TRIBUNSUMSEL.COM - Duka istri Benny Indra Ardhianto tak kuasa menangis saat jenazah sang suami tiba di rumah duka.
Kepergian Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, salah satu sang istri, Mahanni Yulindha Pratiwi atau akrab disapa Linda Hantopo
Di tengah suara rintik hujan yang menimpa atap rumah dan payung-payung hitam yang berderet, jeritan histeris istri almarhum Wakil Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi, memecah suasana.
Dari dalam ambulans, Linda tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah sang suami, Benny Indra Ardhianto, mulai diturunkan.
Baca juga: Malam Chat, Esok Berpulang WA Terakhir Bupati Klaten ke Wabup Benny Sebelum Meninggal Dunia
Ia berteriak seolah tak percaya sosok yang selama ini mendampinginya kini pulang dalam peti.
"Aku nggak bisa, aku nggak bisa," teriaknya dari dalam mobil ambulan ketika jenazah diangkat keluar ambulan, dikutip Tribunsolo.com
Isak tangis keluarga dan kerabat yang telah menunggu sejak siang pun pecah.
Suasana yang sejak awal sudah diliputi duka mendadak semakin pilu.
Beberapa kerabat menutup wajah dengan tangan, sementara yang lain berusaha menenangkan keluarga inti yang terpukul.
Jenazah Wakil Bupati Klaten tiba di rumah duka sekitar pukul 14.30 WIB.
Mobil ambulans yang membawa almarhum dikawal dua mobil patwal yang berhenti tepat di depan rumah keluarga di Desa Karang.
Hujan deras yang turun sejak siang menambah kelabu suasana, seolah langit ikut berduka atas kepergian sosok pemimpin muda tersebut.
Ketika pintu ambulans dibuka, tampak ayah almarhum, Hariyanto, turun lebih dulu.
Wajahnya sembab, matanya merah menahan tangis.
Ia berjalan perlahan dengan langkah berat sebelum akhirnya tak kuasa menahan air mata.
Sementara, beberapa anggota keluarga segera menghampiri dan menuntunnya masuk ke dalam rumah, berusaha memberi kekuatan di tengah duka yang mendalam.
Tak jauh dari situ, ibunda almarhum terlihat pingsan saat turun dari ambulans.
Tubuhnya yang lemah langsung disangga oleh kerabat yang sigap membantu.
Ia kemudian dibawa masuk ke dalam rumah untuk mendapat pertolongan, sementara suasana di halaman semakin dipenuhi tangis dan doa.
Di tengah hujan yang tak kunjung reda, peti jenazah Benny Indra Ardhianto diangkat perlahan menuju rumah duka.
Beberapa pelayat berdiri berjejer, sebagian memayungi kepala, sebagian lagi membiarkan diri basah oleh hujan. Tak ada yang bergeming, semua larut dalam suasana kehilangan.
Sebelumnya, informasi meninggalnya Wabup Benny banyak dibagikan di akun grup WhatsApp.
Plt Kepala Bagian Prokopim Setda Klaten, Rizqan Iryawan, membenarkan kabar duka tersebut.
Mengenai sakit yang diderita Wabup Benny, Rizqan tidak memberi jawaban.
"(Soal sakit) keluarga yang bisa jawab," pungkasnya.
Wabup Klaten Idap Kanker
Sebelum meninggal dunia, Wabup Benny dikabarkan sakit dan sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, sejak Kamis (29/1/2026) lalu.
Kabar tersebut dikonfirmasi oleh Humas RSUP Dr Kariadi Kota Semarang, Aditya Kandu Warendra yang mengatakan, almarhum Benny tutup usia sekitar pukul 11.00 siang.
"Betul informasinya. Almarhum meninggal dunia hari ini sekitar jam 11 siang. Sempat dirawat di Paviliun Garuda Lantai 5 sejak tanggal 29 Februari 2026," katanya kepada tribunjateng.com, Sabtu (6/2/2026) siang.
Dia menambahkan, wabup Benny meninggal setelah menjalani sejumlah perawatan untuk penyembuhan sakit kanker yang dideritanya.
"Beliau sudah bolak balik mondok dan kemo," jelasnya. Informasi dari perawatan pasien di Paviliun Garuda, diagnosa sakit kanker," kata dia.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com