Lowongan Kerja PT Wahyu Putra Ramadhan Tanahlaut, Dicari Apoteker Penempatan di RSBCM Pelaihari
Mulyadi Danu Saputra February 08, 2026 12:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - PT Wahyu Putra Ramadhan di Tanahlaut sedang membuka lowongan pekerjaan posisi Apoteker untuk penempatan di RSBCM Pelaihari.

Bagi Anda, baik perempuan maupun laki-laki yang mempunyai passion di bidang ini, dapat mendaftarkan diri.

Pelamar merupakan lulusan S1 Farmasi dan memiliki Surat Tanda Registrasi Apoteker (STRA) yang masih berlaku.

Selain itu, diharapkan menguasai kompetensi kefarmasian meliputi pelayanan, pengelolaan obat dan sebagainya. Serta berpengalaman di bidangnya minimal satu tahun.

Anda dapat mengirimkan CV melalui https://bit.ly/wpr_recruitment secepatnya. Pendaftaran hanya diterima secara online atau melalui link di atas.

Baca juga: Lowongan Kerja Alfamart Kalsel 2026, Tersedia Posisi Kasir, Walk in Interview di SMKN 2 Amuntai HSU

Berikut nomor yang dapat dihubungi terkait pendaftaran lowongan kerja tersebut: 

+62 852-5277-6082

Atau melalui Instagram resmi PT. Wahyu Putra Ramadhan:

@recruitmentwahyuputraramadhan

PT Wahyu Putra Ramadhan Group berdiri tahun 2014 di Kabupaten Tanahlaut.

PT. Wahyu Putra Ramadhan (WPR Group) adalah perusahaan lokal yang berkantor di Jalan Ahmad Yani, KM 122, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut.

Berjarak 105 km dari Kota Banjarbaru yang merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Merupakan perusahaan lokal yang bergerak di berbagai bidang yaitu Pertambangan, Perkebunan, Klinik, Rumah Sakit, Kontraktor, SPBU, SPBE serta bidang usaha lainnya yang berada dan tersebar di Kalimantan, khususnya Kabupaten Tanah Laut dan sekitarnya.

Soft Skill Apoteker

Apoteker disumpah untuk menjalankan pekerjaannya seumur hidup sesuai dengan kompetensinya untuk kepentingan kesehatan masyarakat. 

Oleh sebab itu, kompetensi apoteker harus terus diperbaharui sebagai bentuk implementasi kualitas apoteker sebagai long-life learner. 

Ada beberapa soft skill yang penting untuk dikuasai oleh seorang apoteker. 

Sebaiknya soft skill ini mulai diasah sejak calon apoteker (yang kini didominasi oleh generasi Z) menempuh pendidikan di level universitas. 

1. Digital Literacy 

Digitalisasi merupakan sesuatu yang tidak bisa hindari di masa sekarang ini. 

Apalagi ketika mengimplementasikan peran apoteker sebagai Life-long learner, apoteker tidak boleh malas meng-upgrade dirinya dalam hal digitalisasi, termasuk literasi digital. 

Banyak sekali informasi terkait ilmu dunia kefarmasian di luar sana yang yang terus berkembang dengan sangat cepat. 

2. Communication 

Ketika menjalani pekerjaan kefarmasiannya, apoteker akan terus berinteraksi dengan orang lain baik secara verbal dan non-verbal. 

Kepada siapa saja, paling tidak yang terkait dengan pekerjaan seperti pasien, rekan sejawat dan tenaga kesehatan/tenaga medis lainnya. 

Hal semacam itu bermanfaat bagi Apoteker untuk membaca situasi, kapan mesti bernegosiasi dan berkompromi, kapan mesti tegas dengan keputusan, hingga menggunakan bahasa yang tepat ketika berkomunikasi dengan orang awam 

3. Critical thinking (problem solving) 

Saat menjalani tugasnya, seorang Apoteker juga mesti bisa berpikir dengan kritis. 

Itu yang akhirnya bisa membiasakan diri untuk berpikir dengan menitikberatkan pada usaha preventif, terutama dalam menyusun sistem mutu. 

Apalagi ketika dihadapkan pada suatu masalah, apoteker diharapkan mampu menganalisis dan mengevaluasi tindakan perbaikan dan pencegahan yang diperlukan. 

4. Integrity, flexibility dan etos kerja 

Konsisten menjaga integritas dirinya, tetapi mesti fleksibel. 

Seorang apoteker bisa menilai dan memilah hal-hal apa saja yang masih bisa ditoleransi dan mana yang tidak. 

Etos kerja yang baik perlu terus dipelihara secara konsisten untuk meminimalisir risiko pekerjaan yang tidak perlu. 

5. Time management 

Ada banyak sekali tugas dan tanggung jawab yang dijalankan sesuai standar mutu yang ditetapkan dan sesuai kode etik profesi. 

Sehingga rutinitas kerja seorang Apoteker memiliki tanggung jawab teknis di fasilitas produksi/distribusi/pelayanan farmasi.

6. Team work 

Saat bekerja di suatu instansi/fasilitas, apoteker tidak hanya bekerja seorang diri. Ia harus mampu beradaptasi ketika bekerja dalam tim. 

Tidak bersikap egosentris dan mau bekerja sama dengan orang lain, baik yang memiliki maupun tidak memiliki latar pendidikan yang sama. 

7. Managerial & leadership 

Dalam sebuah jabatan struktural, apoteker itu memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang baik. 

Hal-hal yang bisa dilakukan seperti koordinasi tim yang baik, mengawasi jalannya kerja tim, memberikan contoh etos kerja yang baik pada tim.

(Banjarmasinpost.co.id/kristin juli saputri/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.