Doa dan Zikir Jelang Buka Puasa di Ramadan 2026, Buya Yahya Beberkan Wanita Haid Boleh Melakukan
M.Risman Noor February 08, 2026 04:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bacaan doa dan zikir berikut ini bagus rutin dilakukan termasuk memasuki Ramadan 2026.

Buya Yahya pun memberikan penjelasan kemuliaan membaca doa dan zikir jelang berbuka puasa pada Ramadan 1447 Hijriah.

Doa dan zikir ini kerap kali dibaca umat muslim setiap kali hendak berbuka puasa.

Termasuk kala hendak melaksanakan berbuka puasa bersama pun bisa dibaca bersama-sama.

Penceramah Buya Yahya mengatakan, amalan tersebut hendaknya dirutinkan di bulan suci bagi kaum muslimin.

Baca juga: Tidur Saat Puasa di Ramadan 2026 Merupakan Ibadah, UAS Ingatkan Bijak Memahami Hadis

Baca juga: Ratusan Jamaah Hadiri Haul Habib Ahmad Parsi Alaydrus di Kapayang Kotabaru, Ada yang dari HSS

Buya Yahya mengungkapkan, zikir itu bermakna pengampunan dari Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.

Menurutnya, menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan, hendaknya diisi dengan dzikir maupun istighfar.

Tak hanya berpuasa, umat muslim juga senantiasa memperbanyak ibadah dan amal shaleh.

Di antara amalan baik yang dapat dilakukan adalah membaca doa dan dzikir.

Buya Yahya menjelaskan doa yang dapat diamalkan di bulan Ramadhan yakni di dalamnya terdapat syahadat, istighfar, dan meminta perlindungan dari api neraka, serta memohon masuk surga.

Doa tersebut adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله َأَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْأَلُكَ الجَنَّةَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Asyhadu alla ilaaha illallah wa astaghfirullah wa as-alukal jannah wa a’udzu bika minan naar (3×).

Allahumma innaka afuwwun tuhibbul afwa fa’fu anni (3×).

Artinya : "Aku bersaksi sesungguhnya tidak ada tuhan selain Allah. Aku mohon ampun kepada Allah. Ya Allah aku mohon kepada-Mu Surga, dan berlindung kepada-Mu dari api neraka (3×). Ya Allah sungguh Engkau Maha Pemberi Maaf, dan senang untuk memaafkan, maka aku mohon kepada-Mu ya Allah, maafkanlah aku (3×)."

"Doa tersebut adalah doa yang diambil dari gabungan beberapa riwayat dari Nabi SAW. Telah datang riwayat – riwayat yang banyak agar kita memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan, termasuk di dalamnya adalah beristighfar, berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT," jelas Buya Yahya dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Buya Yahya menambahkan, doa tersebut umumnya dibaca umat Islam sesaat sebelum berbuka puasa.

Baca juga: Haul ke-6 Guru Zuhdi Digelar 14 Februari 2026, Kubah Belakang Masjid Jami Banjarmasin Ditutup H-1

Namun, bisa pula di waktu-waktu lain selama bulan Ramadhan. Buya Yahya pun mengimbau memperbanyak membaca doa tersebut.

Doa ini bisa dibaca misalnya saat menyiapkan berbuka dan sahur oleh para ibu-ibu rumah tangga.

"Ini adalah yang diajarkan Nabi SAW, dzikir yang lain bagus akan tetap saat nganggur enak dibaca, meski dalam keadaan haid sekalipun baca ini doa agar mendapat kemuliaan," tutur Buya Yahya.

Namun, bacaan tersebut tak hanya bisa dibaca saat awal Ramadhan saja, melainkan di sepanjang bulan suci.

Berikut Bacaan Lengkapnya: 

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ أَسْتَغْفِرُ اللّٰه
نَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَ نَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ (٣x)
اللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا (٣x)
يَا كَرِيْمُ

Asyhadu Alla ilaha illallah, Astaghfirullah, Nas Alukal Jannah wa Na 'Uudzubika Minan Naar. Allahumma Innaka 'Afuwwun Kariim Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni Yaa Kariim.

