KUA Putri Betung Gayo Lues Hilang Diterjang Bencana Alam
Rizwan February 08, 2026 12:54 PM

TRIBUNGAYO.COM - Kantor Urusan Agama (KUA) Putri Betung Gayo Lues dilaporkan hilang setelah diterjang banjir dan longsor akhir November 2025 lalu.

Saat ini, sedang diupayakan bangunan darurat dengan harapan bisa melayani masyarakat.

Sementara KUA lainnya juga masih ada yang melayani darurat meski sudah buka layanan semuanya,

Melansir Serambinews.com, Kanwil Kemenag Aceh menyatakan hampir seluruh kantor urusan agama (KUA) yang terdampak banjir dan longsor di Aceh sudah aktif melayani masyarakat meskipun dalam keadaan darurat, kecuali KUA Putri Betung Kabupaten Gayo Lues karena sudah hilang.

"Semuanya sudah bisa aktif kembali, dan pelaksanaan alakadar, yang penting sudah dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tapi kondisinya memang masih darurat," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Kamis (5/7/2026).

Ia menyebutkan, pascabencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu, sebanyak 79 KUA ikut terdampak, baik rusak ringan, sedang, berat bahkan hilang terbawa arus.  

"Ada satu KUA yang tidak aktif karena hanyut dibawa air dan hilang, itu KUA di Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Kita sedang upayakan mencari lokasi untuk dipindahkan dulu," ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi kantor KUA di Aceh pasca dihantam bencana banjir sangat beragam dampaknya, ada yang gedungnya rusak, tertimbun lumpur, hilangnya seluruh mobiler, serta alat kerja pegawai seperti komputer, printer dan lainnya.

Sebagai upaya pemulihan, kata Azhari, selain membersihkan kantor, Kemenag RI juga telah memproses bantuan mobiler serta kebutuhan lainnya untuk KUA terdampak agar masyarakat bisa kembali menerima pelayanan terbaik, meskipun masih terbatas.

"Untuk mobiler sudah dibagikan untuk hampir semua KUA tapi masih terbatas. Ada yang menerima tiga kursi, satu kursi panjang, dan satu lemarI. Semua sudah dikirim ke daerah untuk mendukung pelayanan masyarakat, dibantu oleh pusat langsung," tegasnya.

Disisi lain, meski pelayanan di KUA terlaksana secara darurat atau proses administrasinya masih manual, minimal masyarakat sudah dapat menerima layanannya.

Azhari menuturkan, komputer dan printer khusus untuk buku nikah masih sangat terbatas di KUA pascabencana. Karena itu, kepada pegawai bisa memanfaatkan milik KUA terdekat yang memang sudah tersedia teknologinya.

"Buku nikah itu harus dengan print khusus. Jadi kita sudah anjurkan bisa KUA terdekat, karena ini kebutuhan untuk hari-hari," ujarnya.

Ia menegaskan, Kemenag RI terus mengupayakan bantuan kebutuhan di KUA, hanya saja prosesnya dilakukan secara bertahap, ditargetkan pada Februari ini dapat segera disalurkan komputernya.

"Kursi dan komputer juga dibantu secara bertahap. Pada tahap darurat kemarin, kursi sudah dibagikan. Setelah ini, sebulan lagi kita kirimkan minimal komputer ke KUA, supaya masyarakat bisa kembali kita layani," jelas Azhari.(*)

Baca juga: Sudah 2 Bulan Bencana Alam, 9 Desa di Aceh Tengah dan Satu Desa di Gayo Lues Masih Padam Listrik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.