TRIBUNJAKARTA.COM - Kelakar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) tertawa.
Pramono Anung saat itu melontarkan candaan soal gorong-gorong terkait pekerjaan membersihkan saluran air atau gorong-gorong.
Hal itu terjadi saat keduanya meninjau kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta Bersih di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Minggu (8/2/2026).
"Tadi saya sambil bercanda sama Pak JK, Pak JK kita ini dibesarkan dalam teknokrasi. Pasti Pak JK sama saya enggak mau masuk gorong-gorong," kata Pramono dikutip dari TribunJakarta.com dari Kompas.com.
Pramono menuturkan pekerjaan fisik di lapangan memang dilakukan para petugas.
Sementara dia dan JK lebih banyak berkontribusi dalam aspek kebijakan dan pemikiran.
"Tapi yang bekerja adalah pikiran dan otak. Pak JK ketawa. 'Sekali-sekali bekerja masuk gorong-gorong'," lanjutnya menirukan respons JK.
Pramono pun kembali menanggapi candaan tersebut dengan nada santai.
Ia mengaku tak keberatan jika harus turun langsung, namun membayangkan reaksinya jika hal itu benar-benar dilakukan.
"Kalau saya mau saja Pak, tapi nanti wartawan malah kaget kalau saya masuk gorong-gorong," ucap Pramono.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama warga bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla meninjau kegiatan kerja bakti tiba di lokasi sekira pukul 08.00 WIB.
Pramono mengenakan kaus polo berwarna oranye yang dipadukan dengan jaket ringan krem, topi hitam, serta kacamata.
Setibanya di lokasi, Pramono menyapa warga dan petugas yang telah berkumpul sejak pagi.
Ia kemudian berjalan menyusuri jalan lingkungan untuk melihat langsung proses pembersihan.
Pramono tampak memperhatikan petugas yang membersihkan sampah di sisi jalan, sementara sebagian lainnya memasukkan sampah ke dalam karung untuk kemudian diangkut.
Beberapa kali ia berhenti untuk berbincang dengan warga dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) serta turut memantau pembersihan saluran air yang dipenuhi lumpur.
Petugas terlihat mengeruk sedimen menggunakan sekop agar aliran air kembali lancar.
Sejumlah truk sampah dikerahkan untuk mengangkut hasil pembersihan dari lokasi.
Di sela peninjauan, Pramono menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Jakarta dan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.
Sedangkan, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta Bersih bareng warga di Jalan Cempaka Putih Tengah, Jakarta Pusat, Minggu (8/2/2026).
Rano Karno yang tiba sekitar pukul 08.00 WIB, langsung disambut oleh pejabat setempat mulai dari lurah hingga Polres Metro Jakarta Pusat.
Rano Karno yang menggunakan kaos oranye celana panjang, topi dan kacamata serba hitam langsung menuju titik lokasi di Kali Utan Kayu.
Di sana, ia sempat melakukan bersih-bersih bersama warga sekaligus meninjau aliran air di Kali Utan Kayu dan pompa air Cempaka Putih.
Sesekali ia berhenti, berbincang dengan petugas mengenai aliran air yang sedang dilakukan pengerukan, dan juga melihat kondisi pompa air di sana.
Rano Karno mengatakan, aktivitas bersih-bersih ini dilakukan dengan tujuan untuk mengantisipasi musim pancaroba. Salah satu yang dikhawatirkan adalah virus Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Biasanya habis musim hujan terus masuk kemarau, yang kita antisipasi adalah DBD," ujar Rano Karno dikutip dari Kompas.com.
Oleh sebab itu, kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di 44 kecamatan dan 267 kelurahan itu menyasar lokasi yang berpotensi jadi tempat kembang biaknya nyamuk penyebab DBD, seperti semak-semak dan genangan air.
"Makanya itu kenapa semak-semak kita perbaiki, air-air yang tergenang harus segera hilangkan," kata dia.
Sebanyak 171.134 petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta, Palang Merah Indonesia (PMI), TNI-Polri, dan unsur lainnya melakukan kerja bakti, Minggu (8/1/2026).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan kerja bakti melibatkan ratusan ribu petugas gabungan dan warga ini dilakukan serentak untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kota.
"Ini juga menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Presiden ketika Rakornas kemarin. Tetapi bagi Jakarta, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin," kata Pramono, Minggu (8/1/2026).
Selain mengerahkan petugas gabungan sebanyak 60 unit ekskavator untuk mengeruk sedimentasi, 144 dump truck guna mengangkut sampah yang tersebar di 66 titik lokasi kerja bakti.
Untuk di Jakarta Timur kerja bakti dipusatkan pada permukiman warga RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar yang kerap terdampak banjir luapan Kali Ciliwung.
"Salah satu inisiator acara ini adalah PMI, dalam hal ini PMI Pusat, Pak JK (Jusuf Kalla). Beliau secara konkret memberikan bantuan berupa cangkul, sekop, gerobak, dan karung," ujar Pramono.
Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla yang turut meninjau kegiatan menuturkan warga harus dapat bertanggungjawab atas kebersihan di lingkungan terdekatnya masing-masing.
"Artinya semua selokan di rumahnya, apakah kantornya, apakah rukonya, harus dia bersihkan. Harus bersih sendiri, kalau tidak, banjir kena dampaknya ke kita sendiri," tutur Jusuf Kalla.