Oleh: Pastor John Lewar SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini Minggu 8 Februari 2026.
Tema renungan Katolik hari ini "kita adalah garam dan terang dunia".
Renungan Katolik hari ini untuk hari Minggu biasa V, Santo Hieronimus Emilianus, Pengaku Iman, Santo Yohanes dari Matha, Pengaku Iman, dengan warna liturgi hijau.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Minggu 8 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Minggu 8 Februari 2026, Garam dan Terang Dunia
"Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, maka terangmu akan terbit dalam gelap."
Beginilah firman Tuhan Allah, “Aku menghendaki supaya engkau membagi-bagikan rotimu kepada orang yang lapar, dan membawa ke rumahmu orang-orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
Pada waktu itulah terangmu akan merekah laksana fajar, dan luka-lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan di depanmu dan kemuliaan Tuhan menjadi pengiringmu.
Pada waktu itulah engkau akan memanggil Tuhan dan Ia akan menjawab; engkau akan berteriak minta tolong, dan Ia akan berkata, ‘Ini Aku!’ Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah;
apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri, dan memuaskan hati orang yang tertindas, maka terangmu akan terbit dalam gelap, dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm. 112:4-5.6-7.8a.9
Ref. Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gulita.
Bagi orang benar Tuhan bercahaya laksana lampu di dalam gelap Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belaskasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.
Orang jujur tidak pernah goyah; ia akan dikenang selama-lamanya. Ia tidak takut kepada kabar buruk, hatinya tabah, penuh kepercayaan pada Tuhan.
Hatinya teguh, ia tidak takut, ia murah hati, orang miskin diberinya derma. Kebajikan tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.
Bacaan Kedua 1 Korintus 2:1-5
"Aku mewartakan kepadamu kesaksian Kristus yang tersalib."
Saudara-saudara, ketika aku datang kepadamu, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa pun di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil Yohanes 8:12
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Akulah terang dunia, sabda Tuhan. Barangsiapa mengikuti Aku, ia mempunyai terang hidup.
Bacaan Injil Matius 5:13-16
"Kamu adalah garam dunia."
Dalam khotbah di bukit Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada gunanya lagi selain dibuang dan diinjak-injak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik, dan memuliakan Bapamu yang di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Kita adalah Garam dan Terang Dunia"
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kita semua pasti tahu tentang garam dan mengecapnya. Sejak dahulu
kala garam merupakan kebutuhan pokok untuk hidup manusia. Garam
memberi rasa lezat bagi makanan. Tanpa garam, masakan akan menjadi
hambar, lalu orang akan berkomentar bahwa makanan tidak enak, atau
kurang garam, atau sesekali keasinan karena terlalu banyak garam. Jadi
garam memang perlu demi mutu makanan. Masyarakat modern memang
cukup berhati-hati dengan dosis garam yang dikonsumsi karena menurut
hasil beberapa penelitian di bidang kesehatan, merupakan salah satu
penyebab darah tinggi.
Kita semua juga pasti senang dengan cahaya. Tanpa cahaya, kita berada
dalam kegelapan dan kehilangan orientasi. Tanpa cahaya kita bagaikan
orang buta yang selalu meraba-raba. Manusia pada umumnya mencintai
cahaya dan ingin mencarinya agar tetap berada dalam terang benderang.
Cahaya berarti tidak gelap, bisa melihat sesuatu dan dapat membias ke
segala arah. Secara alkitabiah cahaya berarti kebaikan, kerelaan,
kemurahan Allah, belaskasihan Allah terhadap umat manusia.
Bacaan pertama, kitab Nabi Yesaya, memberikan kepada kita cara
menjadi garam dan terang dunia, yaitu dengan peduli akan orang lapar,
miskin dan yang membutuhkan pertolongan. Ditegaskan bahwa dengan
berbuat demikian, terang orang tersebut merekah di dalam dirinya dan
garam dalam dirinya memberikan penyedap kepada orang lain. Fungsi
garam yang utama adalah sebagai bumbu. Selain itu, juga sering
digunakan untuk mengawetkan makanan.
Hari ini, Yesus menunjukkan “garam rohani”, yakni sebagai gambaran jati
diri orangorang kristiani. Hakikat orang Kristen adalah garam. Di mana
pun berada, orangorang Kristen harus menjadi “rasa utama” dalam
masyarakat. Kehadiran orang Kristen harus bisa dirasakan, sehingga
ketidakhadirannya merupakan suatu kehilangan bagi masyarakat sekitar.
Hal kedua yang dikatakan Yesus adalah terang dunia.
Orang Kristen adalah terang dunia! Dia adalah pribadi pencerah, yakni orang-orang
yang membawa pencerahan bagi dunia. Jika siang menjadi pencerah
bagai matahari; dan jika malam menjadi pencerah bagaikan bulan.
Orang-orang Kristen harus mampu menjadi pencerah; dan berani tampil,
bukan mengurung diri di kamar dengan idealisasinya sendiri ( ay. 15).
Tampilnya orang Kristen di tengah masyarakat, bukan sekadar demi
“penampilan”, melainkan agar masyarakat sekitar melihat perbuatan kita
yang baik dan memuliakan Allah. Orang Kristen harus menjadi pendorong
utama bagi setiap orang untuk menjadi abdi Allah.
Hal yang sama pun ditegaskan oleh Nabi Yesaya dengan menyerukan
“Terangmu akan merekah laksana fajar”. Terutama lewat tindakan yang
mau memberikan hal yang penting dan berharga bagi sesama. Di sinilah
kita bisa merenungkan salah satu bentuk tindakan menjadi terang itu.
Jelaslah bahwa membantu orang lain dalam kesusahan adalah salah satu
bentuk menjadi garam dan terang. Dengan cara demikian maka kita pun
sesungguhnya telah menjadi saksi Kristus yang tersalib sebagaimana
ditegaskan oleh rasul Paulus. Salib Kristus bagi Paulus adalah
kesempurnaan dari garam dan terang dunia. Maka perlulah kita
menyandarkan segala usaha kita di bidang ini dalam keyakinan dan
kekuatan Roh, agar garam dan terang itu semakin aktual dalam
pengorbanan Kristus.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Ada banyak cara bisa kita tempuh untuk menjadi garam dan terang
dunia. Tergantung situasi kita dan keadaan sosial yang kita hadapi,
termasuk juga kreativitas. Namun, yang jelas Yesus mengajak kita semua
agar berbuat sesuatu untuk perwujudan garam dan terang. Kitab Nabi
Yesaya memberikan semangat kepada kita sebagai garam dan terang
dengan berkata, “Kebenaran akan menuntunmu dan kemuliaan Tuhan
menjiwaimu.” Apakah anda menyadari bahwa anda mempunyai potensi
untuk menjadi garam dan terang? Pernahkan anda berperan sebagai
garam dan terang bagi orang di sekitar?
Doa:
Allah Bapa kami yang kekal, sumber cahaya iman, Engkau
memancarkan cahaya yang memungkinkan manusia hidup dalam diri
Yesus PuteraMu dan Saudara kami. Kami mohon, semoga kami
mengimani sabdaNya agar makin hari kami makin mirip dengan Dia serta
menemukan kedamaian padaMu, Bapa kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan
dan pengantara kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Minggu. Salam doa dan berkatku
untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan
Putera dan Roh Kudus...Amin. (Sumber iman katolik.com/kgg).