang dari 14 Banjar Adat di Desa Adat Buleleng.

Seragam lengkap yang terdiri dari udeng, baju, kamen hingga saput senilai Rp250 juta ini merupakan dukungan dari Perumda Kertha Bali Saguna.

Baca juga: APRESIASI Pecalang Ngayah Tanpa Pamrih, Gubernur Koster Bantu Seragam 503 Pecalang Buleleng dan Bali

Selanjutnya Gubernur Koster juga akan memberikan bantuan seragam bagi seluruh pecalang se-Bali yang jumlahnya lebih dari 20 ribu orang.

Pecalang merupakan petugas keamanan adat di Bali. 

Masing-masing desa adat memiliki pecalang yang bertugas menjaga keamanan wilayah adatnya masing-masing.

Gubernur Koster menegaskan bahwa pecalang memiliki peran yang sangat penting sebagai ujung tombak pengamanan adat dan mendamaikan masyarakat Bali. 

Bahkan dalam berbagai kondisi mendesak, pecalang sering dilibatkan pemerintah di luar peran TNI dan Polri. 

“Kontribusi pecalang sangat besar. Karena itu saya memang memikirkan bagaimana memberi perhatian yang layak kepada pecalang melalui desa adat,” ujar Koster.

Gubernur Koster pun sudah menyiapkan insentif kepada para pecalang di Bali.

Hanya dia meminta permakluman kalau pemberian insentif belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.

Pemerintah Provinsi Bali masih melakukan perhitungan kemampuan anggaran, di tengah kewajiban menyelesaikan sejumlah program prioritas pembangunan. 

“Mudah-mudah 2027 atau paling lambat 2028 bisa direalisasikan. Tidak bisa hanya satu kabupaten, harus se-Bali,” tegas Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Buleleng ini.

Ditambahkan olehnya, dana Rp 50 juta per desa adat itu nantinya khusus dialokasikan sebagai insentif pecalang, bukan untuk kepentingan lain. 

Program tersebut, kata Koster, sudah masuk dalam perencanaan dan pembahasan lintas pihak. 

“Saat ini masih banyak yang harus dikerjakan, seperti perbaikan jalan dan infrastruktur. Mohon sabar dulu,” katanya.

Kelian Desa Adat Buleleng menyampaikan terima kasih atas perhatian yang ditunjukkan Gubernur Koster. 

"Dukungan ini sangat berarti bagi kami, pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban desa," ucapnya. 

Terkait rencana pemberian insentif, para pecalang berharap janji pemerintah segera  terwujud. 

Alasannya, selama ini pecalang murni ngayah untuk kepentingan adat tanpa menerima insentif. 

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra beserta istri, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya, Anggota DPRD Bali asal Buleleng Gede Kusuma Putra dan anggota DPRD Buleleng Ni Kadek Turkini, Prajuru dan pecalang Desa Adat Buleleng.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.