Artinya:
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Kami memohon ampun kepada Allah, Kami memohon Surga kepada-Mu dan kami berlindung kepadaMu dari api neraka. Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan Maha Mulia, Engkau suka memaafkan, maka maafkanlah kami, Wahai Yang Maha Mulia.

وذكر العلامة السّيد الونائي رحمه الله تعالى عن أنس بن مالك رضي الله تعالى عنه، عنه عليه الصلاة والسلام : (مامن مسلم يصوم فيقول عند إفطاره : يَا عَظِيْمُ يَا عَظِيْمُ أنْتَ إلٰهي، لَا إلهَ غيرُكَ، اغفرِ الذَّنب العظيمَ؟ فإنهُ لا يغفرُ الذَنب العظيمَ إلَّا العظيمُ ؛
آلا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه) قل رسول الله ﷺ: (علموها عقبكم فإنها كلمة يحبها الله ورسوله، ويصلح بها أمر الدنيا والآخرة)

Telah menyebutkan Al-'Allamah Assayiid Wanai dari Sayidina Anas Bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah ada seorang muslim yang berpuasa kemudian ia membaca ketika hendak berbuka "YA 'AZHIM 3X ANTA ILAAHI LAA ILAAHA GHOIRUK IGHFIRIZ DZAMBAL 'AZHIM FAINNAHU LAA YAGHFIRUDZAMBAL 'AZHIM ILLAL 'AZHIM" melainkan ia keluar dari dosa-dosa nya seperti di hari ibunya melahirkannya.

Sementara, terkait Doa Buka Puasa, Ustadz Adi Hidayat memberikan penjelasan.

Menurutnya, doa buka puasa lebih tepat dibaca saat waktu adzan berkumandang atau waktu berbuka tiba.

Doa ini tak hanya berlaku saat puasa Ramadhan melainkan dapat dibaca saat puasa sunnah.

"Kita ambil salah satu yang jarang diperdebatkan hadist riwayat At-Tirmidzi nomor hadist 2357 riwayat sahabat Ibnu Omar," terang Ustadz Adi Hidayat dikutp Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Baca juga: Akui Tak Ikut Ujian Seleksi, Chiki Fawzi Jawab Isu Miring Usai Dicoret dari Daftar Petugas Haji

Doa Buka Puasa

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Dari hadist tersebut terdapat dua pendapat tentang cara makan dan berdoa bagi umat muslim.

Ustadz Adi Hidayat menerangkan pendapat pertama mengacu pada arti dari hadist tersebut telah hilang dahaga, maka dapat diartikan minum terlebih dahulu kemudian membaca doa.

"Pada hal ini ada yang mengamalkan baca bismillah dulu, minum, baru membaca doa tersebut, kemudian dilanjutkan dengan mencicipi kurma dan makan makanan lainnya," ujarnya.

Pendapat kedua doa itu dibaca ketika berbuka sebelum minum dan makan, sebagaimana hal ini sebagai jaminan ketenangan yang diberikan Allah SWT.

Meski ada dua pendapat, Ustadz Adi Hidayat mengatakan tak ada yang perlu dipertentangkan. Dibaca sebelum dan sesudah bukan suatu masalah, asalkan membaca doa.

Doa tersebut dikatakan Ustadz Adi Hidayat adalah doa pengantar, sebab bagi umat Islam yang berpuasa hendaknya memperbanyak doa.

"Berdasarkan hadis shahih, ada tiga golongan yang sulit ditolak doanya, di antaranya pemimpin yang adil, dan orang yang berpuasa, saat berbuka adalah saat mustajab untuk berdoa," ujarnya.

Ada dua pahala yang didapat orang berpuasa yakni mengabulkan doa yang dimohonkan dan diberikan pahala puasa saat tiba di akhirat.

Baca juga: Digadang Bebas Jelang Ramadhan 2026, Kondisi Musisi Kawakan Fariz RM di Balik Sel Penjara Dibeberkan

Saat berbuka, senantiasa memanjatkan permohonan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan bagi diri sendiri dan keluarga.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepadaMu aku beriman, dan dengan rezekiMu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang."

"Kalau dibahasa-arabkan kurang lebih Allaahummalakasumtu wabika amantu wa'aa rizkika aftortu birohmatika yaa arhamarra himiin begitu maknanya," ucap Ustadz Adi Hidayat.

(Banjarmasinpost.co.id)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.