Seorang Nelayan Sarem Hilang di Perairan Desa Bunutan Bali, Sebanyak 6 Petugas SAR Diterjunkan
Putu Dewi Adi Damayanthi February 08, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Tim SAR gabungan melakukan pencarian nelayan yang belum kembali dari melaut di perairan Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali.

I Nengah Sarem (68) sudah berangkat sejak hari Jumat 6 Februari 2026, sekira pukul 14.30 WITA.

Dikarenakan tak ada kabar, pihak keluarga dan rekan nelayan berinisiatif mencari namun tak kunjung memberikan hasil.

Sabtu 7 Februari 2026, informasi adanya nelayan hilang baru diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari Kepala Dusun setempat.

Baca juga: USAI Kecelakaan Made Serina Diduga Hanyut di Saluran Air Desa Panji, Tim SAR Gabungan Masih Mencari

"Informasi adanya nelayan hilang kami terima hari ini pada pukul 10.55 WITA dan langsung kami tindaklanjuti," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, Sabtu 7 Februari 2026.

Petugas siaga berkoordinasi dengan Polsek Abang, Karangasem dan keluarga korban untuk bisa mempersiapkan pencarian.

Sebanyak 6 personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem bergerak menuju lokasi dan tiba kurang lebih 12.30 WITA.

Dengan menggunakan rigid Inflatable boat (RIB) 4 personel dari Tim SAR gabungan memulai penyisiran di seputaran lokasi biasanya korban melaut.

PENCARIAN - Proses pencarian Nengah Sarem yang tak kunjung kembali sejak Jumat untuk melaut.(Istimewa/Pencarian dan Pertolongan Denpasar)
PENCARIAN - Proses pencarian Nengah Sarem yang tak kunjung kembali sejak Jumat untuk melaut.(Istimewa/Pencarian dan Pertolongan Denpasar) (Tidak Ada)

"Info dari pihak keluarganya bahwa sudah melaksanakan pencarian dengan 3 buah jukung dengan 6 orang nelayan, serta melibatkan kelompok Nelayan Bunutan dengan jumlah 7 jukung menuju ke arah selatan Lombok," jelas Nyoman Sidakarya.

Hingga sore, Tim SAR gabungan belum mendapatkan tanda-tanda keberadaan I Nengah Sarem.

"Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca mendung, angin kencang mencapai 10 km per jam, air laut gelombang tinggi," terang I Putu Handika Bhayangkara, selaku koordinator di lapangan.

Rencananya operasi SAR akan kembali dilanjutkan Minggu 8 Februari 2026 pagi.

Meskipun penyisiran dihentikan sementara, namun koordinasi atau komunikasi tetap intens dilakukan dan apabila ada laporan penemuan personil bisa segera diberangkatkan.

Unsur SAR yang terlibat diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polairud Karangasem, Polair Polda Bali Pos Kubu, Pos AL Candidasa, Polsek Abang, Koramil Abang, Babinsa Desa Bunutan, BPBD Karangasem, Balawista Amed BPBD Karangasem, Bakamla Bali, Bhabinkabtibmas Desa Bunutan, Kadus Desa Bunutan, keluarga korban serta masyarakat nelayan setempat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.