Pembangunan 30 Unit Rumah Layak Huni Program TULUS di TTU Nyaris Rampung
Yeni Rahmawati February 08, 2026 01:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) saat ini sedang dalam proses penuntasan pembangunan 30 unit Rumah Layak Huni (RLH) Program TULUS. 

Rumah tersebut merupakan bantuan yang dialokasikan melalui Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten TTU tahun anggaran 2025.

Mayoritas RLH ini sudah tuntas dikerjakan. Kendati demikian, ada beberapa unit rumah yang mengalami keterlambatan lantaran terkendala akses fasilitas jalan dan medan yang sulit.

Demikian disampaikan Plh Kepala Dinas PRKPP Kabupaten TTU, Gregorius Nai, saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu, 7 Februari 2026.

Ia menerangkan, dari total 30 unit rumah layak huni tersebut, 6 rumah diperuntukkan bagi pemenuhan Standar Minimal Pelayanan (SPM) sedangkan 24 unit rumah lainnya merupakan alokasi anggaran dari Program TULUS.

Bantuan ini, lanjutnya, menyasar kaum termarjinalkan yang selama ini terabaikan. Sasaran ini masuk kategori janda, duda, yang tidak memiliki biaya membangun rumah.

Semestinya, 30 unit rumah layak huni ini sudah tuntas dikerjakan. Namun, ada beberapa kendala urgent sehingga belum tuntas dan diberikan adendum waktu.

Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Rote Ndao, Polisi Siaga

"Karena saat berkontrak sudah di bulan November 2025," ujarnya.

Serah terima rumah layak huni Program TULUS rencananya bakal dilakukan bulan Februari 2026 ini.

Ia menerangkan, pihaknya mengalami kendala pembangunan di Dusun Oelfab, Desa Tasinifu. Pasalnya, akses jalan dan medan menuju lokasi ini sulit dijangkau mobil pengangkut material.

Menindaklanjuti hal ini, Pemkab TTU telah meminta bantuan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 2 ABW/Kostrad untuk membantu proses distribusi batako dan material lainnya ke lokasi.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah layak huni ini dibagi dalam dua segmen yakni segmen reguler dan segmen bencana atau relokasi karena program pemerintah.

Secara khusus segmen reguler menyasar kepala keluarga kategori miskin ekstrem.

Pembangunan RLH TULUS segmen reguler ini meliputi; 1 unit rumah di Desa Sapaen, 2 unit di Desa Fafinesu C, 1 unit di Kelurahan Tubuhue, 1 unit di Desa Fatumtasa, 3 unit di Desa Benus, 3 unit di Desa Wini, 1 unit di Desa Kiuola, 3 unit di Desa Nian, 1 unit di Desa Kuanek, 2 unit di Desa Lanaus, 3 unit di Desa Tasinifu dan 3 di Desa Manamas.

Dengan demikian, total sebanyak 24 unit rumah yang dibangun dari Program RLH TULUS untuk segmen reguler.

Sedangkan segmen bencana atau relokasi karena program pemerintah meliputi; 3 unit di Desa Naob, 1 unit di Desa Kiuola, 1 unit di Desa Tasinifu dan 1 unit di Desa Manusasi.

"Jadi total ada 6 unit rumah layak huni Program RLH TULUS yang dibangun melalui segmen bencana atau relokasi karena program pemerintah," ungkapnya.

Pada tahun 2026 Dinas PRKPP TTU juga mendapat alokasi anggaran supaya membangun rumah layak huni bagi masyarakat miskin sebanyak 22 unit rumah. (bbr)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.