BEM se-Kalimantan Dorong Lahirnya Kepemimpinan Politik Muda Berintegritas
Rivaldi Ade Musliadi February 08, 2026 02:23 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Eksekutif Mahasiswa se-Kalimantan (BEM SEKA) bersama BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Politik Muda di Kampus Poltekkes Kemenkes Pontianak. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran politik bagi mahasiswa lintas kampus di Kalimantan.

Pelatihan tersebut mengusung tema “Membangun Kepemimpinan Politik Muda yang Berintegritas, Partisipatif, dan Berorientasi Kepentingan Publik”. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan menghadirkan narasumber dari unsur penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, partai politik, akademisi, serta organisasi mahasiswa.

Sejumlah narasumber yang hadir antara lain Ketua KPU Kalimantan Barat Muhammad Syarifuddin Budi, perwakilan Bawaslu Kalimantan Barat Yosef Harry Suyadi, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar yang diwakili Kepala Bidang Sosial Politik, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat Dian Eka Muchairi, serta Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Pontianak Prof. Dr. Sunarsieh.

Koordinator Pusat BEM se-Kalimantan, Danil Huda, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi dan pembangunan daerah. Karena itu, mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap proses politik.

“Ruang-ruang pengambilan keputusan publik sangat menentukan masa depan generasi muda. Kepemimpinan politik mahasiswa harus dibangun di atas integritas, rasionalitas, dan kesadaran kolektif terhadap kepentingan publik,” ujar Danil dalam sambutannya.

• 74 Mahasiswa S-2 Ikom Mercu Buana Ajak Generasi Muda Cerdas Digital

Menurutnya, dinamika politik kontemporer menuntut hadirnya pemimpin muda yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki kemampuan analisis kebijakan, etika politik, serta komitmen pada nilai-nilai demokrasi. 

Ia menekankan pentingnya political literacy dan civic engagement sebagai bagian dari proses pembelajaran di kampus.

“Mahasiswa sebagai kelompok intelektual memikul tanggung jawab moral dan sosial untuk menjaga kualitas demokrasi. Kepemimpinan politik tidak boleh dibangun secara pragmatis, tetapi harus berlandaskan etika publik, argumentasi ilmiah, dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Danil juga menilai kolaborasi antara lembaga negara, partai politik, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam menciptakan ekosistem politik yang sehat. Pelatihan ini, lanjut dia, menjadi ruang dialektika antara teori dan praktik politik agar mahasiswa mampu membaca realitas politik secara lebih objektif dan kritis.

Sementara itu, Ketua Panitia Ahmad Syaiyadi menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa, memperluas wawasan politik, serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokrasi. Ia berharap kegiatan ini melahirkan kader pemimpin muda yang berintegritas, kompeten, dan berpihak pada kepentingan publik.

Ketua BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak Fadil Maulana menambahkan, melalui jejaring BEM se-Kalimantan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepemimpinan politik muda yang progresif dan siap menjawab tantangan sosial-politik di masa depan.

“Anak muda jangan hanya mudah terbawa perasaan, tapi harus berani mengambil peran,” ujar Fadil menutup kegiatan. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.