Pedagang Aksesoris Harlah 1 Abad NU Kota Malang Lesu, Penjualan Tak Sebanyak Peringatan di Sidoarjo
Eko Darmoko February 08, 2026 03:35 PM

SURYAMALANG.COM, MALANG - Puncak peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026) pagi berlangsung meriah.

Sayangnya, kemeriahan ini tidak berdampak besar bagi penjual aksesoris.

Berdasarkan pantauan SURYAMALANG.COM, sepanjang pinggir Jalan Semeru dipenuhi oleh penjual aksesoris yang berkaitan dengan Harlah 1 Abad NU.

Seperti, penjual kaus, pin, bros, payung, parfum, dan lainnya.

Penjualan Sepi

Neni, salah seorang penjual aksesoris berupa pin, bros, gelang, ikat pinggang, dan lainnya mengaku, jika penjualannya turun drastis.

Perempuan asal Jakarta itu menyampaikan baru berjualan di area Stadion Gajayana saat subuh.

Hingga pukul 08.00 WIB, ia baru mendapatkan penghasilan sebesar Rp 1,5 juta.

Menurutnya, pendapatan ini tidak sebanding dengan kegiatan Harlah 1 Abad NU di Stadiun Gelora Delta Sidoarjo Jatim 2023 lalu.

Baca juga: Beri Dukungan dalam 1 Abad NU, PWNU Jatim Apresiasi Bantuan Muhammadiyah dan Gereja di Kota Malang

"Saya dari Jakarta baru sampai kemarin pagi, baru jualan tadi pagi karena malamnya hujan."

"Waduh tahun ini kurang banget dibandingkan dengan dulu ya pernah ada acara di Sidoarjo itu kan lebih bagus," katanya.

Pada Harlah 1 Abad NU di Stadiun Gelora Delta Sidoarjo Jatim 2023, Neni mengaku sempat mendapatkan penghasilan sebesar Rp 5 juta untuk beberapa jam penjualan.

Sementara, pendapatan hari ini menurutnya tidak cukup untuk menutup ongkos perjalanan.

Bahkan, untuk menarik minat pembeli, Neni sampai mengobral barang dagangannya.

Seperti aksesoris pin seharusnya di jual dengan Rp 10 per pieces, kini diobral dengan harga Rp 15 ribu per 2 pieces.

"Dari pada kita gak laku kan, dari pada pusing, buat ongkos kita aja bisa Rp 1 juta untuk pulang pergi ke Jakarta," bebernya.

Menurutnya, penurunan penjualan dikarenakan jumlah jemaah sedikit jika dibandingkan dengan Sidoarjo. Selanjutnya, ada kemungkinan daya jemaah juga ikut turun.

Dikatakannya, Neni kerap mengikuti setiap kegiatan jemaaah NU bersama rombongan pedagang lainnya. Kegiatan di manapun ia selalu hadir, seperi di Sidoarjo, Malang, Sulawesi, hingga ke Papua.

Hal senada juga disampaikan oleh penjual kaus jersey.

Ifan, penjual asal Bogor mengaku penjualan di Harlah 1 Abah NU Kota Malang ini tidak seramai saat acara Harlah di Sidoarjo.

"Di sini gak kayak di Sidoarjo. Kalau di Sidoarjo kita disediakan stand sama panitia, kalau di sini tidak ada. Belum lagi di sini ada penertiban dari Satpol PP," imbuhnya.

Pada momen ini, Ifan mengaku membawa stok kaos jersey sebanyak 500 pieces.

Ia menggelar lapaknya semalam kemudian hingga pukul 09.00 WIB baru terjual separuh kaus.

"Ini harga aslinya Rp 70 ribu satu kaos, tapi karena terkahir ini paling jual Rp 50 ribu, biarin aja yang penting habis," tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.