TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Seorang pria berinisial P (40), warga Desa Cahya Negeri, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan menjadi korban penembakan saat melintas di jalan umum desa setempat, Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Korban ditembak di bagian punggung kiri oleh salah satu dari dua pelaku tak dikenal yang mengadangnya di tengah perjalanan.
Meski sempat berupaya melarikan diri, korban akhirnya tersungkur setelah peluru senjata api mengenai tubuhnya.
Petugas Polsek Semendawai Suku III yang sedang melakukan patroli rutin menemukan korban dalam kondisi terkapar di lokasi kejadian dan langsung memberikan pertolongan pertama.
Korban kemudian dilarikan ke RS Charitas Belitang untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Kapolsek Semendawai Suku III, IPTU Antoni Steven mengatakan, sebelum kejadian korban hendak menjemput istrinya pulang bekerja di SMK Negeri 1 Semendawai Suku III.
“Saat itu korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah nomor polisi BG 3598 YAU. Ketika melintas di jalan umum Desa Cahya Negeri, korban diadang dua orang yang diduga pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas),” jelas IPTU Antoni saat dikonfirmasi jurnalis Tribunsumsel.com dan sripoku.com pada Minggu (8/2/2026).
Menurut Kapolsek, korban sempat mencoba menyelamatkan diri, namun salah satu pelaku langsung melepaskan tembakan ke arah korban.
“Korban sempat melarikan diri, namun langsung ditembak oleh salah satu pelaku,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak dan harus menjalani perawatan khusus. Sementara itu, kedua pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor milik korban.
“Alhamdulillah, kondisi korban saat ini sadar dan stabil, namun masih dalam perawatan intensif di RS Charitas Belitang,” ungkap IPTU Antoni.
Pasca kejadian, Tim Opsnal Polsek Semendawai Suku III bersama Tim Shadow Walet Satreskrim Polres OKU Timur langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti serta melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku.
Kanit Pidum Satreskrim Polres OKU Timur, IPDA Ardi, turut membenarkan adanya kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.
“Iya benar, saat ini masih dalam proses penyelidikan,” singkatnya.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian mengingat pelaku menggunakan senjata api, yang tidak hanya menyebabkan korban luka tembak, tetapi juga menimbulkan rasa takut dan keresahan di tengah masyarakat OKU Timur.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel