TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Kota Jambi resmi mematangkan persiapan Program Kampung Bahagia tahun anggaran 2026.
Program strategis ini mengusung skema pendanaan proporsional yang menyasar 1.583 RT di seluruh wilayah Kota Jambi, dengan tujuan utama penguatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Noverentiwi Dewanti, menjelaskan bahwa besaran dana tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan dengan jumlah Kepala Keluarga (KK).
RT dengan di atas 100 KK akan menerima alokasi penuh sebesar Rp100 juta, sementara RT dengan 60-99 KK mendapat Rp70 juta, dan RT di bawah 60 KK memperoleh Rp50 juta.
Fokus Keamanan dan Pengelolaan Sampah
Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa untuk tahun ini, penggunaan dana diprioritaskan pada dua sektor krusial: keamanan dan kebersihan.
Setiap RT diwajibkan memasang kamera pengawas (CCTV) dan menyediakan gerobak motor (Germo) pengangkut sampah melalui skema Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM).
“Sampah dari warga dikumpulkan dari rumah ke rumah menggunakan gerobak motor, lalu dibawa ke depo atau bank sampah sebelum diangkut ke TPA Talang Gulo,” jelas dr. Maulana, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Kapan Dana Program 100 Juta per RT di Kota Jambi Cair?
Baca juga: Susno Bongkar Isi Pertemuan Kertanegara: Prabowo Tak Ingin Energi Bangsa Habis di Isu Ijazah Jokowi
Baca juga: Dulu 24 Jam, Kini Lampung ke Pekanbaru via Jambi–Sumsel Hanya 12 Jam Jika Tol Jambi-Rengat Terhubung
Bagi RT besar (300-350 KK), pengadaan gerobak motor wajib dilakukan mandiri.
Sedangkan RT kecil diperbolehkan melakukan pembelian secara kolektif atau berbagi armada dengan RT tetangga.
Kenaikan Gaji Ketua RT dan Transparansi Anggaran
Selain pembangunan fisik, program ini membawa kabar baik bagi pengurus lingkungan.
Gaji Ketua RT kini naik menjadi Rp1 juta per bulan, sementara Sekretaris RT mendapatkan Rp200 ribu per bulan.
“Total komponen rutin termasuk gaji dan biaya ATK mencapai Rp17,4 juta. Sisanya, sekitar Rp82,6 juta (untuk kategori maksimal), akan ditransfer langsung ke rekening Kelompok Kerja (Pokja) untuk pelaksanaan program di lapangan,” tutur Noverentiwi.
Linimasa Pelaksanaan
Proses administrasi dan rembuk warga telah dimulai sejak Januari. Penyusunan proposal dijadwalkan rampung pada Maret, sehingga pencairan dana ke rekening Pokja dapat dilakukan pada April 2026.
Seluruh kegiatan fisik ditargetkan selesai pada Mei, disusul dengan pelaporan pertanggungjawaban pada Juni mendatang.
Jika kebutuhan dasar seperti sampah dan CCTV sudah terpenuhi, RT diperbolehkan menggunakan sisa dana untuk infrastruktur jalan, drainase, hingga pengadaan sarana olahraga dan perlengkapan keagamaan.
Memasuki fajar baru di tahun 2026, Pemerintah Kota Jambi melakukan lompatan besar dalam sistem keamanan publik.
Wali Kota Jambi, dr Maulana memproyeksikan Kota Jambi sebagai salah satu kota paling aman di Indonesia.
Baca juga: 1.583 RT di Kota Jambi Terima Dana Rp 100 Juta, Besarannya Disesuaikan Jumlah KK
Baca juga: Maling Tanpa Busana Beraksi di Mendalo Jambi Terekam CCTV, Ponsel Mahasiswa Raib
Dalam mewujudkan itu, Pemkot Jambi mengandalkan integrasi teknologi pengawasan tingkat tinggi.
Dalam malam pergantian tahun yang berlangsung khidmat di Taman Banjuran Budayo, Rabu (31/12/2025), Wali Kota Maulana yang didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, memaparkan ambisinya untuk mengganti sistem keamanan konvensional dengan sistem digital yang komprehensif.
Melalui pilar "Aman" dalam visi Kota Jambi Bahagia, Pemkot Jambi menargetkan pemasangan 3.200 unit CCTV yang tersebar di seluruh wilayah.
Skemanya, setiap Rukun Tetangga (RT) akan dijaga oleh minimal empat "mata digital"—dua unit di akses pintu masuk dan dua unit di pintu keluar.
"Seluruh pas kamling akan digantikan dengan CCTV 24 jam. Insya Allah, Kota Jambi akan menjadi salah satu kota paling aman di Indonesia," tegas Maulana di hadapan masyarakat.
Kecanggihan sistem ini terletak pada konektivitasnya.
Seluruh kamera pengawas akan terhubung langsung ke pusat pemantauan (Command Center) yang bisa diakses secara real-time oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, hingga pihak kepolisian.
Selain keamanan, Maulana juga menyoroti pilar "Bersih" melalui sistem tata kelola sampah tertutup yang akan diintegrasikan dalam Program Kampung Bahagia.
Di hadapan warga, ia juga menyampaikan refleksi atas 10 bulan masa kepemimpinannya bersama Diza Hazra Aljosha.
"Kami berdua hanyalah manusia biasa dengan keterbatasan. Namun yakinlah, kami bersama seluruh jajaran ASN terus bekerja tanpa mengenal hari libur demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ungkapnya dengan penuh ketulusan.
Menutup sambutannya, Wako Maulana memohon doa restu dari seluruh warga Jambi agar terus diberi kekuatan untuk mengabdi.
"Mohon doa agar kami selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk membangun Kota Jambi Bahagia," pungkasnya.
Baca juga: Top 7 Jambi Hari Ini, Jika Tol Baru Selesai Lampung-Palembang-Jambi-Pekanbaru 12 Jam
Baca juga: Susno Bongkar Isi Pertemuan Kertanegara: Prabowo Tak Ingin Energi Bangsa Habis di Isu Ijazah Jokowi
Baca juga: Pemprov Jambi Akan Tambah Sekolah Rakyat, di Tanjabtim dan Kota Jambi Segera Dipakai