Kuota Haji Naik Hampir 100 Persen, 223 Jemaah Ikuti Manasik di Sebatik dan Nunukan
Amiruddin February 08, 2026 12:14 PM

 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Sebanyak 223 jemaah calon haji ( JCH ) asal Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ), mengikuti kegiatan manasik haji yang dilaksanakan di dua titik.

Dua titik manasik haji itu, yakni di Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan.

Kegiatan manasik haji di Pulau Sebatik berlangsung mulai tanggal 7-11 Februari 2026.

Sedangkan manasik haji di Pulau Nunukan, mulai 8–12 Februari 2026. 

Jumlah jemaah haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun 2025, yang hanya berjumlah 115 orang.

Tahun 2026 ini, JCH Nunukan sebanyak 223 orang.

Dari total jemaah tersebut, 139 orang berasal dari Pulau Nunukan dan wilayah sekitar, sementara 84 jemaah lainnya berasal dari Pulau Sebatik.

 

JCH Kabupaten Nunukan mengikuti manasik haji
MANASIK HAJI - Sebanyak 223 jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Nunukan mengikuti manasik haji Terintegrasi yang digelar di Pulau Sebatik dan Nunukan, Februari 2026. Jumlah jemaah tahun ini meningkat hampir 100 persen dibanding tahun sebelumnya.  (TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

 

Baca juga: Beri Bimbingan Manasik Haji di Sebatik, Kepala Kanwil Kemenhajum Kaltara Saleh: Harus Sering Diulang

 

Peningkatan kuota haji

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kakanwil Kemenhajum) Kalimantan Utara, Muhammad Saleh, dalam sambutannya di sela manasik haji di Nunukan hari ini, menyampaikan bahwa proses administrasi keberangkatan jemaah haji berjalan lancar.

“Alhamdulillah, paspor sudah, visa sudah.

Tinggal proses keberangkatan saja, dan sejauh ini tidak ada kendala,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kebijakan kuota haji nasional yang menerapkan prinsip berkeadilan.

Tahun ini, masa tunggu terlama mencapai 26 tahun di beberapa provinsi.

Namun, Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara mendapat penilaian positif dengan peningkatan kuota jemaah hingga hampir 100 persen.

“Yang tadinya sekitar 115 jemaah per tahun, sekarang menjadi 223 jemaah.

Banyak yang tidak menyangka bisa berangkat tahun ini. 

Ini adalah panggilan Allah, semua bisa terjadi,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Tata Pemerintahan dan Tata Negara dan Pemerintah Setda Nunukan, H Muhammad Amin, mengingatkan jemaah agar mempersiapkan kondisi fisik sejak dini.

“Jemaah harus menjaga kesehatan, mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan mematuhi aturan kesehatan.

Ibadah haji menuntut kesiapan fisik, mental, dan spiritual, termasuk disiplin dan kesabaran,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jemaah akan berada di Tanah Suci selama kurang lebih 45 hari, dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrem, bahkan bisa mencapai 10 derajat celsius.

“Jaga kesehatan, perbanyak doa, dan utamakan rukun serta wajib haji.

 Jangan terlalu bersemangat hingga ada ibadah yang tertinggal,” pesannya.

Diharapkan seluruh jemaah haji Kabupaten Nunukan dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke Tanah Air sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah.

“Semoga seluruh jamah senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam ibadah.

Sehingga kembali ke tanah air sebagagi haji yang mabrur dan mabrurah,” ujarnya.

Ketua panitia manasik haji Nunukan, H Andi Asdar, juga buka suara.

Asdar mengatakan bahwa manasik haji bertujuan untuk memberikan pengenalan, pembekalan materi, serta praktik langsung terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji.

“Manasik ini sebagai upaya pengenalan, pemberian materi, penguasaan materi, serta praktik manasik haji.

Termasuk perjalanan, kesehatan, dan keselamatan penerbangan, agar jemaah memahami tata cara ibadah haji sesuai tuntunan syariat,” ujar Andi Asdar.

 

Baca juga: Masa Tunggu Haji di Nunukan Kaltara 41 Tahun, Terlama Nomor 10 di Indonesia

 

Siap Berhaji Tahun Ini

Seorang JCH Nunukan bernama Rini, yang sudah mendaftar sejak tahun 2013, mengaku senang dan terharu karena namanya masuk dalam kuota tambahan.

Ia mendaftar bersama suaminya dan diberangkatkan bersama.

Perempuan dari Solo yang sudah menetap di Nunukan sejak akhir tahun 1983 itu, mengaku siap untuk mengikuti proses ibadah haji.

Secara fisik Ia mengaku sangat siap untuk ibadah Haji.

“Kalau fisik InsyaAllah siap, yang lain-lain juga sangat siap,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Minggu (8/2/2026).


(*)

Penulis: Fatimah Majid

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.