Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Raut kekecewaan jelas terpancar dari wajah pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, usai timnya takluk 1-2 dari Borneo FC Samarinda di Stadion Sumpah Pemuda PKOR, Bandar Lampung, Sabtu (7/2/2026).
Sempat unggul lebih dulu lewat gol Privat Mbarga di penghujung babak pertama, tim berjuluk The Guardian of Saburai justru kehilangan kendali permainan di paruh kedua. Situasi itu dimanfaatkan Borneo FC untuk membalikkan keadaan melalui gol Komang Teguh dan Ikhsan Nul Zikrak, yang membuat gawang Aqil Savik kebobolan dua kali.
Dalam konferensi pers seusai laga, Paul Munster menyoroti penurunan performa anak asuhnya di babak kedua yang berujung pada kekalahan menyakitkan di kandang sendiri.
“Babak pertama berjalan dengan baik dan kami mampu mencetak gol. Namun di babak kedua permainan menurun, sehingga kami kecewa kebobolan melalui situasi free kick,” ujar Munster kepada awak media.
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga menyesalkan banyaknya peluang emas yang gagal dimaksimalkan para pemainnya, termasuk peluang yang hanya membentur mistar gawang pada menit-menit krusial.
“Yang lebih mengecewakan, kami memiliki banyak peluang, bahkan ada yang membentur tiang gawang, tetapi tidak mampu menambah gol,” katanya.
“Jelas kami sangat kecewa dengan hasil ini. Dari posisi menang 1-0, kami justru kalah 1-2 di kandang sendiri,” tegas Munster.
Secara teknis, Munster turut menyoroti proses terjadinya gol kedua Borneo FC yang lahir dari skema open play. Menurutnya, gol tersebut merupakan kesalahan kolektif lini pertahanan yang seharusnya bisa diantisipasi dengan lebih baik.
“Gol kedua dari Borneo sangat sulit saya terima. Itu gol yang terlalu mudah dan seharusnya bisa kami antisipasi jika tetap fokus,” ujarnya.
Meski demikian, Munster menegaskan timnya harus segera bangkit dan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Kami harus move on dan mengevaluasi apa yang terjadi, lalu kembali fokus untuk pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Kekecewaan serupa juga disampaikan kapten Bhayangkara Presisi Lampung FC, Wahyu Subo Seto. Pemain bernomor punggung 23 tersebut mengakui hasil ini jauh dari harapan seluruh elemen tim.
“Ini hasil yang tidak diinginkan semua orang di dalam tim. Kami akan mengevaluasi dan memperbaiki kekurangan di latihan untuk persiapan laga berikutnya,” ujar Subo Seto dengan nada lesu.
Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC di hadapan publik Bumi Ruwa Jurai. Mereka dituntut segera berbenah, terutama di sektor pertahanan, sebelum melakoni laga lanjutan pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)